Gereja Kelahiran Yesus : Pintu Kerendahan Hati – Bethlehem

Meskipun kita sering membayangkan Yesus lahir di sebuah kandang, gambaran tersebut berasal dari kartu Natal. Pada masa Israel kuno, binatang sering berlindung di gua, dan sejak dulu sekali dianggap bahwa Yesus sungguh lahir di sebuah grotto (grotto adalah gua alami atau buatan yang sering dihubungkan dengan penggunaan modern, historis atau pra-historis – dikutip dari wikipedia)… St. Jerome dalam tulisannya berbicara tentang alasan bahwa grotto nativity (gua kelahiran), sebenarnya, adalah tempat dimana Kristus lahir.

Sekarang tanda bintang perak di lantai menandai tempat dimana Kelahiran Yesus dirayakan. Bagian tengah bintang tersebut kosong, sehingga peziarah bisa menyentuh batu batu karang di titik ini. Bintang yang mirip juga ada di bagian atas Golgota, dimana Kristus disalib, di Gereja Makam Suci di Yerusalem, enam mil ke arah utara Bethlehem.

Dalam gambar suster yang sedang berdoa, anda bisa melihat dibelakangnya terdapat jalan menuju ke bagian atas Gereja Kelahiran Yesus (Church of Nativity), yang berada diatas grotto.

Gambar tersebut menunjukkan kerendahan hati dan kesucian, dua elemen yang menjadi tanda kedatangan Tuhan ke dunia.

Dalam pidato natal Urbi et Orbi (Untuk Kota dan Dunia), Paus Benediktus mengomentari grotto ini, ia berkata :

Saudara saudariku yang terkasih, mari kita mengarahkan pandangan kita kepada grotto Bethlehem. Seorang anak yang kita kontemplasikan adalah keselamatan kita! Ia telah membawa ke dunia pesan rekonsiliasi dan damai yang universal. Mari kita membuka hati kita padanya; mari kita menerima-Nya dalam hidup kita. Sekali lagi mari kita berkata kepada-Nya, dengan sukacita dan keyakinan :”Veni ad salvandum nos!” (Datanglah untuk menyelamatkan kami!)

Pada Misa Tengah Malam Natalnya, Paus juga berbicara tentang bagian lain dari Gereja Kelahiran Yesus di Bethlehem – pintu masuk utamanya, yang sangat pendek dan disebut sebagai Pintu Kerendahan Hati :

Sekarang, siapapun yang berkeinginan untuk masuk Gereja Kelahiran Yesus di Bethlehem akan menemukan bahwa pintu masuk setinggi lima setengah meter, yang melaluinya kaisar dan kalifah gunakan untuk masuk ke dalam bangunan, sekarang sebagian besar ditutup. Hanya pintu masuk setinggi satu setengah meter yang tersisa. Tujuannya mungkin untuk menyediakan Gereja perlindungan yang lebih baik dari serangan, tapi yang terpenting adalah mencegah orang-orang masuk ke dalam Rumah Allah dengan menaiki kuda (Komentar: Tampaknya yang ingin dikatakan Paus bahwa agar orang-orang tidak masuk ke rumah Allah dengan sikap sombong). Siapapun yang masuk ke tempat kelahiran Yesus harus membungkuk. (Komentar : Dengan membungkukkan badan, dimaksudkan agar kita bersikap rendah hati)

Tampak bagiku kebenaran yang lebih dalam dinyatakan disini, yang seharusnya menyentuh hati kita pada malam kudus ini : jika kita ingin menemukan Allah sebagai Anak, maka kita harus turun dari kuda tinggi akal budi kita yang “tercerahkan”. Kita harus menolak kepastian palsu, kesombongan intelektual, yang mencegah kita mengenali kedekatan Allah. Kita harus mengikuti jalan batin St. Fransiskus Asisi – jalan menuju kesederhanaan akhir ke luar dan ke dalam diri yang menyanggupkan hati kita untuk melihat.

Kita harus membungkuk, secara spiritual kita harus berjalan membungkuk, untuk masuk ke dalam gerbang iman dan bertemu Allah yang sungguh berbeda dari opini dan prejudice kita – Allah yang menyembunyikan dirinya dalam kerendahan hati seorang bayi yang baru lahir.

Dalam semangat ini mari kita merayakan liturgi malam kudus, mari kita melepaskan pandangan kita pada sesuatu yang bersifat material, yang bisa diukur dan digenggam. Mari kita mengijinkan diri kita dijadikan sederhana oleh Allah yang menunjukkan dirinya bagi kesederhanaan hati. Dan mari kita berdoa secara khusus di jam ini bagi semua yang harus merayakan Natal dalam kemiskinan, penderitaan, seperti migrant (orang-orang yang berpindah-pindah tempat) , agar sinar kebaikan Allah bersinar bagi mereka, agar mereka – dan kita – disentuh oleh kebaikan yang Allah pilih untuk membawa ke dalam dunia melalui kelahiran Putra-Nya dalam sebuah kandang. Amen.

Sumber.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: