Bicara Saja Itu Mudah

Oleh: Marcellino D’Ambrosio, Ph.D

Tidak akan pernah kekurangan kata-kata. Kata-kata begitu berlimpah-limpah karena bicara saja itu mudah. Mudah untuk membuat janji. Menepati janji merupakan hal yang sama sekali berbeda, seperti Injil Minggu ini membuatnya jadi sangat jelas.

Lebih dari milyaran orang di planet ini yang telah sungguh-sungguh berjanji untuk menjalani kehidupan demi melayani Allah dengan penuh kasih. Untuk itulah Baptis dan Krisma artinya. Jutaan memperbaharui janji ini setiap Minggu. Itulah artinya dengan mengatakan syahadat dan menerima komuni. Tapi apa tindakan kita? sedihnya, kebanyakan orang Kristen yang sudah dibaptis mempunyai gaya hidup yang tidak sesuai dengan apa yang mereka katakan.

Actions speak louder than words (tindakan berbicara lebih nyaring daripada kata-kata). Lidah sering berbohong. Tapi bahasa tubuh tidak pernah berbohong. Hal itu mengungkapkan siapa kita yang sebenarnya, prioritas kita yang sesungguhnya.

Firman Allah lebih dari sebuah kata-kata. Firman-Nya begitu besar dan itu adalah Pribadi, Pribadi Kedua dari Tritunggal Mahakudus. Dan Firman ini tidak puas dengan mengatakan “Aku mencintaimu.” Sebaliknya Ia melompat kedalam tindakan, mengosongkan diri-Nya dari kemuliaan, mengambil rupa seperti budak, menyembuhkan yang sakit dan mencuci kaki. Perkataan terakhir dan yang paling pokok dari Sang Firman adalah sebuah Salib, surat cinta yang paling mengesankan yang pernah ditulis, akhir dari 33 tahun hidup cinta didalam tindakan. (Filipi 2:1-11)

Kita tidak perlu memenangi hati Allah melalui perbuatan yang sempurna. Sang Putra melakukan ini untuk kita karena kita tidak mampu. Tetapi kita perlu untuk mengakui kebutuhan kita pada-Nya, bertobat dari dosa-dosa kita, menerima apa yang Yesus lakukan untuk kita, dan mencari kehendak Allah dalam kuasa Roh.

Kita berkata “maaf”. Tapi penyesalan lebih daripada mengatakan maaf. Ini termasuk tekad untuk mengubah hidup seseorang dengan bantuan rahmat Allah dan untuk menghindari “kesempatan untuk berbuat dosa.” Jika kita menyesal jatuh dari jurang dan segera setelah itu, berjalan menuju tepi jurang lagi, tindakan kita menenggelamkan perkataan kita yang lemah. Jika kita pergi ke bilik pengakuan karena dosa seks tapi tidak berhenti berlangganan majalah playboy, kita mungkin membodohi Imam dan mungkin diri kita sendiri, tetapi kita tidak bisa membodohi Allah.

Ketika cerita perumpamaan dari dua anak ini, anak yang satu berkata ya pada kehendak Sang Bapa dan gagal untuk melakukannya, mungkin ada alasan yang diberikan. “saya lupa.” “nanti saya akan kesana.” “saya sangat sibuk.” “saya melakukan lebih daripada apa yang saya terima-biarkan saudara saya yang lakukan.” Allah bijaksana pada semua ini. Ia mendengar jawaban yang sesungguhnya yang telah diberikan–“Tidak.” Anak yang paling muda seharusnya tidak mengatakan tidak kepada Sang Bapa secara verbal. Tapi hatinya berubah. Dan tindakannya menunjukkan hatinya yang berubah.

Banyak yang tidak dapat melihat bagaimana Allah yang mengasihi mampu mengutuk semua ke neraka. Saya pikir jawabannya sederhana. Ya, Ia adalah Allah yang mengasihi dan juga Allah yang jujur. Dan Ia dengan tegas bahwa manusia yang telah Ia ciptakan bebas untuk jujur dengan diri mereka sendiri dan menerima tanggung jawab untuk jawaban yang mereka pilih secara bebas atas panggilan-Nya. Bukan “mungkin”. Bukan “saya pikir-pikir dulu”. Tapi hanya kata ya atau tidak. Sampai akhir, kita memiliki kebebasan untuk merubah jawaban kita. Tapi jawaban akhir yang Allah baca tidak tertulis dalam bahasa Ibrani, Yunani, atau Romawi, tapi dalam karakter yang terbentuk oleh perbuatan kita.

Refleksi pada bacaan Minggu Biasa ke XXVI, Yeh 18:25-28, Mzm 25:4bc-5,6-7,8-9, Flp 2:1-11, Mat 21:28-32.

sumber

One comment

  1. amin, sangat membngun!!!! GBU

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: