PD : Tujuh Sakramen Gereja

Baptisan (KGK 1213-1284)

Karena dosa asal, kita lahir tanpa rahmat dalam jiwa kita, sehingga tidak ada jalan untuk kita memiliki persaudaraan dengan Allah. Yesus menjadi manusia untuk membawa kita kedalam persatuan dengan Bapa-Nya. Ia berkata tidak ada yang bisa masuk kedalam kerajaan Allah kecuali ia lahir “dari air dan Roh” – hal ini menunjuk pada baptisan.

Melalui baptisan kita lahir kembali, tapi kali ini pada level spiritual bukan pada level fisik. Kita dibasuh dalam bak kelahian kembali (Titus 3:5). Kita dibaptis kedalam kematian Kristus dan karenanya berbagi dalam Kebangkitan (Rom 6:3-7)

Baptisan membersihkan dosa-dosa kita dan membawa Roh Kudus dan rahmat-Nya kedalam jiwa kita (Kis 2:38; 22:16). Dan rasul Petrus mungkin yang paling terus terang :”Baptisan sekarang menyelamatkanmu” (1 Pet 3:21). Baptisan adalah pintu gerbang ke dalam Gereja.

 

Tobat (KGK 1422-1498)

Terkadang pada perjalanan kita menuju tanah surgawi terjanji kita tersandung dan jatuh dalam dosa. Allah selalu siap untuk mengangkat kita dan mengembalikan kita kepada persekutuan penuh-rahmat dengan-Nya. Ia melakukan ini melalui sakramen tobat (yang juga dikenal sebagai pengakuan dosa atau rekonsiliasi)

Yesus memberikan para rasul kuasa dan otoritas untuk merekonsiliasikan kita kepada Bapa. Mereka menerima kuasa Yesus sendiri untuk mengampuni dosa ketika ia menghembuskan mereka dan berkata “Terimalah Roh Kudus. Jika kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, jika kamu menyatakan dosanya tetap ada, maka dosanya tetap ada” (Yoh 20:22-23)

Paulus mencata bahwa “semua ini berasal dari Allah, yang telah merekonsiliasikan kita kepada diri-Nya melalui Kristus dan memberikan kita pelayanan rekonsiliasi…Jadi, kita adalah pelayan-pelayan Kristus , seolah-olah Allah menasehati melalui kita” (2 Kor 5:18-20). Melalui pengakuan kepada imam, pelayanAllah, dosa kita diampuni, dan kita menerima rahmat unuk membantu kita melawan godaan di masa depan.

 

Ekaristi (KGK 1322-1419)

Sekali kita menjadi anggota keluarga Kristus, Ia tidak membiarkan kita kelaparan, tapi memberi makan kita dengan tubuh dan darah-Nya melalui Ekaristi. Dalam Perjanjian Lama, selagi mereka mempersiapkan perjalanan ke gurun, Allah memerintahkan umat-Nya untuk mengorbankan anak domba dan memercikkan darahnya didepan pintu, sehingga Malaikat Maut melewati rumah mereka. Kemudia mereka makan anak domba untuk menentukan perjanjian dengan Allah.

Anak Domba adalah prefigurasi Yesus. Ia adalah “Anak domba Allah” sejati, yang menghapus dosa dunia (Yoh 1:29). Melalui Yesus kita masuk ke dalam Perjanjian Baru dengan Allah (Luk 22:20), yang melindungi kita dari kematian kekal. Umat Allah Perjanjian Lama memakan domba paskah yahudi. Sekarang kita harus makan Anak Domba yang adalah Ekaristi. Yesus berkata “Jika kamu tidak makan daging dan minum darah-Ku, kamu tidak memiliki kehidupan didalam dirimu”

Pada Perjamuan Terakhir Ia mengambil roti dan anggur dan berkata,”Ambillah dan makanlah. Inilah Tubuhku…Inilah darahku yang ditumpahkan bagimu” (Mark 14:22-24). Dalam cara ini Yesus mendirikan sakramen Ekaristi, makanan kurban yang dimakan orang katolik tiap Misa.

Gereja Katolik mengajarkan bahwa kurban Kristus di salib terjadi “sekali untuk selamanya”; tidak bisa diulang (Ibr 9:28). Kristus tidak “mati kembali” selama Misa, tapi kurban yang sama yang terjadi di Kalvari dihadirkan kembali di altar. Inilah alasannya Misa bukan kurban “lain”, tapi sebuah partisipasi dalam kurban Kristus yang terjadi sekali-untuk-selamanya-di salib.

Paulus mengingatkan kita bahwa roti dan anggur sungguh menjadi tubuh dan darah aktual Yesus :”Siapapun yang makan dan minum tanpa menyadari tubuh Tuhan makan dan minum penghakiman dirinya sendiri” (1 Kor 11:27-29)

Setelah konsekrasi roti dan anggur, tidak ada roti dan anggur yang tinggal di altar. Hanya Yesus sendiri, dalam rupa roti dan anggur, yang tetap tinggal.

 

Krisma (KGK 1285-1321)

Allah mengatukan jiwa kita dalam cara yang lain, melalui sakramen krisma. Bahkan meskipun murid Yesus menerima rahmat sebelum Kebangkitan, pada Pentekosta Roh Kudus datang untuk menguatkan mereka dengan rahmat baru untuk pekerjaan sulit di depan.

Mereka pergi dan mengkhotbahkan injil tanpa takut dan membawa misi yang Kristus berikan kepada mereka. Kemudian, mereka menumpangkan tangan pada yang lain untuk menguatkan mereka juga (kis 8:14-17). Melalui krisma kamu juga dikuatkan untuk menghadapi tantangan spiritual dalam kehidupanmu.

 

Perkawinan (KGK 1601-1666)

Sebagian besar orang dipanggil pada kehidupan perkawinan. Melalui sakramen perkawinan Allah memberikan rahmat khusus untuk membantu pasangan yang telah menikah dengan kesulitan hidup, khusunya untuk membantu membesarkan anak-anak mereka sebagai pengikut yang mencintai Kristus.

Perkawinan melibatkan tiga pihak, pengantin pria dan wanita, dan Allah. Ketika dua orang Kristen menerima sakramen perkawinan, Allah bersama mereka, menyaksikan dan memberkati perjanjian perkawinan. Perkawinan sakramental bersifat permanen, hanya kematian yang bisa mematahkannya (Mark 10:1–12, Rom. 7:2–3, 1 Kor. 7:10–11).   Persatuan kudus ini adalah symbol hidup dari hubungan yang tidak terpecahkan diantara Kristus dan Gereja-Nya (Ef 5:21-23)

 

Imamat (KGK 1536-1600)

Lainnya dipanggil untuk berbagi dalam imamat khusus Kristus. Dalam Perjanjian Lama, meskipun Israel adalah kerajaan imam (Kel 19:6), Tuhan memanggil pria tertentu kepada pelayanan imamat khusus (Kel 19:22). Dalam Perjanjian Baru, meskipun umat Kristen adalah kerjaaan imam (1 Pet 2:9), Yesus memanggil pria tertentu kepada pelayanan imamat khusus (Roma 15 : 15-16)

Sakramen ini disebut tahbisan/imamat. Melaluinya imam ditahbiskan dan karenanya diberi kuasa untuk melayani Gereja (2 Tim 1:6-7) sebagai pastor, guru, dan bapa spiritual yang menyembuhkan, member makan, dan menguatkan umat Allah – yang paling penting melalui khotbah dan pelaksanaan sakramen-sakramen.

 

Pengurapan Orang Sakit (KGK 1499-1532)

Imam peduli terhadap kita ketika kita sakit secara fisik. Mereka melakukan ini melalui sakramen yang dikenal sebagai pengurapan orang sakit. Kita Suci menginstruksikan kita “Adakah diantara kamu yang menderita?Ia harus berdoa…Adakah diantara kamu yang sakit? Ia harus memanggil presbiter (imam) Gereja, dan mereka harus mendoakannya dan mengurapinya dengan minyak dalam naam Tuhan, dan doa iman akan menyelamatkan orang sakit, dan Tuhan akan membangkitkannya. Jika ia telah melakukan dosa apapun, ia akan diampuni” (Jas 5:14-15). Pengurapan orang sakit tidak hanya membantu kita bertahan dalam kesakitan, tapi juga membersihkan jiwa kita dan menolong kita mempersiapkan diri bertemu Allah.

Sumber.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: