Beberapa Quotes Bapa Suci saat WYD di Madrid – Part 3

The Way of the Cross, Adress of the Holy Father

“Penderitaan Kristus mendesak kita untuk mengambil penderitaan dunia ke atas bahu kita, dalam kepastian bahwa Allah tidak jauh atau dihapuskan jauh dari manusia dan masalahnya. Sebaliknya, Ia menjadi salah satu dari kita “untuk menderita bersama manusia dalam sebuah jalan yang benar-benar nyata – dalam daging dan darah…karenanya dalam semua penderitaan manusia, kita digabungkan dengan Ia yang mengalami dan membawa penderitaan dengan kita; karenanya con-solatio hadir dalam segala penderitaan, konsolasi cinta Allah yang mengharukan – dan bintang harapan muncul (Spe Salvi 39)”

“Untuk menderita dengan orang lain dan untuk orang lain; utuk menderita demi kebenaran dan keadilan; untuk menderita karena kasih dan untuk menjadi orang yang sungguh mengasihi – ini adalah elemen-elemen fundamental kemanusiaan, dan mengabaikannya akan menghancurkan manusia sendiri” (ibid). Mari kita dengan antusias menyambut ajaran-ajaran ini dan melaksanakannya. Mari kita melihat Kristus, yang tergantung di kayu salib yang kasar, dan mari kita meminta Ia mengajari kita kebijaksanaan misterius Salib, yang olehnya manusia hidup. Salib bukan tanda kegagalan, tapi merupakan ekspresi pemberian diri dalam kasih yang memperluas bahkan kepada kurban tertinggi  dari kehidupan seseorang.”

“Salib, melalui bentuk dan maknanya, mewakili cinta Bapa dan Putra untuk manusia. Disini kita mengenali lambang kasih tertinggi, yang mengajar kita untuk mencintai apa yang Allah cintai dan dalam cara Ia mencintai : ini adalah kabar baik yang memberikan harapan kepada dunia.”

 

Adress to Young Women Religious

“Bukan karena kebetulan bahwa kehidupan yang dikonsekrasikan “lahir dari mendengar sabda Allah dan menemukan Injil sebagai aturan hidupnya”. Kehidupan yang didevosikan untuk mengikuti Kristus dalam kemurnian-Nya, kemiskinan dan ketaatan menjadi ‘eksegesis (penafsiran)’ sabda Allah yang hidup..’Setiap karisma dan setiap aturan mengalir darinya dan mencari untuk menjadi ekspresi darinya, karenanya membuka jalan baru kepada kehidupan Kristen yang ditandai oleh radikalisme Injil (Verbum Domini, 83). Radikalsime injil ini berarti “berakar dan diperkuat dalam Kristus, dan kokoh dalam iman” (Kol 2:7)”

“Ini semua penting sekarang ketika “kita melihat ‘gerhana Allah’ yang pasti terjadi, semacam amnesia yang, walaupun bukan penolakan seluruhnya terhadap Kekristenan, bagaimanapun merupakan penyangkalan harta karun iman kita, penyangkalan yang bisa menuntun pada kehilangan identitas kita yang terdalam (Pesan untuk WYD 2011, 1). Dalam dunia relativisme dan keburukan (mediocrity), kita memerlukan radikalisme yang padanya [kehidupan] konsekrasimu, sebagai sebuah jalan milik Allah yang dicintai diatas segalanya, memberikan bukti. Radikalisme injil ini pantas untuk kehidupan yang dikonsekrasi menemukan ekspresinya dalam persekutuan keputraan dengan Gereja, rumah anak-anak Allah, yang dibangun oleh Kristus : persekutuan dengan Pastornya yang memulai dalam nama Tuhan, deposit iman yang diterima dari para rasul, Magisterium Gerejawi dan tradisi Kristen; persekutuan dengan keluarga religiusmu selagi kamu mempertahankan dengan senang hati warisan spiritual autentik mereka sementara menghargai karisma lain; dan persekutuan dengan anggota Gereja lainnya seperti umat awam, yang dipanggil untuk membuat panggilan khususnya menjadi sebuah kesaksian pada satu Injil Tuhan. ”

 

Homily to Seminarians

“Sebagai seminarian anda berada di jalan menuju tujuan yang kudus : untuk melanjutkan misi yang Kristus terima dari Bapa. Dipanggil oleh-Nya, anda telah mengikuti suara-Nya dan ditarik oleh pandangan kasih-Nya, anda sekarang maju ke arah pelayanan kudus. Pusatkan matamu kepada Ia yang melalui inkarnasi-Nya yang adalah wahyu tertinggi dari Allah kepada dunia dan yang melalui kebangkitan-Nya dengan setia memenuhi janji-Nya. Bersyukurlah pada-Nya untuk tanda pertolongan yang ia pertahankan untuk tiap orang diantara kamu.”

Melalui Kristus kita tahu bahwa kita tidak berjalan menuju lubang yang sangat dalam, kesunyian dari ketiadaan atau kematian, tapi berziarah di jalan menuju tanah terjanji, di jalan kepada-Nya yang adalah akhir dan awal kita.”

“Tidak seorangpun memilih tempat atau umat yang kepadanya ia dikirim, dan setiap masa memiliki tantangan-tantangannya sendiri; tapi dalam setiap zaman Allah memberikan rahmat yang tepat untuk menghadapi dan mengatasi tantangan tersebut dengan kasih dan realisme. Itulah alasannya, tidak peduli situasi yang didalamnya ia temukan dan bagaimanapun kesulitannya, imam harus bertumbuh dalam segala jenis perbuatan baik, menjadikan hidup didalam dirinya kata-kata yang diucapkan ada hari pentahbisannya, yang olehnya ia dianjurkan untuk meniru kehidupannya kepada misteri Salib Tuhan.”

Mintalah padanya untuk membiarkan dirimu menirunya didalam kasihnya yg sempurna kepada semua, jadi supaya anda tidak menjauhi mereka yang dikucilkan dan para pendosa, tetapi membantu mereka untuk berubah dan kembali kejalan yg benar. Mintalah padanya untuk mengajarkan kepada anda bagaimana caranya menjadi dekat pada orang sakit dan miskin didalam kesederhanaan dan kemurahan hati. Hadapi tantangan ini tanpa kegelisahan atau keburukan, melainkan sebagai jalan yang indah dari cara menjalani kehidupan manusia kita, yang diberikan dengan ucapan syukur dan pelayanan, seperti menjadi saksi dari Allah yang menjadi manusia, pembawa pesan dari martabat tertinggi dari pribadi manusia dan oleh karena itu adalah pembela  [martabat manusia] yang tak bersyarat

Sumber : news.va

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: