PD : 2. Argumen dari Kausalitas (Sebab-Akibat) Efisien

Kita perhatikan bahwa beberapa hal menyebabkan hal lain untuk terjadi (untuk mulai menjadi, untuk dilanjutkan menjadi, atau keduanya). Sebagai contoh, seorang pria memainkan piano menyebabkan sebuah musik terdengar di telinga kita. Jika ia berhenti, begitu juga musiknya.

Sekarang tanyakan pada dirimu sendiri. Apakah semua hal yang sekarang ini ada karena hal lain saat ini? Anggaplah itu ada. Anggaplah tidak ada keberadaan yang tidak disebabkan oleh sebab yang lain, tidak ada Allah. Maka tidak ada yang bisa ada sekarang. Ingatlah, pada hipotesis tidak-ada Allah, semua hal membutuhkan sebab sekarang diluar diri mereka untuk ada. Jadi, sekarang, semua hal, termasuk hal-hal yang menyebabkan hal lain untuk ada, memerlukan sebuah sebab.  Mereka bisa memberi keberadaan selama mereka diberikan keberadaan. Segala hal yang ada, karenanya, pada hipotesis ini, perlu disebabkan untuk ada.

Tapi disebabkan oleh apa? Melampaui segalanya yang ada, tidak ada apa-apa. Tapi ini tidak masuk akal : semua realitas bergantung – bergantung pada ketiadaan! Hipotesis bahwa semua hal disebabkan, bahwa tidak ada keberadaan yang tidak disebabkan, adalah absurd.  Jadi harus ada sesuatu yang tidak disebabkan, sesuatu dimana semua hal memerlukan sebab keberadaan efisien yang dependen.

Keberadaan seperti hadiah yang diberikan dari sebab kepada akibat.  Jika tidak ada yang memiliki hadiah, hadiah itu tidak bisa diteruskan dalam rantai penerima, betapapun panjang atau pendeknya rantai tersebut. Jika setiap orang meminjam buku tertentu, tapi tidak ada satupun yang memilikinya, maka tidak ada seorangpun yang mendapatkannya.  Jika tidak ada Allah yang memiliki keberadaan melalui hakekatnya yang abadi, maka hadiah keberadaan tidak bisa diteruskan kepada rantai ciptaan dan kita tidak pernah menerimanya.  Tapi kita mendapatkannya, kita ada. Oleh karena itu harus ada Allah : Sebuah Keberadaan yang tidak disebabkan yang tidak harus menerima keberadaan seperti kita – dan seperti setiap mata rantai dalam rantai penerima.

Pertanyaan 1 : Mengapa kita membutuhkan sebab yang tidak disebabkan? Mengapa tidak bisa adanya serangkaian hal-hal yang tidak ada habisnya yang secara timbal balik menjaga keberadaan satu sama lain?

Jawaban : Ini hipotesis yang menarik. Pikirkan seorang yang mabuk. Ia tidak mungkin bisa berdiri sendiri. Tapi sekelompok pemabuk, semuanya saling mendukung satu sama lain, bisa berdiri. Mereka mungkin bisa berjalan di jalan. Tapi sadarilah : Katakanlah banyak pemabuk, dan ada tanah yang stabil, kita bisa mengerti bagaimana ketersandungan mereka bisa saling mengimbangi satu sama lain, dan bagaimana kelompok mereka bisa tetap berdiri secara relatif.  Kita tidak bisa mengerti mengapa mereka tetap berdiri jika tanah tidak mendukung mereka – jika, sebagai contoh, mereka melayan-layang beberapa kaki diatas tanah. Dan tentu, jika tidak ada pemabuk yang aktual, tidak ada apa-apa untuk dipahami.

Hal ini membawa kita pada argumen. Hal-hal harus ada agar bisa saling bergantung secara timbal balik; mereka tidak bisa bergantung satu sama lain untuk keseluruhan keberadaan mereka, karena mereka akan secara serentak saling menyebabkan dan mengakibatkan satu sama lain. A menyebabkan B, B menyebabkan C, dan C menyebabkan A. Ini tidak masuk akal. Argumen ini mencoba menunjukkan mengapa dunia yang disebabkan bisa menyebabkan – atau bisa berada disana – sama sekali. Dan hal ini secara sederhana menunjukkan L Jika hal ini hanya bisa ada karena sesuatu yang lain memberikan keberadaannya, maka harus ada sesuatu yang keberadaannya bukanlah hadiah. Jika tidak semuanya perlu pada waktu yang sama diberkan keberadaan, tapi tidak ada (tambahan untuk “semuanya”) yang ada untuk memberikannya. Dan itu berarti tidak ada yang secara aktual ada .

Pertanyaan 2 : Mengapa tidak bisa memiliki rangkaian sebab yang tanpa akhir yang merentang mundur ke masa lalu? Maka semuanya akan menjadi akutal dan akan seharusnya menjadi – walaupun sebab-sebab itu tidak aka nada lagi.

Jawaban : Pertama, jika argument kalam (argument 6) benar, tidak bisa ada serangkaian sebab yang tanpa akhir yang merentang sampai masa lalu. Tapi anggaplah rangkaian sebab tersebut ada. Argumennya tidak berkaitan dengan masa lalu, dan akan bekerja apakah masa lalu terbatas atau tidak terbatas. Ini berkaitan dengan apa yang ada sekarang.

Bahkan selagi kamu membaca ini, kamu bergantung pada hal-hal lain, kamu tidak bisa ada tanpa mereka sekarang. Anggaplah ada 7 hal. Jika ketujuh hal ini tidak ada, maka kamu tidak ada. Sekarang anggaplah ketujuh hal tersebut bergantung kepada hal lain. Tanpa hal lain tersebut, ketujuh hal yang kepadanya kita bergantung tidak akan ada – dan kamu juga tidak akan ada. Bayangkan bahwa seluruh alam semesta terdiri dari kamu dan ketujuh hal yang menunjangmu. Jika tidak ada yang lain selain alam semesta yang berubah, bergantung pad hal-hal, maka alam semesta – dan kamu sebagai bagian darinya – tidak bisa ada. Karena segalanya yang ada sekarang perlu diberikan keberadaan tapi tidak ada yang sanggup memberikannya. Dan kamu tetap ada. Jadi harus ada sesuatu selain alam semesta yang bergantung pada hal-hal lain – sesuatu yang tidak bergantung kepada hal lain.

Dan jika sesuatu tersebut harus ada, ia harus ada dalam cara ini. Dalam dunia kita tentu ada lebih dari tujuh hal yang diperlukan sekarang, untuk diberikan keberadaan. Tapi keperluan itu tidak hilang dengan keberadaan yang lebih dari tujuh hal tersebut. Selagi kita membayangkan mereka lebih dan lebih – bahkan dalam jumlah tak terbatas, jika itu mungkin – kita secara sederhana memperluas kelompok keberadaan yang memerlukan – Dan keperluan ini – untuk ada, untuk keberadaan, – tidak bisa ditemui dari dalam set yang dibayangkan. Tapi jelas bahwa ini telah ditemui, karena mahluk yang contingent (bergantung pada hal lain) ada. Karenanya harus ada sumber keberadaan dimana alam semesta material sekarang bergantung padanya.

2 komentar

  1. Wahh . . .

    SYukur deh ada bLOg nie
    jdi selesai PR qhu . . .

    MAKacie ea . . .

    :D

    1. Wah….senang bisa membantumu mengerjakan PR

      salam dan doa,

      Andreas

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: