5. Deposit Iman dan Tradisi

Apa yang Gereja ajarkan, dan ringkaskan didalam syahadatnya, bukanlah ditemukan oleh Gereja. Tapi diturunkan kepada Gereja dari Yesus Kristus, Allah didalam daging. Itulah kenapa disebut “Tradisi Suci” – “suci” karena datang dari Allah, bukan manusia biasa, dan “tradisi” karena diturunkan (kata “tradisi” dalam latin berarti “diturunkan”).

“Pusaka Suci” Bdk. 1 Tim 6:20; 2 Tim 1:12-14. iman [depositum fidei] yang tercantum di dalam Tradisi Suci dan di dalam Kitab Suci dipercayakan oleh para Rasul kepada seluruh Gereja.” (Katekismus Gereja Katolik 84).

Gereja memberikan kita Tradisinya seperti ibu yang memberikan pakaian yang dulu pernah di pakai oleh saudara/ saudari tua kita dulu.

Tetapi tidak seperti pakaian duniawi, pakaian ini tidak dapat dirusak karena bukan terbuat dari wol atau katun tetapi Kebenaran. Ini ditemukan oleh Allah, bukan manusia. “Tradisi” ini (“T” dengan huruf besar) harus dibedakan dari semua tradisi manusia (“t” dengan huruf kecil).

Gereja harus selalu setia kepada Deposit imannya. Ini adalah datanya; gereja bukanlah pengarang atau editor tetapi hanya pembawa surat. Ini surat Allah. Ini suci. Ia tidak mempunyai otoritas untuk merubah atau menghapus bagian mana saja, tidak peduli betapa tidak populernya hal itu akan berdampak khususnya terhadap kehidupan masyarakat atau individu. Itulah kenapa ia tidak menyetujui hal seperti perbuatan zina, perceraian, kontrasepsi, atau sodomi, hingga sekarang.

Hal tersebut bukan berarti bahwa Iman tidak bisa berubah. Itu secara konstan berubah – tetapi bertumbuh dari dalam, seperti tumbuhan, bukan perubahan atau penghancuran dari luar, seperti mesin atau pabrik – atau manusia – yang membuat ideologi, filsafat, atau sistem politik. Gereja bisa lebih jauh mengeksplore dan menjelaskan dan menginterpretasikan Deposit imannya yang asli, menjelaskan lebih lanjut lagi makna dirinya yang lebih dalam dan mempraktekkan didalam waktu yang terus berubah – dan dalam pengertian ia “berubah” dengan terus menjadi besar; tapi ia tidak bisa berubah jadi mengecil. Ia tidak menyesuaikan diri terhadap permintaan dari dunia sekular. Ia patuh pada otoritas yang lebih tinggi.

sumber: booklet The Luke E Hart Series Basic Element of the Catholic Faith; Part One: Faith; by Peter Kreeft.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: