Masa Adven Mengingatkan Kita: Anda Tertidur, Anda Kalah!

advent

oleh: Marcellino D’ Ambrosio, Ph.D

Apakah anda pernah satu hari saja menginginkan Allah untuk muncul, menjentikkan jari-jari-Nya dan membuat mukjijat? Umat Israel juga memiliki hari-hari seperti itu selama sekitar 500 tahun, mengerang di bawah penindasan dari satu tirani ke tirani lainnya. Yesaya menyuarakan perasaan ini: “Sekiranya Engkau mengoyakkan langit dan Engkau turun, sehingga gunung-gunung goyang di hadapan-Mu” (Yes 64:1)

Masalahnya adalah Ia menjawab doa mereka. Ia muncul, di dalam pribadi, melakukan mukzizat lebih daripada apa yang orang lain pikirkan. Tetapi mereka gagal untuk mengenal-Nya. Faktanya, mereka menyalibkan-Nya.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Analisis dari Yesus ialah bahwa mereka tertidur saat bekerja (Mrk 13:33-37). Tentu saja, mereka menyibukkan diri mereka sendiri dengan beragam aktivitas, termasuk praktek-praktek yang saleh. Tetapi gerakan yang konstan bisa menidurkan anda, seperti seorang bayi di sepanjang perjalanan dengan mobil. Tertidur berarti tidak sadar. Tidak siaga. Merasa mengantuk. “Tidak ada yang memanggil nama-Mu atau yang bangkit untuk berpegang kepada-Mu” (Yes 64:7). Lip service tidaklah cukup. Membuat Allah menjadi bagian yang bisa diatur tidaklah cukup. Ia meminta untuk disembah, ketika dapat dikatakan bahwa Ia harus berada di tengah panggung, menjadi prioritas utama. Kita tidak cuma percaya bahwa Ia itu ada, tetapi dengan antusias mengejar-Nya dan kehendak-Nya bagi kehidupan kita.

Ia berjanji untuk datang kembali. Tetapi kali ini tidak dengan cara sembunyi-sembunyi. Ia tidak memakai kain bedung, tetapi jubah hakim. Adven, pertama dan terutama adalah waktu untuk mengingat bahwa Ia datang lagi dan bahwa kita harus sedikit lebih baik mempersiapkan diri untuk kedatangan-Nya daripada Bangsa Israel pertama kali.

Jadi apa yang telah masyarakat kita lakukan dengan masa Adven? Adven telah berubah menjadi hari berbelanja sebelum Natal. Sebagaimana jika kita sudah tidak cukup terganggu dari hal-hal tentang Allah, sekarang waktunya untuk menghilangkan secara total suara kecil dengan “fa-la-la-la-la” nyanyian lagu Natal. Di antara hiruk-pikuk di mall dan pesta di kantor, sangat mudah untuk mati rasa terhadap makna sejati dari masa Adven.

Apakah anda pernah mendengar lelucon tentang imam muda yang terburu-buru lari ke kantor sang pastor dan berkata “Tuhan telah terlihat berjalan di gang Gereja. Apa yang harus kita lakukan?” Sang pastor melihat dia dengan khawatir dan berkata: “Demi Allah, frater, terlihatlah sibuk!, terlihatlah sibuk!”

Yesus di Injil Markus menyatakan dengan jelas bahwa ini tidak akan menjadi pemandangan yang indah jika Dia muncul hanya untuk menemukan kita tertidur secara rohani. Ini bukanlah sebuah persoalan tentang terlihat benar-benar sibuk, tapi terlihat sibuk dengan hal yang tepat, sibuk mengejar Allah dan melakukan kehendak-Nya.

Kaum puritan mengenal sebuah cara bahwa liburan yang suka ria mengalihkan orang dari arti sejati kelahiran Kristus. Solusi mereka adalah melarang liburan dan segala hubungannya dengan pesta-pesta. Pendekatan Gereja Katolik bukan dengan melarangnya tapi menggunakannya. Di dalam keasyikan dengan membeli hadiah Natal untuk semua orang yang dikasihi, apakah kita ingat bahwa Ia dianugerahkan atas diri kita kasih karunia (1Kor 1:3-9) yang dibuat untuk menyiapkan kedatangan-Nya? Ada karunia dari sakramen-sakramen, harta karun dari doa-doa Katolik dan spiritualitas, warisan pusaka yang kaya dari para pahlawan dan orang-orang kudus, karisma dan karunia dari Roh Kudus. Bukankah akan hebat jika daftar Natal tahun ini dipenuhi dengan hadiah yang bisa membantu orang membuka karunia spiritual Allah, yang sebenarnya memiliki sesuatu dengan Yesus? Dan bagaimana jika kita mendisiplinkan diri kita sendiri untuk mendahului setiap kunjungan kita ke mall dengan kunjungan ke Sakramen Mahakudus? Dan mungkin sama seperti kita menghiasi ruangan, kita harus bertekun setidaknya sama perhatiannya dengan mendandani diri kita sendiri dengan kebajikan yang akan lebih menyenangkan diri-Nya daripada holly (sejenis tumbuh-tumbuhan yang hijau dan runcing daunnya) dan ivy (sejenis tumbuhan menjalar).

Refleksi atas bacaan Minggu pertama dari Masa Advent

sumber

One comment

  1. Dewi Novita · · Balas

    Masa persiapan menyambutTuhan. Agar kita lebih bertanggung jawab dgn tugas2 kita n kehidupan sehari2

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: