Pengetahuan Dasar (PD) : Argumen tentang Keberadaan Allah

  1. Argumen dari Perubahan
  2. Argumen dari Kausalitas Efisien
  3. Argumen dari Waktu dan Kemungkinan
  4. Argumen dari Derajat Kesempurnaan
  5. Argumen Rancangan
  6. Argumen Kalam
  7. Argumen dari Kemungkinan (Contingency)
  8. Argumen dari  Dunia sebagai Keseluruhan yang Berinteraksi
  9. Argumen dari Mukjizat
  10. Argumen dari Kesadaran
  11. Pascal’s Wager

NB : Penulis hanya memilih 11 dari 20 argumen dengan tambahan Pascal’s Wager

Pada bagian ini anda akan menemukan argumen dari beragam bentuk dari keberadaan Allah. Dan kami membuatnya untukmu, para pembaca, sebuah daya tarik awal. Kami menyadari bahwa banyak orang, baik keduanya orang yang percaya maupun yang tidak percaya, yang meragukan keberadaan Allah bisa menerapkan atau bahkan memperdebatkan tentang ini. Anda mungkin adalah salah satu dari mereka. Anda mungkin pada kenyataannya memiliki pandangan yang cukup mantab yang tidak dapat diperdebatkan. Tapi tidak ada yang bisa meragukan perhatian terhadap argumen ini, yang memiliki tempat dalam setiap buku apologetik. Banyak yang percaya argument-argument tersebut adalah mungkin, dan bahwa beberapa dari mereka benar-benar bisa dipakai.

Mereka juga percaya bahwa efektivitas dari argumen rasional untuk keberadaan Allah adalah langkah awal yang penting dalam membuka pikiran pada kemungkinan dari iman – dalam membersihkan penghalang jalan dan puing yang menghalangi orang untuk mengambil ide dari wahyu ilahi dengan serius. Dan disini mereka mempunyai poin yang nyata. Andaikata yang terbaik dari kita dan refleksi yang paling jujur pada alam, pada sifat dari hal-hal yang memimpin kita untuk melihat materi alam semesta sebagai mandiri dan tak bersumber; melihat bentuk sebagai hasil dari gerakan yang acak, sama sekali tanpa rencana atau tujuan. Apakah anda kemudian terkesan karena membacanya di dalam buku kuno bahwa adanya Allah itu kasih, atau bahwa surga  menyatakan kemuliaan-Nya? Maukah anda mengatur untuk mengambil pesan itu secara serius? Lebih mungkin anda akan meminta maaf pada diri sendiri karena mengambil dengan serius apapun yang di klaim sebagai komunikasi dari Sang Pencipta. Seperti satu orang yang mengatakan: Saya tidak percaya bahwa kita adalah anak-anak Allah, karena saya tidak percaya bahwa ada seseorang yang akan mengadopsi.

Ini adalah semacam menjejali dan menarik cakrawala bahwa bukti diperkenalkan di bab ini adalah mencoba untuk memperluas. Mereka mencoba untuk berkonfrontasi dengan kita dengan ketidak cukupan radikal dari apa yang tak terbatas dan terbatas, dan untuk membuka pikiran pada level yang diluar dari jangkauan itu. Jika mereka sukses didalam ini – dan kita bisa mengatakannya dari pengalaman bahwa beberapa bukti yang berhasil dengan banyak orang – mereka tentu saja bisa menjadi sebuah nilai yang sangat berharga.

Anda mungkin tidak merasakan bahwa mereka terutama sekali sangat berharga bagi diri anda sendiri. Anda mungkin terberkati dengan sebuah indra tentang kehadiran Allah; dan itu adalah sesuatu yang akan sangat disyukuri. Tapi tidak berarti anda tidak memiliki kewajiban untuk mempertimbangkan argumen-argumen ini. Bagi banyak orang belum dapat berkat dengan cara seperti itu. Dan bukti yang dirancang untuk mereka – atau beberapa dari mereka – untuk memberi semacam bantuan yang mereka perlukan. Anda bahkan mungkin diminta untuk memberikan bantuan.

Lagipula, apakah dari kita sangat sedikit memerlukan bantuan seperti yang kita minta? Memang dalam diri kita ada semacam rasa skeptis.  Ada bagian dari dalam diri kita menggoda untuk percaya bahwa tidak ada yang nyata, yang jauh dari apa yang kita bisa lihat dan sentuh; untuk mencari dengan sedikit akal budi, melebihi kepastian dari Kitab Suci, untuk percaya bahwa ada lebih banyak. Kita memiliki keinginan untuk membuat klaim yang dibesar-besarkan untuk demonstrasi ini, atau untuk menolak “alasan yang baik” “dengan bukti ilmiah”. Tapi kita percaya bahwa banyak yang ingin dan membutuhkan jenis bantuan untuk bukti-bukti ini menawarkan lebih dari apa yang mereka bisa yang pada awalnya bersedia untuk mengakuinya.

Prakata tentang mengorganisir argumen. Kita telah mengorganisir mereka kedalam dua grup dasar: mereka yang mengambil data mereka di luar-argumen kosmologis-dan mereka yang mengambil dari dalam-argumen psikologis. Grup dari argumen kosmologis dimulai dengan versi dari “Aquinas” yang terkenal yaitu “lima jalan”. Hal ini bukanlah argumen yang mudah, dan bukanlah argumen yang meyakinkan bagi banyak orang. Urutan kita bukanlah dari yang efektif kepada yang paling tidak efektif. Argumen pertama, khususnya, sangat abstrak dan sulit.

Tidak semua argumen sama-sama demonstratif. Satu (Pascal Wager) bukanlah sebuah argumen bagi Allah sama sekali, tetapi sebuah argumen untuk iman di dalam Allah sebagai “petaruh”. Lainnya (argumen ontologis) kami anggap sebagai cacat fundamental; namun kita masukkan karena ini sangat terkenal dan berpengaruh, dan dapat diselamatkan oleh formulasi yang baru. Lainnya (argumen dari mukjizat, argumen dari pengalaman agama dan argumen persetujuan umum) mengklaim hanya kemungkinan yang kuat, bukan kepastian demonstratif. Kami telah memasukkan mereka karena mereka membentuk bagian yang kuat dari kasus kumulatif. Kami percaya bahwa hanya beberapa dari argumen ini, diambil secara individual dan terpisah, mendemonstrasikan adanya makhluk yang memiliki sifat yang hanya Allah yang dapat memilikinya (tidak ada argumen membuktikan semua sifat ilahi); tetapi semua argumen yang dikumpulkan bersama-sama, seperti tali yang dipintal benangnya, membuatnya menjadi  sangat kuat.

sumber

One comment

  1. Aluisius Triyono · · Balas

    Satu oase yang sangat diperlukan untuk menjawab pertanyaan tentang hidup dan kehidupan. Terima kasih atas situs ini.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: