6. Iman Dan Perkembangannya

Iman Katolik secara konstan berkembang, dengan cara yang akan dijelaskan dibawah ini (tumbuh seperti tumbuh-tumbuhan). Tidak perlu “didorong” untuk membuatnya maju, seperti mobil yang mogok. Untuk coba membuat Iman lebih “progresip” sama seperti menganggap benda yang dibuat oleh manusia daripada organisme yang ditanam oleh Allah sendiri. Bilamana saja Gereja menolak sebuah bidah, ia menolak beberapa pertumbuhan diluar organismenya, seperti parasit atau remis. Ketika ia merumuskan dogma (artikel iman), ia hanya bertambah dewasa dan mematangkan buahnya.

“Perkembangan doktrin” ini (istilah dari Kardinal John Henry Newman) keduanya adalah “konservatif” dan “progresip” pada saat yang bersamaan dan dengan alasan yang sama (lihat Matius 13:52). Bagi datanya, wahyu ilahi, keduanya telah selesai (dengan demikian ia melestarikan mereka) dan terus berjalan (dengan demikian membantu mereka untuk berkembang).

Perkembangan doktrin sudah selesai karena Deposit Iman dengan lengkap telah diberikan oleh Kristus 2000 tahun yang lalu. Gereja memiliki semua datanya. Gereja tidak akan pernah memiliki data yang baru, karena “Kristus…adalah Sabda Bapa yang tunggal, sempurna, yang tidak ada taranya. Dalam Dia Allah mengatakan segala-galanya, dan tidak akan ada perkataan lain lagi.” “…Karena yang Ia sampaikan dahulu kepada para nabi secara sepotong-sepotong, sekarang ini Ia sampaikan dengan utuh lewat…Anak-Nya.” (KGK 65)

Perkembangan doktrin terus berjalan karena datanya hidup, dan tumbuh buah baru – bukan buah jenis baru, seperti pohon apel bertumbuh buah peer, tapi baru didalam ukuran dan keindahannya, seperti apel yang lebih besar dan lebih baik. ” Walaupun wahyu itu sudah selesai, namun isinya sama sekali belum digali seluruhnya; masih merupakan tugas kepercayaan umat Kristen, supaya dalam peredaran zaman lama kelamaan dapat mengerti seluruh artinya” (KGK 66). Misalnya, doktrin Gereja pada keilahian dan kemanusiaan dari Kristus, pada Trinitas, pada kanon Kitab Suci (daftar buku-buku yang ada didalam Alkitab), pada tujuh sakramen, pada sifat dasar Gereja, pada otoritas Paus, pada Maria, dan pada etika sosial semuanya berkembang dengan cara ini.

sumber: booklet The Luke E Hart Series Basic Element of the Catholic Faith; Part One: Faith; by Peter Kreeft.

 

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: