Pembedaan Roh-Roh

Romo John A. Hardon, S.J.

 Aku dengan teguh percaya bahwa banyak  masalah kritis sekarang disebabkan bukan karena kehendak buruk, atau kejahatan, tapi karena kegagalan dalam discernment (membedakan roh).

 Catatan editor : Artikel berikut adalah transkrip konferensi yang diberikan oleh Romo John Hardon, S.J. kepada Handmaids of the Precious Blood beberapa tahun lalu. Artikel ini mempertahankan gaya berbicarayang khusus dari Romo Hardon selama konferensi dan karenanya tidak terbaca sebagai artikel tertulis.

Aku harus mulai dengan mengamati bahwa cara menerjemahkan seluruhnya pernyataan “Membedakan Roh”, mengimplikasikan sebuah pluralitas dan khususnya perbedaan diantara satu jenis roh dan lainnya. Kita tahu dari ajaran Gereja dan oleh pengalaman kita bahwa melayani Allah dan mengikuti Kristus bukanlah jalan yang lurus, mudah, dan lancar. Ini melibatkan oleh definisinya, dan Kristus keluar dari jalan-Nya untuk mengesankan kita, fakta bahwa mengikui Kristus dan melayani Allah melibatkan konflik. Kondlik, tidak hanya dengan atau dalam diri kita atau dengan dunia dengan manusia berada diluar kita; tapi juga dan terutama untuk tujuan kita, sebuah konflik dengan roh jahat. Lebih lanjut kita tahu tentang iman bahwa roh jahat, sementara ia tidak bisa memaksa kehendak kita, dan Allah tidak pernah mengijinkannya. Namun roh jahat pasti bisa menguji atau menggoda kelemahan yang kita miliki. Ia kemudian bisa mengeksploitasi penderitaan ktia. Ia bisa dengan pasti menggunakan manusia lain, seperti yang sering ia lakukan, untuk menuntun kita kedalam godaan.

Sementara kita mengucapkan ini, kita tahu bahwa rahmat Allah juga dan lebih aktif dalam jiwa kita, mendorong dan mengundang kita pada praktek kebajikan. Dua ekspresi dialektik ini, bahwa di satu sisi kita digoda oleh roh jahat, dan di sisi lain kita diundang oleh rahmat Allah, menyadari bahwa kehidupan yang dihidupi dengan nyata, adalah hal terpenting bagi kita untuk sanggup mengenali satu dorongan dari yang lain. Di lain kata, untuk sanggup membedakan inspirasi dari hasutan, atau jika kamu mengendaki, [untuk sanggup membedakan] rahmat dari godan, sehingga sanggup merespon yang satu dan melawan yang lain.

Aku dengan teguh percaya bahwa banyak  masalah kritis sekarang disebabkan bukan karena kehendak buruk, atau kejahatan, tapi karena kegagalan dalam discernment. Orang-orang tidak sanggup membedakan antara satu dorongan dan yang lain. Kemudian, sekali mereka tertangkap dalam jaring godaan iblis, akan menjadi sangat sulit untuk melepaskan diri. Dalam meditasi sekarang mari kita berefleksi bagaimana kita bisa lebih waspada kepada dua cara dimana kita dipekerjakan. Dua jenis roh berkehendak untuk menarik kita dekat kepada Allah karena roh tersebut datang dari Allah, atau menjauhi Allah karena roh ini adalah hasutan musuh bebuyutan Pencipta. Aku pikir kita bisa mensintesa “cara”, yaitu, bagaimana cara kita bisa menjadi lebih waspada untuk sanggup membedakan diantara kedua roh. Bahwa kita bisa mensintesa “cara” ini dalam tiga kata : sikap (attitude), kedamaian dan kepercayaan (confidence)

Sikap

Kita mulai dengan sikap. Sebuah kata yang hampir tidak terdefinisi, tapi kita tahu dengan baik maknanya. Untuk mengatur dengan tepat untuk mengenali godaan dan membedakannya dari rahmat, prasyarat utama yang harus ada adalah sikap yang pantas, dan ini adalah sebuah sikap kehendak. Ijinkan aku mengulanginya. Ada kondisi-kondisi tertentu yang Allah syaratkan bagi kita untuk sanggup mengenali apapun dalam kehidupan spiritual. Berapa sering Perjanjian Lama dan Baru berbicara tentang properly disposed dalam hati Sikap kehendak ini, yang akan aku gambarkan, adalah ruang atau situasi yang didalamnya aku harus atau tidak,  mengarahkan diriku terlebih dahulu, agar aku memiliki rahmat untuk sanggup membedakan. Kau lihat betapa kita membutuhkan rahmat! Bahkan untuk membedakan rahmat dari lawannya, yaitu godaan.

Terdiri dari apa saja sikap kehendak yang pantas ini? Artinya adalah sebuah kejujuran dan keinginan yang tulus untuk melakukan kehendak Allah. Sadari bahwa aku telah menggandakan kata sifat : jujur dan tulus, dan aku bisa menambahkan tiga kata sifat lagi : untuk meyakinkan bahwa kita bukan hanya berbicara tentang keinginan untuk melakukan kehendak Allah, tapi memastikan secara absolute bahwa sikap kita jujur, tulus, nyata, autentik, dan asli. Dan dengan semua hal tentang roh, semua yang kita bisa lakukan adalah membicarakan mereka dan berharap bahwa rahmat Allah, apa yang kita dengar atau kita baca akan mengungkapkan, dan Ia memutuskannya. Yang bisa aku lakukan atau katakana dalam konteks ini, memukul molekul udara dengan syllables. Aku ingin menekankan, kejujuran, ketulusan, dan keaslian. Mungkin aku telah berdosa; mungkin aku sedang berdosa. Mungkin aku telah menjadi apa yang seharusnya tidak menjadi. Dan sejujurnya, dan tidak ada mungkin tentang ini, Aku bukanlah aku yang seharusnya. Mungkin ada dalam kehidupanku banyak hal untuk diperbaiki dan aku hampir tidak tahu dimana untuk memulainya. Mungkin banyak hal-hal yang seharusnya dicabut dalam kehidupanku. Dan lagi, dimana kita mulai?

Aku melihat satu dari pekerja menarik rumput liar kemarin. Aku melihat melampauinya dan melihat tanah yang luas. Well, paling tidak ia sedang mencabut rumput liar. Aku tidak tahu kapan ia akan selesai, dan akan hujan. Kutebak ia harus memulai lagi. Namun jika aku bisa dengan pertolongan Tuhan memutuskan – dan ini adalah keputusan, dan tidak semua orang membuat keputusan ini – bahwa Aku, dengan penekanan pada “Aku”, ingin melakukan apa yang Ia inginkan. Jika aku melihat terlalu dekat pada diriku, aku panik, walaupun jika aku sungguh ingin melakukan, dan tidak ada penyontekan disini, ini merupakan ketulusan interior yang mendalam, lalu aku disiapkan untuk mengatasi godaan. Awal untuk mengatasi godaan ini adalah kesanggupan untuk mengenali ketika aku digoda oleh roh jahat dan aku dituntun oleh Allah.  Maka aku juga siap untuk menanggapi undangan Allah.

Aku bisa menghabiskan tidak beberapa menit bahwa aku berdiam pada titik ini. Aku bisa menghabiskan seminggu menarik semua jenis tempat dalam wahyu Allah, dan sekarang, dalam ratusan tahun ajaran asketis dan spiritual Gereja tentang kebutuhan mutlak dari kejujuran sesungguhnya yang lengkap dengan Allah. Jika aku jujur, tidak peduli seperti apa masa lalu atau masa sekarangku, masa depanku aman, karena aku akan diberikan terang untuk mengenali godaan dari inspirasi. Dan kamu menyadari bahwa teranglah yang pertama kita butuhkan. Bahwa Allah memberikan terang-Nya, dan disini adalah tempat dimana kegembiraan adalah berlian dalam pusat kehidupan spiritual :”kemurnian hati”, dimana kemurnian berarti kejujuran mutlak, mereka “akan melihat Allah”. Mereka akan sanggup mengenali-Nya ketika Ia berbicara dan membedakan suara-Nya dari bujukan roh jahat.

Waktu retret terutama adalah ini : ini adalah awal, dalam kodrat hal-hal, dari apa yang seharusnya diikuti setelah retret berakhir. Retret bukanlah waktu inventory, kecuali retret membantu melakukan ini. Aku mempersiapkan diri untuk masa depan yang diberikan Allah. Aku melakukan tiga hal : pertama untuk menemukan apa yang Allah ingin aku lakukan. Seperti yang kukatakan pada murid-muridku,” Jika kamu sungguh ingin jelas ketika mengajar, gunakan monosyllables”. Aku tidak merencanakan ini tapi lihat : menemukan – apa – yang – Allah – ingin – aku – lakukan – . Namun predisposisi diperlukan bagiku untuk tahu apa yang Ia ingin aku lakukan adalah keterbukaan total dan kesiapan seperti Samuel, “Tuhan, berbicaralah. Hambamu mendengarkan”. Perhatikan aksen dalam wahyu Allah : Aku mendengarkan. Kedua, setelah memutuskan mengapa aku melakukan apa yang Ia ingin aku lakukan, kamu berkata ”Well, mengapa repot dengan itu?” Karena tidak cukup untuk tahu apa yang Allah ingin aku lakukan. Jika aku akan melakukannya aku harus termotivasi, dan kita tidak melakukan apapun, kita tidak membasuh wajah kita kecuali kita punya alasan. Selagi aku menemukannya dengan saudara-saudaraku ketika kami duduk di villa dua minggu jauh dari peradaban, mereka tidak terganggu untuk bercukur. Meskipun aku harus menambahkan bahwa beberapa orang tidak bercukur bahkan ketika mereka berada di peradaban urban. Kita harus punya alasan melakukan ini, karena kecuali aku termotivasi dengan kuat – dan bukan hanya motivasi awal, sekalipun itu hal paling penting secara psikologis. Dan teolog pastoral berkata, “Motivasi paling penting adalah ketika aku membuat resolusi” Dan itu bisa membawaku sepanjang hidup jika diperlukan – tapi aku mundur dan tetap berkata pada diriku, “Mengapa melakukan ini?” Itulah alasannya.

Jadi yang pertama adalah “apa” dan yang kedua adalah “mengapa”. Namun memutuskan “bagaimana” aku akan melaksanakannya. Metodologi tidak hanya berhubungan dengan membuat resolusi, tapi apa yang jauh lebih penting, mempertahankannya. Aku pikir ini adalah inti ketulusan asli. Jika aku tidak hanya rela melakukan apa yang Allah ingin aku lakukan, tapi juga rela mengambil caranya, ah, that’s the crunch! Karena itu adalah cara yang membutuhkan harga. Hal ini mungkin mengatasi sesuatu yang telah biasa aku lakukan bertahun-tahun. Kebiasaan tidak mudah dipecahkan.

Aku diajari oleh Saudara Marian. Aku pikir ini adalah tahun junior SMA bahwa satu dari Saudara-saudara dalam kelas agama, pada papan tulis yang bersih tertulis kata “habit (kebiasaan)”. Lalu, untuk mengesankan kami betapa pentingnya menanamkan “good habits” dan betapa buruknya untuk masuk kedalam “evil habits”, bahwa kebiasaan sulit dicapai jika itu baik, dan sulit dikalahkan jika itu buruk, aku tidak tahu alasannya, lalu ia membuktikan poinnya, dan aku lupa berapa banyak yang aku pelajari di SMA, tapi aku tidak pernah melupakan itu. Ia berkata, “Teman, jangan menambah kebiasaan buruk, karena jika kamu memiliki kebiasaan buruk dan melakukannya dan.. “ Kemudian ia menghapus huruf “h” dan berkata, (NB : Ini harus dalam bahasa inggris agar terlihat maknanya) “You still have “abit”. Lalu ia berkata, “You work at it and you work…” Ia kemudian menghapus huruf “a” dan berkata  “You still have a “bit”. Lalu ia berkata lagi “You still work, you struggle and you strive.” dan ia menghapus huruf “b” dan berkata “You still have “it”.

Konsekuensinya, ini adalah cara yang mahal. Dan indeks kejujuran kita adalah kerelaan dihadapan Allah untuk menjalankan cara tersebut. Mengetahui dengan lengkap bahwa cara tersebut memang mahal.

Kedamaian

Salah satu cara terbaik dalam membedakan godaan dan rahmat adalah menemukan apakah mereka membawa kedamaian atau kegelisahan bagi jiwaku. Aku tidak bisa memberitahumu betapa penting dalam kehidupanku, apa yang akan aku bagi denganmu dalam beberapa menit selanjutnya. Dalam hakekat hal-hal, tidak peduli engkau sudah dipersenjatai dengan pembimbing spiritual, dan dalam hakekat hal-hal, disproporsi jumlah belaka, kamu tidak mendapatkan banyak hal; kamu tidak memiliki akses kepadanya segera yang siap di tangan, yaitu arahan spiritual manusia. Jangan lupa bahwa pembimbing utama jiwa kita berdiam dalam hati kita. Inilah cara ia membimbing kita : Ketika Ia berbicara dan ketika kita ingin tahu apakah Ia yang menuntun kita, dan bukan musuh-Nya berusaha menyesatkan kita, ingatlah bahwa suara rahmat adalah kedamaian. Bentuk rahmat adalah kedamaian. Rasa rahmat adalah kedamaian. Efek rahmat adalah kedamaian, nama rahmat adalah kedamaian. Bukan sekedar kebetulan gelar Kristus bahwa kita memanggilnya “Pangeran Kedamaian”. Bukan kebetulan tapi rencana ilahi yang ditentukan sebelumnya dari keabadian bahwa kata-kata pertama-Nya saat Ia bangkit dari mati, Ia yang telah menebus dosa dunia di salib, adalah Ia memerintahkan para murid-Nya, dan itu adalah kita, “Damai sertamu”

Di sisi lain, godaan roh jahat adalah kebalikannya. Roh jahat menyebabkan kebingungan, keraguan, rasa tidak aman, depresi, kegelisahan, kecemasan, dan jika kita mengijinkannya, keputusasaan. Apakah mengherankan bahwa St. Yohanes, dibawah inspirasi ilahi, harus membedakan Sabda Allah dengan menyebut-Nya “Terang”, dan mengidentifikasi roh jahat dengan “Pangeran Kegelapan”? Dan kita tahu apa yang terjadi ketika kita berada dalam kegelapan : kita meraba-raba, kita tersandung, kita tidak ingin bergerak. Semua otot dan fakultas kita lengkap, tapi kegelapan melumpuhkan kita. Kita tidak berani bergerak karena kita tidak tahu kemana kita akan pergi. Bacalah kembali, Meditasikan kembali pada kutipan itu, khususnya dalam Yohanes, Tuan Penginjil Pembedaan Roh, dari awal injil sampai surat-surat dan kitab wahyunya.

Sadarilah,  bahwa harus ada, dan inilah alasan aku mengantisipasi apa yang kukatakan sekarang, harus ada sebelumnya sikap kesiapan kita melakukan kehendak Allah. Sebaliknya, kita tidak bisa yakin, dan Allah tidak akan mengijinkan kita begitu jelas dalam mengenali Dia. Dan berapa kali Yesus berbicara kepada orang banyak “Mengapa kamu tidak mendengarkanku?” Bicaralah tentang rahmat! Ini adalah Putra Allah yang berbicara tentang kebenaran tak terbatas kepada manusia. Kau tahu apa yang Ia katakan pada mereka? “Karena hatimu tidak benar”. Jelas? Ini disposisi jiwa yang benar. Dosa atau tidak berdosa di masa lalu, kita semua memilikinya. Kita semua pendosa. Kita semua sama; hanya masalah derajat keberdosaannya [yang berbeda]. Namun ketulusan total, kerelaan dan mukjijat yang dikerjakan Yesus, dalam tubuh untuk mencapai Roh? Ia akan mengerjakan hal yang sama dalam kita jika kita terdispose, siap, dan rela : Tuhan berbicara! Sadari juga, kalau-kalau kita lupa, bahwa kedamaian ini melibatkan penderitaan. Kedamaian pasti melibatkan usaha, percobaan dan salib. Siapa yang berkata kedamaian jiwa tidak cocok dengan salib? Tidak cocok? Ini semua tentang beatitudes (kegembiraan/kebahagiaan). Kedelapan ini secara manusiawi berbicara tentang ketidakcocokan; menggantikan kedamaian untuk kebahagiaan dan kamu telah mendapatkannya.

Keyakinan

Keyakinan. Elemen terakhir dalam merefleksikan elemen yang sangat penting dalam kehidupan religius adalah kepercayaan besar dalam Allah bahwa Ia tidak akan menipu orang yang dipilihnya. Jika prasyarat untuk sanggup membedakan inspirasi dari godaan adalah kerelaan yang siap melakukan kehendak Allah, sikap yang menunjang, sekali kita tahu bahwa Allah menginginkan kita melakukannya, setelah memotivasi diri kita mengapa Ia ingin kita melakukannya, dan dengan rahmat-Nya menemukan bagaimana kita harus melaksanakannya, aku tidak tahu kata apa yang digunakan, sebuah kondisi setelahnya yang harus berlanjut adalah keyakinan. Jika tidak, kita akan melemah. Lutut kita akan menyerah. Kristus memberitahu kita, dan ini adalah sumber keyakinan kita, “Janganlah gelisah dan gentar hatimu”. Berikutnya : ”Kamu percaya dalam Allah”, dimana kata “percaya” dalam bahasa Yunani adalah : Kamu percaya dalam Allah, “percayalah pada-Ku”, Ia ingin kita mempercayai-Nya secara implicit. Inilah jaminan usaha mencapai kehidupan kekal (perseverance) dalam rahmat-Nya sekali kita menemukan bahwa ini adalah rahmat-Nya.

Kita telah memutuskan apa yang Allah inginkan, kita terus maju, dan Ia memperingatkan untuk tidak melihat ke belakang, yang kadang-kadang kunyatakan seperti ini “ tidak melihat ke dalam”. Tidak melihat diri kita atau memeriksa kembali apa yang telah kita lakukan, tapi percayalah dengan tersembunyi. Kau lihat, dan para kudus fasih dalam mengatakan ini, Allah memperlakukan temannya dengan baik. Ia tidak pernah menginspirasi kita untuk melakukan lebih dengan rahmat yang kita bisa bertahan.

Tuhan Yesus, buatlah aku terbuka terhadap rahmat-Mu. Biarkan aku mempercayaimu karena aku tahu aku tidak bisa mempercayai diriku. Tapi, karena Engkau memberitahuku untuk percaya, karena Engkau telah mengatasi dunia, mengapa aku tidak bergandengan tangan dengan-Mu, percaya bahwa aku juga dengan Rahmat-Mu akan mengatasi tidak hanya dunia atau iblis, tapi juga kecenderunganku? Inilah kunci pertumbuhan spiritual, kejujuran total dengan Allah, dan melakukan apa yang kita tahu Ia ingin kita lakukan dan membiarkannya terjadi, mempercayai Dia sehingga Ia tidak akan mengecewakan kita.

Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Sumber.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: