1. Mengapa Kita Memerlukan Iman?

Kita memerlukan iman karena dunia kita penuh dengan kematian.

Begitu juga kita. Setiap orang akan mati. Begitu juga tiap bangsa. Banyak individu-individu dan bangsa-bangsa akan saling membunuh. Dunia kita selalu menjadi dunia yang berperang dengan dirinya sendiri, karena dunia telah berperang dengan Allah.

“Kita tidak berdamai dengan orang lain karena kita tidak berdamai dengan diri kita sendiri. Dan kita tidak berdamai dengan diri kita sendiri karena kita tidak berdamai dengan Allah” (Thomas Merton).

Kodrat manusia tidak berubah. Hari ini kita hidup dimana Wakil Kristus menyebutnya “budaya kematian,” sebuah budaya yang membunuh anak-anak sebelum lahir dan membunuh anak-anak setelah lahir, membunuh orang yang tidak bersalah dan orang yang beriman dan keluarga-keluarga. Apa jawaban dari budaya kematian ini?

Iman. Iman Katolik adalah jawabannya.

Beriman didalam Allah yang tidak meninggalkan kita didalam kegelapan, tetapi telah menampakkan diri-Nya sendiri sebagai Pencipta kita; yang, karena kasih-Nya, menciptakan kita untuk hidup mencintai, didunia ini dan yang akan datang.

Beriman didalam Injil, Kabar Baik dari manusia yang berkata Ia adalah Allah yang turun dari surga untuk mati di Salib, untuk menyelamatkan kita dari dosa dan untuk membangkitkan kita dari maut serta menyelamatkan kita dari kematian.

Beriman didalam Gereja, Ia meninggalkan kepada kita tubuh-Nya yang kelihatan di bumi, diberi kuasa oleh Roh-Nya, mempunyai otoritas untuk mengajar didalam nama-Nya, dengan otoritas-Nya: untuk mengundang kita agar percaya kebenaran Injil-Nya, untuk menjalani kehidupan cinta-Nya, dan untuk merayakan sakramen-sakramen kehadiran-Nya.

Gereja ini satu-satunya yang memastikan kita dan terang yang dapat dipercaya didalam dunia yang indah tapi rusak ini.

Iman adalah jawaban terhadap ketakutan. Jauh didalam lubuk hati, kita semua ketakutan: atas penderitaan kita, kematian, penghakiman Allah, ketidaktahuan, kelemahan, kehidupan kita yang terpeleset jatuh jauh dari kendali kita, atau kita tidak dimengerti dan dicintai. Kita berdosa karena kita ketakutan. Kita mengganggu orang yang lemah karena kita pengecut.

Iman melenyapkan ketakutan, seperti cahaya mengusir kegelapan. Allah telah memancarkan sinarnya kedalam dunia kita, dan sinarnya lebih kuat daripada kegelapan. (John 1:5)

Cahaya itu adalah Yesus Kristus.

sumber terjemahan dikutip dari booklet The Luke E Hart Series Basic Element of the Catholic Faith; Part One: Faith; by Peter Kreeft.

2 komentar

  1. bagaimanakah menumbuhkan iman yang datang dari penglihatan???

    1. Maaf saya tidak mengerti pertanyaan anda, maksudnya “penglihatan” seperti apa?

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: