Santa Maria Magdalena

 St. Gregorius Agung

Bapa Gereja Perdana & Doktor Gereja

Pernyataan tanpa bukti dari Da Vinci Code sekalipun demikian, Maria Magdalena secara universal di hormati sebagai orang kudus dari jaman para rasul hingga sekarang. Semua Injil mencatat kesetiaannya kepada Kristus meskipun iman para rasul bimbang selama dan setelah kisah sengsara Yesus. Bahkan tradisi Katolik Timur dan Ortodok memanggil ia “rasul bagi para rasul” sejak ia membawa berita kebangkitan kepada kedua belas rasul pada minggu Paskah. Beberapa penulis mengidentifikasi dia sebagai wanita yang berdosa Lukas 7:35-50 yang meminyaki kaki Tuhan dan dengan Maria dari Bethany, saudara perempuan Lazarus di Lukas 10: 38-42. Lainnya mengidentifikasi ketiga atau kedua orang ini individu-individu yang berbeda. Bacaan berikut ini adalah kutipan dari homily Paus Santo Gregorius Agung sekitar tahun 600 AD dan dibacakan pada Pesta St. Maria Magdalena pada 22 Juli.

Ketika Maria Magdalena datang ke makam dan tidak menemukan tubuh Tuhan, ia kira tubuh tersebut telah di bawa pergi dan kemudian memberi tahukan kepada para murid. Setelah mereka datang dan melihat makam, mereka juga percaya apa yang telah Maria katakan. Di teks kemudian dikatakan: Para murid pulang kerumah, dan  ditambahkan: tetapi Maria menangis dan tinggal berdiri diluar makam.

Kita harus merefleksikan pada sikap Maria dan kasih besar yang ia rasakan pada Kristus; meskipun para murid telah meninggalkan makam, ia tetap tinggal. Ia masih mencari seseorang yang tidak ia temukan, dan ketika ia mencari ia menangis; terbakar dengan api kasih, ia merindukan diriNya yang ia kira telah dibawa pergi. Untuk ketekunan adalah esensi pada setiap perbuataan baik, seperti suara kebenaran memberitahukan kepada kita: Siapa yang bertekun hingga akhir akan diselamatkan.

Pada awalnya ia mencari tetapi tidak ditemukan, tapi ketika ia bertekun hal itu terjadi, bahwa ia temukan apa yang ia cari. Ketika keinginan kita tidak dipuaskan, mereka tumbuh menjadi tambah kuat, dan saat menjadi kuat mereka menjadi fokus. Demikian juga keinginan [untuk menjadi] Kudus tumbuh dengan antisipasi, dan jika mereka tidak tumbuh, sebenarnya mereka bukanlah keinginan. Siapapun yang sukses mencapai kebenaran telah terbakar dengan kasih yang begitu hebat. Seperti Daud katakan: Jiwaku haus kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang dan melihat wajah Allah? dan juga didalam Kidung Agung Gereja mengatakan: Aku terluka oleh kasih, dan lagi: Jiwaku melebur dengan kasih.

Wanita, kenapa kamu menangis? Siapa yang kamu cari? ia ditanya kenapa ia berduka cita sehingga keinginannya dapat dikuatkan; karena ketika ia menyebutkan siapa yang ia cari, kasihnya bercampur menjadi lebih tekun.

Yesus berkata kepadanya: Maria. Yesus tidak dikenali ketika Ia memanggilnya “wanita”; jadi Ia memanggil namanya, seolah Ia berkata: Kenali Aku seperti Aku mengenalmu; karena Aku tidak mengenalmu seperti Aku mengenal lainnya; Aku mengetahuimu seperti dirimu sendiri”. Dan begitu juga Maria, sekali namanya disebutkan, mengenal siapa yang berbicara. Ia dengan cepat memanggilNya rabboni, yang artinya, guru, karena orang yang ia cari secara lahiriah adalah orang yang di dalam hati mengajarkan untuk terus mencari.

sumber

One comment

  1. fen7bernadette · · Balas

    Amin.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: