7. Iman Dan Kitab Suci

Gereja Katolik “yang dipercayakan untuk meneruskan dan menjelaskan wahyu, “menimba kepastiannya tentang segala sesuatu yang diwahyukan bukan hanya melalui Kitab Suci. Maka dari itu keduanya [baik tradisi maupun Kitab Suci] harus diterima dan dihormati…” [KGK 82]

Kebanyakan Protestan menolak semua doktrin Katolik yang tidak mereka temukan didalam Kitab Suci – misal, Maria diangkat ke surga – karena mereka percaya sola scriptura: bahwa hanya Kitab Suci lah otoritas yang tidak bisa salah. Inilah dasar alasan dibalik perbedaan antara teologi Protestan dan Katolik.

Setidaknya ada enam alasan untuk menolak pemikiran dari sola scriptura:

1. Tidak ada orang Kristen pernah mengajarkan hal ini diawal abad 1 hingga abad 16, sampai Luther

2. Generasi pertama dari orang Kristen bahkan tidak memiliki Perjanjian Baru

3. Tanpa Gereja Katolik yang satu (“katolik” artinya “universal”) yang mempunyai otoritas untuk menginterpretasikan Kitab Suci, Protestanisme telah terpecah menjadi 30.000 “gereja” atau denominasi yang berbeda-beda.

4. Jika Kitab Suci itu tak bisa salah (infallible), seperti yang orang tradisional Protestan percaya, maka Gereja harus tak bisa salah (infallible) juga, karena penyebab (cause) yang salah (fallible) tidak bisa menghasilkan efek yang tak bisa salah (infallible), yaitu Gereja memproduksi Alkitab. Gereja (Uskup yang pertama, Para Rasul) menulis Perjanjian Lama, dan Gereja (uskup-uskup penerusnya) menetapkan kanonnya.

5. Kitab Suci sendiri menyebut Gereja “tiang penopang dan dasar kebenaran.” (1Tim 3:15)

6. Dan Kitab Suci sendiri tidak pernah mengajarkan sola scriptura. Dengan demikian sola scriptura dengan sendirinya bertentangan dengan Kitab Suci.

Namun Gereja adalah pelayan dari Kitab Suci, sebagai seorang guru adalah dituntut untuk setia kepada buku teksnya. Bukunya menjadi hidup ketika Roh Kudus mengajar melaluinya [Gereja], seperti pedang yang menjadi hidup ditangan ahli pedang [Ibr 4:12]

Beberapa prinsip yang paling penting dari meng-interpretasikan Kitab Suci adalah:

1. Semua Kitab Suci adalah firman-gambaran dari Kristus. “Firman Allah” didalam firman (Kitab Suci) adalah tentang “Firman Allah” didalam daging (Kristus)

2. Oleh karena itu Perjanjian Lama harus diinterpretasikan didalam terang yang Baru (dan sebaliknya), karena Kristus “datang bukan untuk menghilangkan hukum dan Para Nabi tapi untuk menggenapinya” (Matius 5:17)

3. Orang-orang Kudus adalah para penafsir terbaik Kitab Suci, karena hati mereka dekat pada hati Allah, penulis utama Kitab Suci. Kristus berkata, “Jika kehendakmu [hati] untuk melakukan kehendak Bapa-Ku, kamu akan mengerti pengajaranku” (Yo 7:17)

4. Injil adalah jantung dari Kitab Suci. Orang Kudus menemukan tidak ada materi yang lebih baik untuk bermeditasi dengan Kitab Suci. [KGK 125-127]

5. Interpretasi setiap ayat didalam konteks – baik keduanya langsung pada konteks ayat tersebut dan keseluruhan konteks dari seluruh ini Alkitab dalam kesatuannya, semua bagian saling melekat bersama-sama.

6. Kitab Suci harus diinterpretasikan dari tradisi hidup Gereja. Hal ini bukanlah sempit dan membatasi, tapi luas dan mendalam. Dan juga masuk akal; seandainya penulis yang hidup yang telah menulis sebuah buku beberapa tahun yang lalu dan telah mengajarkan buku itu setiap hari: siapa yang bisa menginterpretasikan buku itu lebih baik darinya?

Sumber terjemahan dikutip dari booklet The Luke E Hart Series Basic Element of the Catholic Faith; Part One: Faith; by Peter Kreeft.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: