Via Dolorosa

Pada awal abad ke 4, orang Kristen berjiarah ke Tanah Suci, mereka berjalan pada rute yang sama yang Tuhan kita lewati didalam perjalanan-Nya menuju Golgota demi keselamatan kita. Ketika Muslim menguasai Yerusalem dan kondisi disana menjadi berbahaya untuk melakukan jiarah ini, orang Kristen membuat tiruannya saat kembali ke Eropa, dan disanalah berkembangnya devosi “Jalan Salib” (juga dikenal Via Dolorosa atau Via Crucis)

Devosi ini terdiri dari 14 peristiwa yang digunakan untuk bermeditasi – nomor ini di perbaiki pada tahun 1731 oleh Paus Clement XII – mengambil Kisah sengsara Kristus, mulai dari penghukuman atas diri-Nya hingga pengguburan-Nya. Jalan Salib bisa dilakukan diluar, tapi sekarang biasanya dilakukan didalam ruangan, khususnya selama masa Pra Paskah dan pada khususnya Jumat Agung.

Jika anda memasuki Gereja Katolik dan melihat ke tengah Gereja sepanjang dinding-dinding disisi Gereja (disamping dekat umat duduk), anda bisa melihat 14 gambar pada dinding-dinding tersebut, yang dimana melukiskan 14 peristiwa dari Kisah Sengsara Kristus. “Stasi” Jalan Salib ini – dimana bisa dilukis atau dipahat – bisa dilakukan dalam liturgi publik. Jalan Salib juga bisa dilakukan privat, bahkan di rumah, dengan atau tanpa “bantuan gambar.”

Ketika Jalan Salib dibuat secara berkelompok, setiap orang pertama-tama membuat Tanda Salib, sambil membuat tanda yang penuh dengan penyesalan dan secara rohaniah bertujuan untuk memperoleh indulgensi, untuk dirinya sendiri atau untuk orang lain. Maka, biasanya, pada setiap perhentian:

  • Sang pemimpin akan mengumumkan nama stasi
  • Sang pemimpin akan memimpin dengan pernyataan pujian, seperti “Kami menyembah Dikau ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu”
  • Dan kemudian direspon oleh umat, “Sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia”
  • Sang pemimpin akan membacakan bacaan meditasi, dimana semua harus merenungkan didalam pertobatan, berterima kasih kepada Allah atas pengorbanan-Nya dan menyatukan dirinya sendiri dengan pengorbanan itu.
  • Semua mendoakan Bapa Kami
  • Semua mendoakan Salam Maria
  • Semua mendoakan Kemuliaan
  • Secara tradisional, diantara stasi, lagu Stabat Mater dinyanyikan, sebuah lagu yang sudah dikenal kurang lebih pada tahun 1388 dan kemungkinan ditulis oleh Paus Innocent III yang meninggal pada tahun 1216.

Renungan-renungan dan doa-doa mungkin beragam, tapi pada garis besarnya seperti diatas. Cara yang paling populer membuat Jalan Salib adalah menggunakan renungan yang ditulis oleh St. Alphonsus Liguori ( 1696-1787); cara tersebut (termasuk renungan, doa dan Stabat Mater), dengan referensi dari Kitab Suci ditambahkan.

Mengikuti Jalan Salib memberikan anda indulgensi sebagian dibawah kondisi yang telah ditetapkan. Untuk memperoleh indulgensi penuh, norma berikut harus diikuti, dengan tambahan seperti kondisi yang telah ditetapkan:

  • Gerakan badan yang saleh harus dibuat sebelum stasi Jalan Salib yang telah dibuat secara sah
  • Untuk pembangunan Jalan Salib empat belas salib diperlukan, dimana hal itu biasanya ditambahkan di keempat belas gambar, dimana mewakili stasi di Yerusalem
  • Menurut praktek umumnya, gerakan badan yang saleh terdiri dari keempat belas bacaan saleh, dimana beberapa doa ditambahkan.
  • Pergerakan dari satu stasi ke stasi berikutnya diperlukan. tapi jika praktek kesalehan dilakukan secara publik dan jika tidak mungkin untuk semua mengambil bagian untuk pergi jauh dari stasi ke stasi, sudah cukup jika setidaknya ada satu yang melakukan hal ini, berjalan dari satu stasi ke stasi berikutnya, sedangkan yang lain tetap tinggal di tempat.

Mereka yang “terhalang” bisa juga memperoleh indulgensi yang sama jika mereka menghabiskan sekurang-kurangnya satu setengah jam dalam bacaan yang saleh dan renungan pada Kisah Sengsara dan Kematian Tuhan kita Yesus Kristus.

14 Perhentian Jalan Salib 

  1. Yesus di hukum mati
  2. Yesus memanggul salib
  3. Yesus Jatuh untuk pertama kalinya
  4. Yesus berjumpa dengan ibu-Nya
  5. Yesus ditolong oleh simon dari Kirine
  6. Wajah Yesus diusap oleh Veronika
  7. Yesus jatuh untuk kedua lakinya
  8. Yesus menghibur perempuan-perempuan yang mengisi-Nya
  9. Yesus jatuh untuk ketiga kalinya
  10. Pakaian Yesus ditanggalkan
  11. Yesus disalibkan
  12. Yesus wafat di kayu salib
  13. Yesus diturunkan dari salib
  14. Yesus dimakamkan

Silahkan klik link berikut ini untuk mengikuti Jalan Salib

dari berbagai sumber

 

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: