Apakah “X-Mas” Sebuah Percobaan Untuk Mengeluarkan “Christ” dari “Christmas”?

Saya mendapat komentar seperti dibawah ini di internet:

Asal usul penyebutan X-mas itu di buat oleh mereka yang tidak percaya pada Yesus Kristus (Jesus Christ) sehingga kata “Christ” pada Christmas mereka ganti dengan kata “X” karena mereka tidak ingin mengucapkan nama Yesus. Inilah perbedaan akan mereka yang merayakan natal tapi tidak ingin percaya pada Yesus dengan kita yang percaya akan kelahiran Juruselamat. Ini juga berdampak pada penyebaran injil yang salah.

Mat 10:32 “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

Jika kita sudah tahu hal ini, janganlah kita mengikuti kebiasaan mereka yang salah. Hal simple namun mempunyai dampak yang besar. Sebarkan agar mereka tahu di balik natal yang sesungguhnya ada nama “Christ” yang tidak dapat digantikan dengan apapun.

Komentar diatas TIDAKLAH BENAR dan kutipan ayat itu tidak nyambung, mari kita lihat penjelasan dibawah ini.

Harap diingat huruf “X” didalam “X-mas” bukanlah “X” di dalam huruf Inggris. Tapi huruf Yunani “Chi”, dimana didalam bahasa Inggris disebut “CH” dan sudah merupakan bagian dari monogram kuno untuk Christ [Kristus], Chi-Ro sering kita lihat pada altar, chalice, dsb. Terlihat seperti “P” dan dengan “X” ditindih pada batang “P”, tapi ini benar-benar sama didalam bahasa Yunani dari tiga huruf pertama dari Christ [Kristus] — CH dan R.

Jadi pada mulanya “X-mas” bukanlah bermaksud untuk mengeluarkan Kristus dari Natal tapi merupakan kependekan dari “Christ”-mas. Bukan berasal dari agenda modern sekular, tapi kebiasaan dari Kristen kuno dalam mempresentasikan nama Tuhan kita dengan monogram Yunani.

YANG MANAKAH YANG BENAR: XMAS ATAU CHRISTMAS?
Kedua versi tersebut sama benarnya. Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. “Xristos” adalah kata Yunani untuk Kristus atau Christos dalam alfabet Romawi. “Kristus” sendiri artinya “Mesias” atau “Yang Diurapi”. Jadi, X adalah singkatan yang tepat bagi Kristus. Gereja Perdana seringkali menggunakan X Yunani sebab X merupakan sandi rahasia yang mereka gunakan untuk mencegah orang luar mengenali identitas mereka.

Pada masa sekarang, sebagian orang menggunakan kata “Xmas” untuk mengurangi kesan religius, namun demikian asal kata tersebut sangat Kristiani.

“Christmas” adalah kata yang amat mengagumkan. Artinya “Christ’s Mass” atau “Misa Kristus”. Pada abad pertengahan gereja-gereja akan memasang sebuah penanggalan di pintu masuk gereja. Penanggalan tersebut menunjukkan perayaan-perayaan serta pesta-pesta wajib gereja – yaitu hari di mana umat wajib menghadiri Misa seperti pada hari Minggu. Huruf-huruf “mas” (“misa”) seringkali ditambahkan pada akhir nama perayaan atau nama santo/santa yang pestanya sedang dirayakan. Sebagai contoh: perayaan St. Mikhael (29 September) disebut Michaelmas (Misa St. Mikhael). Perayaan kelahiran Yesus disebut Christmas atau Misa Kristus.

“Mass” atau misa berarti “misi”, jadi kita diutus untuk mewartakan kabar sukacita tentang kedatangan Sang Juruselamat. Kita sama seperti para gembala yang mewartakan kabar sukacita ke seluruh penjuru negeri. Ingatlah: don’t just keep Christ in Christmas – KEEP THE MASS IN CHRISTMAS!

sumber:

1. Is “X-Mas” an attempt to take “Christ” out of “Christmas?”

2. Labarum (Chi Ro)

3. Yang mana yang benar X-mas atau Christmas?

23 komentar

  1. Ketimbang perdebatan xmas dan christmas, bagi saudara2 yang komen di atas yang oppose terhadap xmas sebaiknya lebih concern mengenai kata Merry Christmas atau Xmas diganti dengan kata “Happy Holiday”, yang notabene jauh-jauh lebih “kafir” daripada xmas. Thank’s for sharing. May God Help us.

  2. Admin bertanggungjawab terhadap iman-iman para pembaca komenter ini? Bukan kah ada tertulis jika ‘ya’ katakan ya, jika ‘tidak’ katakan tidak. Lebih baik kita memilih satu drpd “X” atau “Christ” karna di dunia ini ada pelbagai latar manusia juga pengertian yg berbeda2. Hati2 dgn penulisan.

    1. Apa anda sudah benar-benar membaca artikel diatas? kenapa dipermasalahkan lagi? kalau menuruti logika anda mengucapkan kalimat “selamat natal” juga pengertiannya bisa berbeda. apa artinya kita melupakan Yesus? tentu saja tidak. Xmas atau Christmas atau Natal ya sama saja.

      salam,
      Andreas

  3. apapun alasanya, sy tetap memilih unyuk mengatakan merry christmas not X-mas

  4. Salam,
    Natal 2012 sudah berlalu dengan segala kesan2nya, X-mas atau pun Christmas tdklah begitu penting yg menjadi pemikiran dan perenungan apakah tgl 25 dec itu hari kelahiran Tuhan Yesus? saya sdh baca sejarah munculnya natal dan juga tanggapan dari gereja katolik, ternya GK menunjuk atau memilih tgl 25 des sebagai tgl kelahiran Tuhan Yesus agar ada kepastian, yg menjadi pertanyaan:
    1. GK sendiri tdk tahu kapan kelahiran Tuhan Yesus kenapa harus menentukan kelahiran Yesus? bukankah ini sudah berbohong? [Gereja gak sembarangan menentukannya, ada perhitungannya, kenapa ditentukan tentunya agar kami dapat merayakan kelahiran Ia yang lahir sebagai penyelamat kami. Kalaupun saya tidak tahu tanggal kelahiran anak saya, apakah saya salah dan berbohong kalau memilih satu tanggal untuk memperingati kelahirannya? Toh faktanya anak saya lahir.]
    2. Kenapa memilih tgl 25 des? sedangkan tgl 25 des ini merupakan tgl perayaan pagan menyambut kelahiran dewa matahari? dan di betlehem sendiri tgl ini udaranya dingin? [Silakan baca link2 yang diberikan. Dibaca dan DIPAHAMI]
    3.saya menganggap tgl 25 ini merupakan perayaan pagan kenapa saya menganggap demikian [Terserah saja kalau anda menganggap demikian, toh anggapan anda tidak akan mempengaruhi apapun], di setiap penjuru bumi semua merayakan natal baik itu orang yg mengenal sampai kepada orang yg tdk mengenal Yesus semua bergembira merayakan natal saya melihat pohon natal di negara islam, di thailand yg 90% tdk mengenal Yesus dan mereka tahu natal itu adalah hari kelahiran Yesus sang juru selamat dunia apakah mereka bertobat? menyambut natal mulai dari hari pertama bulan desember orang2 sudah mempersiapkan baju baru menyiapkan pesta yg merupakan hal2 duniawi ini terjadi pada orang2 percaya juga dan kalau saya linkkan dengen perayaan pagan ya saya percaya bahwa tgl 25 desember adalah hari penyembahan iblis dewa matahari hanya saja blm banyak orang mengerti dan berapa persen orang bertobat karena perayaan natal ini?[Gak ada hubungannya orang mau bertobat atau gak dengan perayaan Natal] coba sekarang perhatikan setelah natal lewat adakah kemeriahan natal akan sama dari hari kehari selama 360 hari/24 jam? [Natal tidak identik dengan kemeriahan apapun, jangan samakan perayaan Natal Gereja dnegan Natal yang dilakukan oleh orang2 sekuler yang hanya ingin mengambil keuntungan dari perayaan ini]

    1. Silakan lihat juga video ini, jawaban anda sudah terjawab disana semuanya : http://www.youtube.com/watch?v=3E6wstD0b30

    2. Salam,

      [Gereja gak sembarangan menentukannya, ada perhitungannya, kenapa ditentukan tentunya agar kami dapat merayakan kelahiran Ia yang lahir sebagai penyelamat kami. Kalaupun saya tidak tahu tanggal kelahiran anak saya, apakah saya salah dan berbohong kalau memilih satu tanggal untuk memperingati kelahirannya? Toh faktanya anak saya lahir.] saya mau mengutip sedikit dari situs katolisitas

      “Di sini Gereja mengetahui secara persis, bahwa kematian Tuhan Yesus di kayu salib jatuh pada hari Jumat dan kebangkitannya adalah hari Minggu. Pada masa gereja awal, ada yang memaksakan untuk mengadakan hari Tuhan pada hari Sabat (mulai hari Jumat sore sampai Sabtu malam). Namun beberapa Santo di abad awal mempertahankan bahwa hari Tuhan harus hari Minggu dengan alasan: 1) Yesus bangkit pada hari Minggu, 2) Yesus memperbaharui hukum dalam Perjanjian Baru dengan hukum yang baru. Dengan dasar inilah Gereja berkeras untuk mempertahankan hari Minggu sebagai hari Tuhan.

      Namun dalam kasus perayaan Natal, tidak ada yang tahu secara persis hari kelahiran Tuhan Yesus. dikatakan TIDAK ADA YANG TAHU [YA! Dan Gereja tidak menyangkal ini]. lalu bagaimana anda bisa bilang gereja ngak sembarangan menentukannya? [Sudah baca link2 yang saya berikan? Sudah lihat video yang saya kasih? Kalau belum, sana lihat dulu! Anda ini cuma sekedar baca tapi gak paham yang anda baca.] Lalu analogi atau contoh “Kalaupun saya tidak tahu tanggal kelahiran anak saya, apakah saya salah dan berbohong kalau memilih satu tanggal untuk memperingati kelahirannya? Toh faktanya anak saya lahir.] BENAR FAKTANYA KALO ANAK ANDA LAHIR tetapi berbohong [Tentu tidak berbohong karena Saya sendiri berkata bahwa saya tidak tahu tanggal kelahiran anak saya, sama seperti Gereja yang tidak pernah menyatakan bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 Desember] demi merayakan perayaan ulang tahun anak anda, ya salah besar bagai mana pada akhirnya anak anda tahu bahwa tgl kelahirannya bukan di tanggal itu tentu anak anda akan kecewa dengan anda [Oh tentu tidak akan kecewa, karena kami tidak mempedulikan soal tanggal, sama seperti Gereja yang lebih mementingkan tentang FAKTA DAN KEBENARAN YANG DIRAYAKAN, persoalan tanggal bukan hal yang esensial bagi Gereja] saya percaya Tuhan Yesus pun akan kecewa mungkin Dia akan bilang “orang2 ini sok tahu menggunakan namaKu utk kepentingan duniawi [Ya itu kan terserah anda, tapi saya rasa Yesus tidak akan marah karena Ia sendiri yang memberikan otoritas bagi Gereja-Nya. So?], saya mau kasi saran aja kalau saya sampe lupa tgl lahir anak saya saya akan mencari tahu kepada kerabat terdekat dari orang tua istri adik atau kakak kalau masi mentok saya akn mencari data di rumah sakit di mana anak saya lahir [DAN ITULAH YANG DILAKUKAN BAPA GEREJA! Kalau berkomentar tolonglah yang intelek sedikit, jangan asal bunyi. Baca lagi link yang saya berikan, dimana ada kutipan2 Bapa Gereja. Ini saya kutipkan bagi anda, SILAKAN BUKA MATA DAN PIKIRAN ANDA TANPA PERLU BANYAK BERDALIH :

      For Christ is believed to have been conceived on the 25th of March, upon which day also he suffered; so the womb of the Virgin, in which he was conceived, where no one of mortals was begotten, corresponds to the new grave in which he was buried, wherein was never man laid, neither before him nor since. But he was born, according to tradition, upon December the 25th.”

      “Karena Kristus dipercaya bahwa Ia dikandung pada tanggal 25 Maret, juga pada tanggal itu Ia menderita; sehingga rahim sang Perawan, dimana Ia diakndung, dimana tidak ada manusia lain yang dilahirkan dari rahim tersebut, berhubungan dengan makam baru dimana Ia dikubur, tempat dimana tidak pernah manusia dibaringkan, tidak sebelum Ia juga sejak itu. Tapi Ia lahir, menurut Tradisi, pada 25 Desember” –

      – Saint Augustine, De trinitate, Book 4, 5.

      Bapa Gereja Teofilus, Uskup Caesarea di Palestina (115-181 M), yang hidup dalam masa pemerintahan Kaisar Commodus mungkin adalah orang pertama yang secara eksplisit memberikan pernyataan mengenai Natal:

      “Kita harus merayakan hari kelahiran Tuhan kita pada tanggal 25 Desember yang akan berlangsung.” [Magdeurgenses, Cent. 2.c.6. Hospinian, de Origin Festorum Christianorum]

      Sextus Julius Africanus (220 AD), walau tidak berbicara mengenai adanya perayaan Natal, ia secara implisit menyatakan bahwa 25 Desember sebagai tanggal kelahiran Kristus. Dalam bukunya Chronographia, ia mengatakan bahwa dunia diciptakan pada tanggal 25 Maret berdasarkan kronologi Yahudi dan sejarah Kristen Perdana. Ia mengatakan bahwa pada tanggal 25 Maret ini, Sang Firman Allah menjelma menjadi manusia; hal ini membuat sense simbolis yang sempurna karena pada saat Penjelmaan ini, penciptaan yang baru dimulai. Berdasarkan Julius Africanus, karena Sang Firman Allah menjelma menjadi manusia sejak masa Dia dikandung oleh Perawan Maria, hal ini berarti setelah 9 bulan, Sang Firman Allah yang telah menjadi manusia itu lahir pada tanggal 25 Desember.

      St. Hipolitus dari Roma, pentobat yang dulunya seorang anti-Paus pada masa penggembalaan Paus St. Zephyrinus, Paus St. Kallistus I, Paus St. Urbanus I dan Paus St. Pontianus, secara eksplisit juga menyatakan bahwa Yesus Kristus lahir pada tanggal 25 Desember:
      Untuk kedatangan pertama Tuhan kita dalam daging, [terjadi] ketika Ia lahir di Betlehem,eight days before the kalends of January (25 Desember), hari keempat (Rabu) dalam minggu ketika Augustus (kaisar Romawi) dalam 42 tahun [pemerintahannya] tetapi dari Adam 5500 tahun. Ia (Yesus) menderita pada [usia] 33 tahun, eight days before the kalends of April(25 Maret), tahun kelimabelas Kaisar Tiberius ketika Rufus dan Roubellion dan Gaius Caesar, untuk keempat kalinya, dan Gaius Cestius Saturninus menjadi konsul [di Roma]. (St. Hippolytus of Rome (c. 225 AD), Commentary on Daniel 4.23.3)

      Sedangkan, Bapa Gereja Yohanes, Uskup Nicea, memberitahu kita bahwa Paus St. Julius I (336-352)dengan bantuan tulisan-tulisan dari sejarawan Yahudi,Josephus, telah memastikan bahwa Kristus lahir pada tanggal 25 Desember.

      Pada akhir abad keempat, Uskup Epifanius dari Salamis (salah satu sejarahwan Gereja) memberikan kronologi kehidupan Tuhan Yesus Kristus di mana menurut Kalender Julian (saat ini Gereja Katolik Roma menggunakan Kalender Gregorian) tanggal 6 Januari adalah hari kelahiran Tuhan dan 8 November adalah hari pembaptisan Tuhan di Sungai Yordan.

      Pada permulaan abad kelima, biarawan terpelajar, St. Yohanes Kassianus dari Konstantinopel, pergi ke Mesir untuk mempelajari peraturan-peraturan biara di sana. Antara tahun 418 hingga 425, St. Yohanes Kassianus menulis laporan pengamatannya. Dia memberitahukan kita bahwa uskup-uskup di wilayah itu, pada masa tersebut, menganggap Pesta Epifani (Penampakan Tuhan) sebagai hari kelahiran Tuhan dan tidak ada perayaan terpisah dalam menghormati kelahiran Tuhan. Dia menyebut hal ini “tradisi kuno”. Kebiasaan lama ini segera memberi jalan bagi tradisi baru. Sementara mengunjungi St. Sirillus, Patriark Alexandria;

      Uskup Paulus dari Emesa berkhotbah pada perayaan kelahiran Tuhan Yesus pada 25 Desember tahun 432 M. Natal telah diperkenalkan kepada Mesir sebelum waktu kunjungan ini, dapat dikatakan sekitar 418 dan 432 M dan peristiwa ini menjadi bukti kuat berdasarkan kalender yang telah ada.

      St. Gregorius dari Nazianzus, Bapa Gereja dan Uskup, selama tinggal di daerah Seleucia di Isauria (Turki sekarang) merayakan Natal untuk pertama kalinya di Konstantinopel pada tanggal 25 Desember 379.

      St. Yohanes Krisostomos, Bapa Gereja dan Uskup, berkhotbah di Antiokia pada tanggal 20 Desember 386 dan karena kefasihan pewartaannya, ia berhasil mengajak umat beriman untuk menghadiri Natal 25 Desember 386. Sejumlah besar umat beriman hadir di Gereja ketika Natal dirayakan. Kita memiliki salinan khotbah St. Yohanes Krisostomos. Pada Pengantar khotbah, ia berkata bahwa ia berharap dapat berbicara kepada mereka mengenai perayaan Natal yang telah menjadi kontroversi besar di Antiokia. Dia mengusulkan kepada para pendengarnya untuk menghormati dan merayakan Natal dengan tiga dasar: Pertama, karena Natal telah menyebar dengan cepat dan pesat dan telah diterima dengan baik di berbagai daerah. Kedua, karena waktu pelaksanaan sensus pada tahun kelahiran Yesus dapat ditentukan dari berbagai dokumen kuno yang tersimpan di Roma; Ketiga, waktu kelahiran Tuhan Yesus dapat dihitung dari peristiwa penampakan malaikat kepada Zakarias, ayah Yohanes Pembaptis, di Bait Allah. Zakarias, sebagai Imam Agung, masuk ke dalam Tempat Mahakudus pada Hari Penebusan Dosa Yahudi (The Jewish Day of Atonement). Hari tersebut jatuh pada bulan September menurut kalender Gregorian. Enam bulan sesudah peristiwa ini, malaikat Gabriel datang kepada Maria dan enam bulan kemudian Yesus Kristus lahir, yaitu pada bulan Desember. St. Yohanes Krisostomos menyimpulkan khotbahnya dengan sanggahan telak terhadap orang-orang yang menolak bahwa Sang Allah telah menjadi manusia dan tinggal di dunia. St. Yohanes Krisostomos, dengan mengacu pada khotbah di atas, mengatakan dengan jelas bahwa pada masa tersebut, ketika perayaan Natal diperkenalkan di Timur, Natal telah dirayakan di Roma lebih dulu.

      ], bukankah gereja katolik paling top dalam hal mencari2 bukti sejarah ? saya rasa utk hal ini GK mentok kecuali berbohong seperti analogi yg anda berikan.[KUTIPAN DIATAS ITU BUKTI SEJARAH BUKAN? Analogi saya tidak lengkap, tenty saya memilhi tanggal tersebut dengan pertimbangan yang anda sebutkan (yaitu dengan bertanya pada sanak saudara, seperti Gereja yang mendasarkan pilihannya pada kitab suci dan tulisan bapa Gereja)]

      Anda bilang [Terserah saja kalau anda menganggap demikian, toh anggapan anda tidak akan mempengaruhi apapun], saya mengerti karena byk orang yang masi tertutup dan belum mengerti [Bukannya anda yang belum mengerti?], kalau iman yg berbicara dan Roh Kudus yg menggerakkan tidak ada yg mustahil, seperti saya akhirnya mengerti bahwa Natal ini hanya utk kebutuhan sekuler saja bukan iman termasuk di dalam gereja. [Ya itu kan anda, bukan saya dan banyak orang katolik lainnya]

      [Gak ada hubungannya orang mau bertobat atau gak dengan perayaan Natal ] lah sekarang tujuan merayakan natal apa? Utk kepuasan pribadi? [Untuk merayakan kelahiran Yesus Penyelamat dunia] Tidak mau sharing ama orang yg tdk mengerti siapa Juru Selamat manusia? [Sharing sudah dilakukan melalui tulisan yang ada di blog ini] Mau selamat sendirian ya? [Orang bisa menolak keselamatan yang diberikan, sama seperti anda yang tidak pernah memahami apa isi iman katolik, padahal sudah cukup banyak dijelaskan diberikan link] Ternyata iman yg anda punya hanya tersimpan dalam BOX tertutup rapih seperti perumpamaan seorang hamba yg dikasi satu keping uang yg tdk mau di investasikan. [Kalau mau lihat orang yang bertobat, sana anda lihat nanti waktu perayaan paskah, ada berapa orang yang dibaptis di tiap paroki. Paham?]
      [Natal tidak identik dengan kemeriahan apapun, jangan samakan perayaan Natal Gereja dnegan Natal yang dilakukan oleh orang2 sekuler yang hanya ingin mengambil keuntungan dari perayaan ini] Tidak ada bedanya saudaraku. [Itu bagi anda, tidak bagi kami yang mengerti apa yang Gereja maksudkan dengan perayaan ini]

      NAH, SEKARANG SAYA AKAN MENGAKHIRI DISKUSI DENGAN ANDA. KOMENTAR ANDA TIDAK AKAN SAYA TAMPILKAN SAMPAI ANDA MENGAKUI HAL BERIKUT :

      ANDA MENGAKUI BAHWA ANDA KELIRU DENGAN MENGATAKAN BAHWA GEREJA KATOLIK BERBOHONG DAN TIDAK BISA MEMBERIKAN BUKTI SEJARAH.

      KALAU ANDA TELAH MENGAKUI KEKELIRUAN PERNYATAAN DAN TUDUHAN ANDA, MAKA KOMENTAR ANDA UNTUK SETERUSNYA AKAN SAYA TAMPILKAN. BILA TIDAK MAKA TIDAK SAYA TAMPILKAN. BELAJARLAH UNTUK MENGAKUI KESALAHAN DENGAN RENDAH HATI DAN JUJUR, TIDAK PERLU GENGSI.

  5. Lagu Lamaaaaaa dengan pradigma2 miring spt ini… dah biasa n ga kaget lg.

  6. Benar,, ini sebuah pengetahuan bagi kita, sehingga kita tahu makna yang sebenarnya, terima kasih atas penjelasannya.. Tuhan Berkati.. Merry Christmas.. bagi Teman-teman Semua,,,

  7. tapi apakah kita tdk lbh baik menulis christmas sbgai penyataan yg lbh jelas dan tegas untuk org awam?

  8. ryan hutasoit · · Balas

    terima kasih atas pencerahannya, saya juga dapat dari mailing list sityb yg di pos oleh sis fei, ternyata hanya hoax.

  9. johannes januar wibowo · · Balas

    Sungguh suatu pencerahan bagi iman kita Gbu

  10. yang terpenting adalah niat dan ketulusan hati dalam merayakannya. Tidak penting dari aliran mana, yang jelas kalau ‘mereka’ percaya bahwa yang lahir pada saat itu adalah Yesus Kristus maka Puji nama Tuhan.

  11. saya mendapat pesan BBM seperti itu dan apakah benar pesan itu merujuk ke agama Katolik??? saya pertama kali liat pesan ini menangkap kalo yang dimaksudkan itu untuk orang yang tidak mementingkan agama…. apa benar ke agama kita juga?

    1. Hai Aldo,

      Saya tidak tahu, tapi yang saya tahu penyebutan “X-Mas” tidaklah masalah bagi kita. Yang jadi masalah adalah saat kita secara lugu, menyebarkan isi BBM itu kesemua teman-teman kita, tanpa kita sendiri tahu artinya. Semoga artikel ini sedikit membantu.

      salam,

      Andreas

    2. Setuju bung….. biar mreka mau berkata apa… itu bukan urusan…

    3. He he he…. Mas Aldo… itu mah bukan hal yg baru massss… itu dah dari dulu kala… kalaupun dijelasin ky apa jg… mreka ga bakalan mau ngerti. biarin aja laaaahhhh….. yg penting kan kita ndiri yg ngejalaninnya… Sama halnya dengan Devosi terhadap Bunda Maria…. kita jelasin ampe jungkir balik keliling jakarta… mreka ya ngangguk2 tapiiii akhirnya ya sama aja….. GA MAU NGERTI.

  12. Terimaksih ini sangat membantu meluruskan kesalah pahaman tsb

  13. Terima kasih tuk penjelasannya,saya cukup terusik ketika mendapat Broadcast message tentang hali ini, Syukurlah penjelasan dan pembelaan yang saya lakukan ternyata benar, semoga BM ini bukan semacam usaha tuk mendiskreditkan salah satu kekayaan tradisi katolik meski memang harus diakui ada tantangan dari pemaknaan seklar terhadap natal

  14. thanks for telling me :)

  15. lenny kartika · · Balas

    Woww.. Terima kasih untuk pencerahannya :) God bless.

    1. christine · · Balas

      Terima kasih untuk penjelasannya, jujur sy smpt terusik ketika bbrp teman sy yg kebetulan non katholik mem-broadcast hal ini, tp sy masih maklum krn mrk tdk benar2
      mengenal ajaran kita… Tetapi stlh ada sahabat dan kebetulan orang katholik jg… sy merasa harus mencari kebenaran..biar kita jd ngga terjebak dgn berita2 yg sifatnya hoax …GBU..

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: