Argumen dari Kemungkinan (Contingency)

Bentuk dasar dari argumen ini adalah sederhana.

  1. Apabila sesuatu itu ada, maka pasti ada sesuatu yangmenyebabkan sesuatu itu ada.
  2. Alam semesta ini – kumpulan hal-hal yang ada dalam ruang dan waktu – itu ada.
  3. Oleh sebab itu, pasti ada sesuatu yang membuat dunia ini sampai ada.
  4. Hal yang membuat alam semesta ini sampai ada tak dapat ada didalam alam semesta ini atau terikat oleh ruang dan waktu.
  5. Karena itu, sesuatu yang membuat dunia ini sampai ada pasti melampaui ruang dan waktu ini.

Andaikata anda meneyangkali dasar pemikiran yang pertama ini. Dengan demikian apabila X itu ada, maka tak harus ada sesuatu yang membuat X itu sampai ada. Tetapi “sesuatu yang membuat X itu ada” berarti kondisi-kondisi langsung bagi eksistensi X. Yang anda maksudkan adalah bahwa X itu ada karena Y itu ada. Tanpa Y, maka X itu tidak ada. Jadi penolakan dasar pemikiran 1 sebenarnya adalah ini: X itu ada; X hanya dapat ada bila Y ada; dan Y itu tidak ada. Ini tidak masuk akal. Jadi harus ada sesuatu yang membuat sampai alam semesta ini ada. Namun apa yang membuatnya?

Kita berbicara tentang dunia sebagai “kumpulan segala sesuatu yang berada dalam ruang dan waktu”. Coba pikirkan mengenai salah satunya, yaitu: diri anda sendiri. Anda ada, dan anda, minimal sebagian adalah materi. Ini berarti bahwa anda fana, terbatas, dan sesuatu yang berubah, karena materi adalah suatu prinsip keterbatasan dan perubahan. Karena anda terbatas dan sedang berubah, anda tahu bahwa sekarang, sementara anda membaca buku ini, anda menggantungkan keberadaan anda pada sesuatu yang berada di luar anda. Yang dimaksud bukan kedua orang tua atau kakek-nenekmu. Mereka mungkin saja sudah meninggal, tetapi anda ada sekarang. Dan sekarang anda bergantung pada banyak hal supaya tetap ada – misalnya, udara yang anda hirup. Inilah yang disebut dengan ketergantungan. Anda ada apabila sesuatu yang lain juga ada sekarang.

Tetapi tidak semua hal seperti ini. Karena jika demikian, maka segala sesuatu perlu diberikan keberadaan, namun tidak adasesuatu pun yang mampu memberikan. Tak ada sesuatu yang dapat membuat sesuatu menjadi ada. Jadi dengan demikian harus ada sesuatu yang tidak ada secara bersyarat; sesuatu yang tidak ada hanya jika sesuatu yang lain ada; atau sesuatu yang ada dengan sendirinya. Sesuatu yang membuat sampai sesuatu itu ada hanyalah sesuatu itu sendiri. Tidak seperti realita material yang berubah, sehingga dapat dikatakan bahwa tak ada jarak di antara keadaan benda ini dan benda itu. Jelas kumpulan sesuatu yang berubah dalam ruang dan waktu tak mungkin hal seperti itu. Karena itu, hal yang membuat sampai dunia ini ada tak mungkin identik dengan alam semesta itu sendiri atau bagian dari alam semesta itu.

Pertanyaan 1: Tetapi mengapa kita harus menyebut penyebab ini “Allah”? mungkin ada sesuatu yang tidak dikenal yang meletakkan dunia perubahan yang kita alami ini.

Jawaban: Benar. Yang “tidak dikenal” itu adalah Allah. Apa yang kita kenal sebagai manusia ketahui secara langsung adalah dunia yang berubah dan dapat diraba ini. Kita juga mengetahui bahwa pasti ada sesuatu yang membuat sesuatu menjadi ada. Karena itu, kita mengetahui bahwa bukanlah dunia yang sedang berubah ini secara keseluruhan atauoun bagian dari padanya yang dapat membuat dunia ini menjadi ada. Tetapi kita tidak memiliki pengetahuan langsung mengenai penyebab dari hal-hal yang sedang berubah ini. Kita tahu bahwa pasti ada penyebabnya; kita mengetahui juga bahwa penyebab ini tak mungkin bersifat terbatas atau material – dan pasti penyebab itu melampaui keterbatasan-keterbatasan. Tetapi apa dan bagaimana keadaan penyebab itu sendiri sejauh ini masih merupakan rahasia.

Ada banyak hal lagi yang dapat dijelaskan oleh akal pikiran dan ada lebih banyak lagi hal yang telah dinyatakan Allah mengenai diri-Nya sendiri melalui wahyu. Namun bukti-bukti telah memberi kita pengetahuan yang nyata; pengetahuan bahwa dunia ini diciptakan; pengetahu bahwa sekarang dunia ini tetap terjaga keberadaannya oleh sesuatu yang tidak terikat oleh batasan material, yang melampaui jenis keberadaan yang kita sebagai manusia mengenalnya. Dan pengetahuan itu memang patut dimiliki. Kita mungkin berpikir bahwa kematian seseorang adlah karena dibunuh dan bukan kecelakaan, tanpa memikirkan siapa yang melakukannya dan mengapa dan hal ini membuat kita kecewa dan tak merasa puasa. Namun minimal kita mengetahui jalan yang patut ditempuh untuk mengungkap tabirnya; minimal kita mengetahui bahwa seseorang telah melakukannya.

Demikian pula dengan bukti-bukti. Bukti-bukti itu menolong kita untuk mengetahui bahwa setiap saat makhluk yang ada didunia ini merupakan krya ciptaan dari seseorang Pemberi. Pemberi yang melapaui seluruh keterbatasan material dan spiritual. Di luar hal itu bukti-bukti tersebut tidak banyak mengungkapkan kepada kita mengenai apa atau siapa Pemberi ini –  namun bukti-bukti itu memberikan petunjuk mengenai kepastian adanya Pemberi itu. Kita mengetahui bahwa Realita Akhir ini – Pemberi keberadaan – tak mungkin bersifat material. Dan kita mengetahui bahwa pemberian yang diberikan itu termasuk sesuatu yang memiliki kepribadian: pikiran, kehendak, dan roh. Penyebab yang transenden dan tak terbatas dari segala sesuatu ini tidak mungkin kurang dari perbuatan tangannya, melainkan pasti memiliki kelebihan yang tidak terbatas. Apa dan bagaimana keadaannya, kita tidak mengetahuinya. Dalam hal-hal tertentu Pemberi ini harus senantiasa tetap merupakan rahasia bagi akal pikiran manusia. Kita tidak boleh pernah mengharapkan yang sebaliknya. Namun minimal akal pikiran itu membantu kita mengetahui bahwa “seseorang telah melaksanakannya”. Dan itu merupakan hal yang sangat bernilai.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: