PD : 1. Argumen dari Perubahan

Dunia material yang kita tahu adalah dunia perubahan. Wanita muda ini tingginya menjadi 5’2”, tapi ia tidak selalu setinggi itu. Pohon oak yang besar dihadapan kita tumbuh dari biji yang paling kecil. Sekarang ketika sesuatu berada dalam kondisi tertentu, seperti ukuran matang, kondisi itu tidak bisa membawa dirinya menjadi ada. Karena sampai hal ini menjadi ada, hal tersebut tidak ada, dan jika tidak ada, itu tidak menyebabkan apapun.

Untuk hal yang berubah, meskipun hal tersebut dapat menjadi apa yang seharusnya, hal tersebut belum berubah. Hal ini sesungguhnya ada sekarang dalam kondisi ini (biji); hal ini akan sungguh ada dalam kondisi itu (pohon oak yang besar). Tapi biji sesungguhnya tidak berada dalam kondisi pohon oak sekarang. Ia hanya memiliki potensialitas untuk menjadi pohon oak.

Pertanyaannya : Untuk menjelaskan perubahan, bisakah kita mempertimbangkan perubahan hal itu sendiri, atau harus adakah hal lain yang terlibat? Jelas, hal-hal lain harus terlibat. Tidak ada yang bisa memberikan apa yang tidak dimilikinya, dan hal yang berubah tidak bisa memiliki sekarang, sudah,  apa yang akan dimilikinya nanti. Hasil perubahan tidak bisa sungguh ada sebelum terjadi perubahan. Perubahan hal dimulai hanya dengan potensi untuk berubah, tapi ini perlu dilakukan oleh hal-hal lain diluarnya jika potensi itu dijadikan aktual. Sebaliknya, ia tidak bisa berubah.

Tidak ada yang merubah dirinya sendiri. Benda-benda yang bergerak sendiri, seperti tubuh binatang, digerakkan oleh keinginan atau kehendak – sesuatu lain daripada molekul semata. Dan ketika binatang atau manusia mati, molekul-molekul ini tetap ada, namun tubuh tidak lagi bergerak karena keinginan atau kehendak tidak hadir lagi untuk menggerakkannya.

Pertanyaan lebih lanjut : Apakah hal-hal lain diluar hal yang berubah itu juga berubah? Apakah penggeraknya juga bergerak? Jika demikian, semua dari mereka berdiri sekarang dalam kebutuhan digerakkan oleh hal-hal lain, atau mereka tidak bisa berubah. Tak peduli berapa banyak hal-hal yang ada dalam rangkaian, tiap hal membutuhkan sesuatu diluar dirinya untuk mengaktualisasikan potensialitasnya untuk berubah.

Alam semesta adalah jumlah total dari semua hal-hal yang bergerah, tak peduli berapa banyaknya. Keseluruhan alam semesta berada dalam proses perubahan. Tapi kita telah melihat bahwa perubahan membutuhkan kekuatan dari luar untuk mengaktualisasikannya. Oleh karena itu, ada suatu kekuatan dari luar (tambahan) alam semesta, suatu keberadaan nyata transenden bagi alam semesta. Hal inilah yang disebut “Allah”

Singkatnya, jika tidak ada apa-apa diluar alam semesta material, maka tidak ada yang bisa menyebabkan alam semesta berubah. Tapi alam semesta berubah. Oleh karena itu harus ada sesuatu sebagai tambahan bagi alam semesta material. Namun alam semesta adalah jumlah total semua materi, ruang dan waktu. Ketiga hal ini saling bergantung satu sama lain. Jadi keberadaan diluar alam semesta ini berada diluar materi, ruang dan waktu. Ia bukan hal yang berubah; Ia adalah Sumber perubahan yang tidak berubah.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: