PD : 3. Argumen dari Waktu dan Kemungkinan

 

  1. Kita menyadari disekitar kita hal-hal yang menjadi ada dan tidak ada. Pohon, sebagai contoh, tumbuh dari tunas kecil, berbunga dengan indah, kemudian memudar dan mati.
  2. Apapun yang menjadi ada atau tidak ada tidak harus ada, ketiadaan adalah kemungkinan yang nyata
  3. Anggaplah tidak ada yang harus ada, yaitu, bahwa ketiadaan adalah kemungkinan nyata untuk segalanya.
  4. Maka sekarang tidak ada sesuatu yang ada
  5. Karena jika alam semesta mulai ada, maka semua keberadaan harus menelusuri asalnya kepada momen masa lalu sebelum ia ada – secara literal – yaitu ketiadaan sama sekali.
  6. Tapi dari ketiadaan tidak ada yang muncul.
  7. Jadi alam semesta tidak bisa mulai ada
  8. Namun anggaplah alam semesta tidak pernah mulai ada. Maka, untuk durasi panjang yang tak terbatas dari sejarah kosmis, semua keberadaan yang telah dibangun – mungkin tidak terjadi.
  9. Tapi jika dalam waktu yang tidak terbatas kemungkinan itu tidak pernah disadari, maka itu tidak bisa menjadi kemungkinan yang nyata sama sekali.
  10. Jadi harus ada sesuatu yang harus ada, yang tidak bisa tidak ada. Keberadaan ini disebut necessary (mungkin bisa diterjemahkan sebagai sesuatu yang harus ada).
  11. Apakah keharusan ini bagian dari suatu hal dalam dirinya atau diturunkan dari yang lain. Jika diturunkan dari hal lain maka akhirnya harus ada sebuah keberadaan yang tidak diturunkan, yaitu, sebuah keberadaan penting yang absolut.
  12. Keberadaan absolut ini adalah Allah.

Pertanyaan 1 : Meskipun kamu tidak pernah melangkah keluar rumah sepanjang hari, adalah mungkin untuk melakukannya. Mengapa tidak mungkin bahwa alam semesta masih ada, sekalipun mungkin baginya untuk keluar dari keberadaan?

Jawaban : Dua kasus diatas tidak sungguh parallel. Untuk melangkah keluar rumah pada suatu hari adalah seseuatu yang bisa atau tidak bisa dipilih untuk dilakukan. Tapi jika ketidakberadaan adalah kemungkinan nyata bagimu, maka kamu adalah semacam keberadaan yang tidak bisa hidup selamanya. Di lain kata, kemungkinan ketiadaan harus dibangun – “diprogram,” dalam bagian pembentukan, properti yang perlu. Dan jika semua keberadaan seperti itu, maka bagaimana apapun tetap ada setelah berlalunya waktu yang tak terbatas? Karena waktu yang tak terbatas setiap waktu singkatnya (bit) adalah selama-lamanya. Jadi keberadaan harus memiliki apa yang diperlukan untuk ada selamanya, yaitu, untuk tinggal dalam keberadaan untuk waktu tak terbatas. Oleh karena itu harus ada dalam wilayah keberadaan sesuatu yang tidak cenderung keluar dari keberadaan. Dan keberadaan ini, seperti yang dikatakan Aquinas, disebut “Sesuatu yang harus ada (necessary)”

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: