“Siapakah Yesus dari Nazareth bagi Diri Kita?”

Artwork: ‘Christ Entering Jerusalem,’

by Giotto. Fresco, 1304-1306. Capella degli Scrovegni, Padua, Italy.

Let us return to today’s Gospel passage and ask ourselveswhat is really happening in the hearts of those who acclaim Christ as King of Israel? Clearly, they had their own idea of the Messiah, an idea of how the long-awaited King promised by the prophets should act. Not by chance, a few days later, instead of acclaiming Jesus, the Jerusalem crowd will cry out to Pilate: “Crucify him!”, while the disciples, together with others who had seen him and listened to him, will be struck dumb and will disperse. The majority, in fact, was disappointed by the way Jesus chose to present himself as Messiah and King of Israel. This is the heart of today’s feast, for us too. Who is Jesus of Nazareth for us? What idea do we have of the Messiah, what idea do we have of God? It is a crucial question, one we cannot avoid, not least because during this very week we are called to follow our King who chooses the Cross as his throne. We are called to follow a Messiah who promises us, not a facile earthly happiness, but the happiness of heaven, divine beatitude. So we must ask ourselves: what are our true expectations? What are our deepest desires, with which we have come here today to celebrate Palm Sunday and to begin our celebration of Holy Week? 

Mari kita kembali kepada kutipan Injil hari ini dan bertanya kepada diri kita : Apakah yang sungguh terjadi dalam hati mereka yang mengelu-elukan Kristus sebagai Raja Israel? Jelas bahwa mereka memiliki gagasan tentang Mesias, sebuah gagasan tentang bagaimana Raja yang telah dinanti sejak lama dan yang dijanjikan oleh para nabi harus bertindak. Bukan karena kebetulan, beberapa hari kemudian, bukannya mengelu-elukan Yesus, kerumunan orang Yerusalem berteriak kepada Pilatus :”Salibkan Dia!”, sementara para murid, berkumpul bersama dengan yang lain yang telah melihat dan mendengarkan Ia, akan dikejutkan dan terpisah. Faktanya, mayoritas orang kecewa dengan cara Yesus menghadirkan diri-Nya sebagai Mesias dan Raja Israel. Inilah inti pesta hari ini, bagi kita juga. Siapakah Yesus dari Nazareth bagi diri kita? Gagasan apa yang kita miliki tentang Mesias, gagasan apa yang kita miliki tentang Allah? Ini adalah pertanyaan penting, pertanyaan yang tidak bisa kita hindari, bukan karena pada hari ini kita dipanggil untuk mengikuti Raja kita yang memilih Salib sebagai tahta-Nya. Kita dipanggil untuk mengikuti Mesias yang menjanjikan kita kebahagiaan surga, kebahagiaan ilahi, bukan kebahagiaan duniawi. Jadi kita harus bertanya pada diri kita : Apa pengharapan kita yang sebenarnya? Apa keinginan terdalam pada diri kita, yang karenanya kita datang disini untuk merayakan Minggu Palma dan memulai perayaan Pekan Suci?  

Paus Benediktus XVI, Homili Misa Minggu Palma

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: