Argumen Dari Dunia Sebagai Keseluruhan Yang Berinteraksi

Noris Clarke, yang telah bertahun-tahun mengajar ilmu metafisika dan filsafat agama di Fordham, telah menyebarkan secara diam-diam sebuah kupasan yang menarik mengenai argumentasi desain. Kami menyajikannya dalam buku ini secara singkat dengan sedikit revisi untuk menjadi bahan renungan bagi anda.

Titik awal. Dunia ini diberikan kepada kita dalam bentuk sistem yang teratur dan dinamis dari banyak unsur komponen yang aktif. Sifat-sifatnya telah ditetapkan sedemikian rupa supaya dapat berinteraksi dengan unsur-unsur lain dalam bentuk hubungan timbal balik yang kita namakan hukum-hukum fisika. Sebagai contoh, setiap atom hidrogen didunia kita ini telah diatur untuk berpadu dengan setiap atom oksigen dalam proporsi 2:1 (yang menunjukkan bahwa setiap atom oksigen ditetapkan secara timbal balik untuk berpadu dengan setiap atom hidrogen menurut proporsi 1:2). Demikian pula dengan valensi-valensi kimiawi dari semua unsur dasar. Demikian pula dengan valensi-valensi kimiawi dari semua unsur dasar. Demikian pula semua partikel yang memiliki massa telah ditetapkan untuk bergerak menuju kepada yang lain menurut proporsi hukum gravitasi tertentu.

Di dalam sebuah sistem keterkaitan dan keterpautan yang dinamis ini, sifat aktif dari setiap komponen ditentukan menurut hubungannya dengan yang lain, dan dengan demikian mengisyaratkan adanya kecerdasan dan kemampuan kerja dari benda-benda lainnya. Ilmu pengetahuan kontemporer menunjukkan kepada kita bahwa sistem dunia kita bukan sekedar kumpulan dari banyak hukum yang terpisah-pisah dan saling tak berhubungan, melainkan merupakan suatu keseluruhan utuh yang saling terikat erat, dimana hubungannya dengan keseluruhan yang utuh itu; pengaruhnya menyelubungi seluruh bagian yang ada.

Argumentasi. Dalam sistem seperti diatas tadi (seperti dunia kita) tak ada bagian komponen atau unsur aktif yang dapat berdiri sendiri atau dapat menjelaskan dirinya sendiri. Karena setiap bagian mengisyaratkan bagian-bagian yang lain – keseluruhan sistem yang telah ditetapkan – untuk berpadu dengan bagian-bagian lain. Bagian itu tak dapat berfungsi untuk berinteraksi secara timbal balik apabila bagian-bagian lain itu tidak ada. Sesuatu bagian hanya dapat berdiri sendiri apabila bagian itu adalah penyebab yang menggerakkan keseluruhan sistem itu – walaupun hal itu mustahil, karena tak ada satu bagian dapat berfungsi, kecuali dalam kaitan dengan yang lain.

Demikian pula keseluruhan sistem itu tak dapat menjelaskan sendiri keadaannya karena sistem yang utuh itu terdiri dari bagian-bagian komponen yang saling berhubungan, tidak terpisah-pisah atau terlepas dari yang lain. Jadi bagian-bagian ataupun keseluruhan sistem itu  tak dapat berdiri sendiri; masing-masing tak dapat menjelaskan eksistensinya sebenarnya dari sistem yang interaktif dan dinamis ini.

Tiga Kesimpulan

  1. Oleh karena bagian-bagian hanya dapat dipahami dalam kaitannya dengan keseluruhannya dan oleh karena keseluruhan maupun bagian-bagian itu tak dapat menjelaskan eksistensinya sendiri, maka sistem tersebut seperti dunia kita ini mengharuskan adanya penyebab efisiensi yang mempersatukan yang dapat menjelaskan eksistensi sebagai kesatuan yang utuh.
  2. Penyebab itu pasti adalah penyebab yang memiliki pikiran, sesuatu yang menciptakan sistem itu sendiri dengan konsep (buah pikiran) yang mempersatukan. Keseluruhan yang utuh – dan masing-masing hukum fisika yang luas dan yang mempersatukan seluruh unsur yang ada – itulah yang menentukan dan menghubungkan bagian-bagian. Karenanya hal itu harus ada atau hadir sebagai faktor pemersatu yang efektif. Namun kesatuan, keutuhan dari keseluruhan itu melampaui masing-masing bagian, dan karenanya hal itu tidak dapat ditampung dalam satu bagian saja. Untuk dapat benar-benar ada sekaligus secara keseluruhan, kesatuan ini pasti merupakan berbagai unsur yang berbeda tanpa merusak atau mengacaukan kekhususannya masing-masing. Hal itu hampir mendekati definisi dari sebuah ide. Oleh karena bagian-bagian yang ada itu tersebar luas membentang ke seluruh ruang dan waktu, maka satu-satunya cara untuk mempersatukannya sebagai suatu kesatuan yang dapat diterima secara akal adalah didalam lingkup sebuah gagasan. Karena itu, sistem dunia ini secara keseluruhan pertama-tama harus hidup dalam lingkup kesatuan sebuah gagasan. Jadi suatu gagasan yang nyata tak dapat benar-benar ada dan berfungsi secara efektif, selain dalam sebuah pikiran yang nyata, yang memiliki kuasa kreatif untuk menciptakan suatu sistem sedemikian menjadi ada. Karena itu, akal pikiran yang berada di balik sistem dunia kita yang teratur ini pasti adalah suatu Pikiran kreatif yang mengatur. Keteraturan dunia ini secara keseluruhan mengharuskan adanya Pengatur sejagat, yang pasti adalah sebuah Pikiran.
  3. Pikiran yang mengatur itu harus independen atau bebas dari sistem itu sendiri atau dengan kata lain, bersifat transenden; tidak bergantung pada sistem itu untuk eksistensinya dan operasinya. Karena apabila bergantung tau merupakan bagian dari sistem, maka hal itu harus mengisyaratkan bahwa bagian itu sudah harus ada agar dapat beroperasi, dan dengan demikian kedua-duanya harus saling mendahului dan mengikutinya. Tetapi hal ini tentunya sulit dipahami. Karena itu, Pikiran itu harus ada dan dapat bekerja sebelumnya dan bebas atau tak bergantung kepada sistem itu. Jadi dunia materi kita ini membutuhkan sebagai dasar yang memuaskan bagi keberadaannya, suatu Pikiran Kreatif yang Transenden.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: