Kardinal Dari Spanyol Merekomendasikan Agar Umat Katolik Menerima Komuni Di Lidah

Cardinal Antonio Canizares Llovera

Kardinal dari Spanyol Antonio Canizares Llovera baru-baru ini merekomendasikan umat Katolik untuk menerima Komuni di lidah, sambil berlutut.

“Hal ini agar kita benar-benar tahu bahwa kita berada didepan Allah sendiri dan bahwa Ia datang kepada kita dan bahwa kita tidak pantas” inilah yang Kepala Kongregasi untuk Penyembahan Ilahi dan Disiplin dari Sakramen katakan saat wawancara dengan CNA selama masa kunjungannya di Lima, Peru.

Keterangan sang Kardinal datang dalam merespon sebuah pertanyaan tentang apakah seorang Katolik harus menerima Komuni di tangan atau di lidah.

Ia merekomendasikan bahwa orang Katolik “menerima Komuni di lidah sambil berlutut”

Menerima Komuni dengan cara ini, Sang Kardinal meneruskan, “adalah tanda adorasi yang perlu untuk di pulihkan kembali. Saya pikir seluruh Gereja perlu untuk menerima Komuni sambil berlutut.”

“Bahkan,” ia menambahkan, “jika seseorang menerima sambil berdiri, sebuah genuflect [berlutut dengan satu kaki] atau membungkuk yang dalam harus dibuat, dan hal ini yang tidak terjadi sekarang ini.”

“Jika kita meremehkan Komuni, kita meremehkan semuanya, dan kita tidak bisa kehilangan sebuah moment yang sangat penting sekali disaat menerima Komuni, dalam mengakui kehadiran nyata Kristus disana, dari Allah yang adalah kasih diatas segala kasih, seperti yang kita nyanyikan didalam hymne Spanyol.

Didalam merespon sebuah pertanyaan tentang pelecehan liturgi yang sering terjadi, Kardinal Canizares berkata mereka [i.e. pelecehan liturgi] harus “diperbaiki, khususnya melalui pembentukan yang tepat: pembentukan untuk para seminari, untuk para imam, untuk para katekis, untuk semua seluruh umat Kristen yang setia.”

Pembentukan seperti itu harus memastikan bahwa perayaan liturgi mengambil tempat “dalam keselarasan dengan tuntutan dan kehormatan dari perayaan, dalam keselarasan dengan norma dari Gereja, yang mana hanya ada satu jalan agar kita bisa dengan sungguh-sungguh merayakan Ekaristi,” ia menambahkan.

“Uskup memiliki tanggung jawab yang unik” dalam tugas pembentukan liturgi dan perbaikan dari pelecehan liturgi, Sang Kardinal berkata, “dan kita harus tidak boleh gagal untuk memenuhinya, karena semua yang kita lakukan untuk memastikan bahwa Ekaristi dirayakan dengan sepantasnya, akan memastikan partisipasi yang pantas didalam Ekaristi.”

sumber

2 komentar

  1. Banyak komentar setelah artikel ini dipublish, saya menanggapinya dengan membuat sebuah artikel

    https://luxveritatis7.wordpress.com/2011/09/10/menanggapi-keberatan-keberatan-komuni-di-lidah-sambil-berlutut/

    silahkan dibaca, dan jangan lupa tinggalkan komentar.

    Andreas

  2. kardinal canizares mengomentari sebagai sesuatu yang utuh yang datang dari dalam kebebasan Ekaristi. hikmat dan tidak ada kejanggalan dalam pribadi setelah kita datang dan mengaku dosa kita. di hadapan Tuhan dan Imam.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: