Apologetika Tentang Bunda Maria

Apologetik ini dibuat untuk menjawab keberatan seorang pengunjung di blog ini, klik disini untuk tahu awal mulanya. Inilah jawaban dari kami untuk menjawab keberatan serta tuduhan yang tidak logis dari sang pengunjung. Sekedar untuk diketahui dasar iman Katolik adalah Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magiterium klik disini untuk penjelasan lebih jauh, maka kami akan menyanggahnya berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium.

Maria bukan berasal dari keturunan Daud?

Tradisi mengatakan kepada kita bahwa Maria juga adalah keturunan Daud. Menurut Bilangan 36:6-12, seorang putri tunggal harus menikah dalam keluarganya sendiri agar dapat menjamin hak-hak warisan. Setelah St. Justin (Adv. Tryph. 100) dan St. Ignatius (Surat kepada jemaat di Efesus 18), para Bapa umumnya sepakat mempertahankan bahwa Maria adalah keturunan Daud, entah mereka tahu ini dari tradisi lisan atau disimpulkan dari Kitab Suci, misalnya Roma 1:3; 2Timotius 2:8. St. Yohanes Damaskus (De fid Orth, IV, 14) Menyatakan bahwa kakek buyut Maria, Panther, adalah saudara Mathat; kakeknya, Barpanther, adalah sepupu Heli, dan ayahnya, Joachim, adalah sepupu Yusuf , anaknya Heli. Di sini Mathat telah diganti Melchi, karena teks yang digunakan oleh St. Yohanes Damaskus, Julius Africanus, St. Irenaeus, St. Ambrose dan St. Gregory dari Nazianzus menghilangkan dua generasi yang memisahkan Heli dari Melchi. Bagaimanapun juga, tradisi menunjukkan Santa Perawan sebagai keturunan dari Daud melalui Natan.

Apakah Yesus memiliki saudara biologis?

Para penulis perjanjian baru memilih untuk menyebut sepupu-sepupu dan kerabat lainnya sebagai “saudara-saudara”, walaupun mereka bisa memilih untuk menggunakan sebuah terjemahan yg dinamis, semisal kata Bahasa Yunani anepsios (sepupu). Tapi mereka memilih untuk mengikuti idiom dalam bahasa Aram yang dan dengan demikian menggunakan kataadelphos (atau jamaknya, adelphoi) untuk sepupu dan kerabat.

Bagaimana kita tahu bahwa para penulis perjanjian baru mengikuti idiom bahasa Aram? Ada 2 alasan untuk hal ini :

1. Kata Bahasa Yunani untuk sepupu tidak pernah digunakan dalam perjanjian baru.
2. Kita tahu bahwa orang2 tertentu bukanlah “saudara-saudara” atau “saudari-saudari” walaupun terjemahan tersebut mengimplikasikan hal ini.

Sebagai misal, Matius 27 : 56 berbicara mengenai Maria sebagai ibu dari Yakobus dan Yusuf. Matius 27 : 61 dan 28 : 1 merujuk kepadanya sebagai “Maria yang lain”. Maria, ibu Yesus, tidak pernah diidentifikasi sebagai “Maria yang lain”. Yohanes 19 : 25 mengidentifikasi “Maria yang lain” sebagai istri Klopas, yang disebut sebagai adelphe(saudari) dari Maria ibu Yesus (Yoh 19 : 25). Matius dan Yohanes mencatat mengenai seorang Maria selain Maria Ibu Yesus dan Maria Magdalena. Ini adalah Maria yang sama dalam kedua injil ini, tetapi kita mengetahui mengenai hal2 yang berbeda tentangnya dari kedua penulis injil ini.

Yohanes mencatat bahwa Maria, istri Klopas, hadir pada saat penyaliban Yesus (19 : 25). Dalam laporan Matius dan Markus mengenai peristiwa penyaliban, Maria yang sama ini juga digambarkan sebagai Maria ibu dari Yakobus dan Yusuf (Mat 27 : 56; Mrk 15 : 40). Tetapi Yakobus dan Yusuf juga digambarkan sebagai “saudara-saudara” (adelphoi) dari Yesus. Jika Maria istri Klopas adalah saudari (sepupu) dari Maria ibu Yesus dan ibu dari Yakobus dan Yusuf, maka jelaslah bahwa Yakobus dan Yusuf bukanlah saudara-saudara biologis dari Yesus. Mereka justru adalah sepupu-sepupunya. Dengan kata lain, dalam Mat 13 : 55 adelphoi digunakan dalam idiom bahasa Aram yang berarti “sepupu-sepupu”, dan bukan dalam makna literal atau tersurat dalam bahasa Yunani sebagai “saudara-saudara”. Lagipula, karena Yakobus dan Yusuf tidak dibedakan dari saudara-saudara dan saudari-saudari Yesus yang lainnya dalam Mat 13 dan Mark 6, maka dapat disimpulkan secara logis bahwa “saudara-saudara” dan “saudari-saudari” yang lain ini adalah sepupu-sepupu Yesus juga

Tentang Matius 1:25, makna kata “sampai” 

Keberatan ini sudah pernah dijawab oleh St. Jerome, dimana ia menunjukkan banyak contoh di Alkitab, bahwa kata “sampai” tidak menandakan “apa yang terjadi sesudah itu”; tetapi memiliki arti suatu periode yang tetap, seperti di ayat Yes 46:4 “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia”,  apakah Tuhan akan berhenti menjadi Tuhan ketika mereka tumbuh menjadi tua?

Dan kata “sampai” juga berarti waktu yang tak terbatas [infinite], seperti contoh diayat ini, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” [Mat 28:20] apakah Yesus akan meninggalkan murid-muridNya pada saat akhir zaman tiba? satu lagi, para Rasul berkata, “Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.” [1Kor 15:25] apakah setelah setelah semua musuh di bawah kaki-Nya maka Ia tidak lagi menjadi Raja?

Kemurnian

St. Jerome meyakinkan kita, bahwa St. Yusuf selalu memelihara kemurnian kesuciannya. Ini adalah “tentang iman” yang tidak bertentangan, yang terjadi dengan istrinya yang suci, Perawan Maria yang terberkati. St Yusuf diberikan kepada Maria oleh surga untuk menjadi pelindung kemurniannya, untuk mengamankan ia dari fitnah dalam kelahiran Putra Allah, untuk membantunya dalam pelariannya ke Mesir. Kita tidak bisa dengan cukup mengagumi sikap tenang yang rendah hati dari kedua pihak. Maria tidak berani untuk menjelaskan kepada suaminya yang terganggu [karena] misteri kehamilannya; dan Yusuf takut menyebutkan kegelisahan dan keraguannya, karena rasa takut mengganggu pikirannya dan melukai perasaan Maria yang sangat baik. Begitu agung kerendahan hati, ketenangan dan keheningan, yang disetujui oleh surga; dan Allah mengirim seorang malaikat kepada Yusuf dalam tidurnya, untuk menghilangkan keraguannya, dan untuk menjelaskan secara terperinci misteri inkarnasi.

Maria sama saja dengan para nabi Perjanjian Lama yang lain?

Jawabannya jelas tidak. Maria adalah pribadi yang taat sepenuhnya kepada Bapa, dan hanya Ia yang dikandung tanpa dosa asal, tidak melakukan perbuatan dosa sepanjang hidupnya, hanya Ia yang mengandung Allah Putra, dst. Untuk tahu lebih lanjut silakan berkunjung ke sini : Sekilas Ajaran Gereja Mengenai Bunda Maria. 

Sumber :  Catholic Encyclopedia; Faith Facts, Answers to Catholic Questions; Catena Aurea; Haydock Bible Commentary; Katolisitas dot org

%d blogger menyukai ini: