Refleksi Lukas 7 : 6-10

“Tuhan, saya tidak pantas Tuhan datang pada saya, tetapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh”

Ketika akan menyambut tubuh dan darah Kristus, kita pasti mengucapkan kata-kata seperti diatas. Tapi, darimana asal kata tersebut? Apakah ada di Kitab Suci? Jawabannya : Ya, ada. Untuk lebih jelasnya silakan baca tulisan di bawah ini :

Lukas 7:6-10
Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-MuTetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya” Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!” Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali

Dari sinilah kata-kata itu didapat. Karena itu kita diharap mencontoh iman dari si Perwira Romawi yang menurut Yesus lebih besar dari iman orang Israel sendiri.

Ada dua sisi dari kekuatan iman perwira ini

1. Dia dengan rendah hati membandingkan Yesus sebagai pemimpin dan dirinya sendiri sebagai prajurit. Dengan ini dia telah yakin akan kebesaran Yesus dan menempatkan dirinya dibawah Yesus.

2. Dia percaya TANPA melihat (ini adalah salah satu aspek iman). Dia tidak perlu membawa Yesus ke rumahnya dan melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana hambanya disembuhkan, dia PERCAYA bahwa kalau Yesus sudah bersabda ITU AKAN TERJADI!! Mungkin kalau kita2 yang sudah kenal Yesus, kita tidak akan masalah. Tapi si Perwira ini tidak begitu mengenal Yesus seperti kita sekarang.

Nah, dalam misa sendiri kita berkata, “Tuhan aku tidak pantas Tuhan datang pada saya” saat kita akan menyambut Tubuh Kristus. Ingat bahwa setelah dikonsekrasi maka Roti dan Anggur benar-benar menjadi tubuh dan darah Kristus. Karena itu kamu akan MAKAN tubuh dan darah Kristus. Kamu akan bersatu dengan Kristus. Persatuan dengan Kristus ini diandaikan oleh Yesus sendiri bagaikan: “Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku”(Yoh 6:57). Jadi kesatuan kita dengan Kristus setelah makan tubuh dan darah adalah bagaikan kesatuan Yesus dengan Bapa. Ini benar-benar luar biasa.

Karena itu, kita ini benar-benar tidak pantas sesungguhnya. Tuhan sudah menebus dosa itu sudah lebih dari cukup. Tuhan sudah datang saja ke kita, itu sudah cukup. Tapi dalam Ekaristi, kita bersatu secara luar biasa dengan Yesus. Sungguh tidak pantas. namun, karena memang kita disuruh Yesus dengan penuh kasih untuk menyambut Tubuh dan DarahNya maka kita memberanikan diri sambil berkata “namun bersabdalah saja, aku akan sembuh”. Kesembuhan ini juga dalam arti kemampuan Ekaristi kudus untuk menghapuskan dosa kecil (BUKAN dosa besar! Baca bawah)

Karena begitu besar Kasih Yesus sehingga kita bersatu dengan dia dalam Ekaristi, maka kita harus benar-benar melayakkan diri sebisa mungkin. Saat menerima Komuni orang harus membersihkan diri dari dosa besar karena dosa besar memutuskan rahmat tuhan atas kita. Rahmat ini perlu untuk menjalin hubungan dengan Tuhan. Tanpa rahmat ini kita akan seperti orang kafir yang tidak ada Tuhan dalam dirinya. Paulus sendiri mengatakan:

1 Kor 11:27-29
Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.

Karena itu, kalau kita melakukan dosa besar, kita harus mendapatkan rahmat kembali lewat sakramen tobat supaya kita layak dan tidak menghina Kristus.

PS
Ini adalah ayat paralel dari ayat Perwira diatas

Matius 8:9-10, 13
Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel…. Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

Artikel dikutip dari ekaristi.org

2 komentar

  1. Cahyani · · Balas

    indah skaLi :)

  2. anna martini · · Balas

    ameeeen

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: