Sejarah dan Mitos : Tanggapan [Terhadap] Reformasi

Dibawah Charles V, penerus Ferdinand dan Isabella, inkuisisi menjadi bagian yang didirikan keadilan Spanyol. Dengan wabah reformasi Luther di Eropa dan penyebaran gagasannya tahun1520, inkuisisi dipertahankan sebagai sarana untuk melindungi iman di Spanyol dari infiltrasi kesesatan baru ini, dan sebagai sarana menopang kekuasaan raja.

 

Reformasi memiliki dampak yang kecil di Spanyol. Di satu sisi, keberadaan inkuisisi aktif yang disponsori negara dapat dilihat sebagai satu alasan [keberadaan inkuisisi] yang tidak pernah mencengkeram. Di sisi lain, katolisisme tradisional Spanyol yang begitu disamakan dengan Reconquista akhir abad 15 dengan pasti memainkan peran yang kuat. “Tidak seperti Inggris, Perancis, dan Jerman, Spanyol belum pernah mengalami heresy tunggal popular yang signifikan sejak awal abad pertengahan. Semua perjuangan ideologinya sejak Reconquest telah diarahkan untuk menentang agama-agama minoritas, Judaisme dan Islam. Hal-hal ini karenanya bukanlah kesesatan alami (seperti Wycliffisme di Inggris) dimana gagasan Jerman dapat dibangun.(32)” Humanisme sendiri juga memiliki dampak yang lemah di Spanyol. Para skolar dan penulis esai seperti Erasmus hanya memiliki sejumlah kecil hal berikut (33). Sejumlah kecil Humanist dengan pemahaman Erasmus dipandang mencurigakan, bagaimanapun, dan Erasmus akhirnya menjadi disamakan dengan Luther di Spanyol.

 

Gambaran inkuisisi Spanyol yang membakar ratusan ribu heretik protestan tidak memiliki dasar fakta sejarah. Hanya sedikit protestan di Spanyol sehingga tidak mungkin ada tuntutan seperti itu, tidak peduli betapa kuat inkuisisi dan tidak peduli berapa banyak orang yang membuat propaganda anti-katolik menciptakan gambaran pada abad 16 dan setelahnya. Selama periode reformasi, inkuisisi di Spanyol dengan pasti mencari bukti protestanisme, khususnya diantara kelas-kelas berpendidikan. Kecenderungan populer dipandang mencurigakan, walaupun mereka [yang] terlibat dengan jelas adalah katolik pada prakteknya. Gerakan spiritual mistik diinvestigasi, menuntun pada penganiayaan kelompok kecil illuminist, atau alumbrados. Ini merupakan gerakan spiritual interior yang berdasarkan pada persatuan pasif jiwa dengan Allah. Sementara pengutukannya di Spanyol hanya mempengaruhi jumlah yang sedikit, hal ini berdampak pada generasi penulis spiritual, termasuk St. Theresa Avila yang dipertanyakan karena tuduhan kecenderungan illuminist (34). “Ancaman Lutheran, bagaimanapun, membutuhkan waktu lama untuk berkembang. Tahun 1520, Luther mungkin telah tidak didengar di Spanyol…Namun, generasi penuh berlalu dan Lutheranisme gagal berakar di Spanyol. Tidak ada atmosfir pembatasan atau penindasan pada tahun-tahun ini. Sebelum 1558 kurang dari 50 kasus tuduhan Lutheranisme diantara orang Spanyol datang kepada perhatian inkuisitor.” (35)

 

Ditemukannya sel kecil protestan di Seville dan Valladolid pada akhir 1550an, bagaimanapun, menghasilkan pertemuan pada kuartal tertinggi di Spanyol. Kelompok Seville “berjumlah sekitar 120 orang, termasuk kepala biara dan anggota-anggota Jeronimite convent Santa Paula. Kelompok ini berhasil untuk ada dalam keamanan sampai 1550an, ketika beberapa biarawan dari San Isidro dengan tepat melarikan diri. Pengasingan…memainkan peran kecil di Sejarah Spanyol kecuali kemuliaan reformasi eropa.”(36) Protestan Seville ditemukan tahun 1557, yang membawa kepada penangkapan kelompok Valladoid tahun 1558. Spanyol bereaksi dengan takut kepada temuan [kelompok Valladoid], dan Charles V dari pengasingannya di biara menulis surat yang jahat kepada putri Juana pengganti raja di Spanyol sehingga “kebesaran kejahatan” harus ditindas dan diperbaiki tanpa perbedaan pribadi sejak awal.” (37) Meskipun Spanyol untuk gelombang pasang wahyu (revelation) dan penemuan-penemuan – dengan jari menunjuk dan tuduhan pseudo-protestan dimana-mana – seluruhnya, hanya lebih dari 100 orang di Spanyol dituduh menjadi pengikut Luther.”Sebagian besar mereka bukan protestan…sentiment irreligious, ejekan mabuk, expresi anti-klerik, semua diklasifikasikan oleh inkuisitor (atau oleh mereka yang mencela masalah) sebagai ‘Lutheran’. Sikap tidak hormat pada gambar-gambar gereja, makan daging pada hari yang dilarang, dinggap sebagai tanda-tanda kesesatan.”(38)

 

Satu aspek dari inkuisisi Spanyol yang dimainkan ditangan propagandist reformasi adalah ketika [inkuisi Spanyol] mengklaim yurisdiksi terhadap orang asing di tanahnya. Pelaut dan pedagang dari negara asing membangun sejumlah besar tuduhan-tuduhan pedagang “Lutheranisme”, yang membawa pada pertentangan dengan pemerintah (Sampai abad 20, semua negara diluar Spanyol dianggap sebagai tierras de herejes atau “negara-negara heretik”). Kisah dari orang-orang yang telah menghadapi inkuisisi Spanyol adalah bentuk favorit dari literature anti-katolik dan menyediakan sumber yang tidak reliable bagi keseleruhan “legenda hitam” yang mengelilinginya.

 

Dalam banyak cara, inkuisisi di Spanyol meniru struktur inkuisisi abad pertengahan. Inkuisisi dimulai dengan kedatangan dalam sebuah komunitas dari officernya yang akan mengumumkannya pada misa dengan semua komunitas yang berkumpul. Seperti pada inkuisisi abad pertengahan, sebuah “dekret (edict) rahmat” biasanya diberikan kepada pengakuan-diri dari dosa-dosa tanpa hukuman yang serius. “Dekrit (edict) iman” yang sering dibaca yang mendaftar kesesatan-kesesatan dibawah investigasi. Pada abad 16, sidang inkuisisi tidak publik. Nama-nama penuntut dirahasiakan dari orang yang dituntut. Bukti dikumpulkan dan dihadirkan kepada teolog-teolog untuk dinilai. Jika bukti yang dipertimbangkan mencukupi, penangkapan akan dilakukan (peraturan yang sering dilanggar, karena suatu penangkapan terjadi sebelum bukti apapun didirikan). Penangkapan diikuti oleh penyitaan properti tiba-tiba dari orang yang dituntut/dituduh, yang akan ditahan sampai masalah selesai.

 

Seperti pada inkuisisi abad pertengahan, penyiksaan digunakan untuk memunculkan pengakuan ketika tidak ada bukti yang mencukupi. Penyiksaan yang umum diseluruh Eropa dalam tindakan yudisial dan Spanyol bukan pengecualian. Penyiksaan hanya dapat digunakan dalam kasus-kasus kesesatan, yang berarti bahwa penyiksaan tidak digunakan untuk pelanggaran-pelanggaran kecil yang membangun mayoritas pada aktivitas inkuisitorial. Setelah 1530, bagaimanapun, penyiksaan lebih sering muncul ketika inkuisisi secara spesifik menginvestigasi Judaizers dan protestan tertuntut. Namun, “pemandangan sadisme yang dibayangkan oleh para penulis populer mengenai inkuisisi memiliki dasar yang kecil kenyataannya, walaupun keseluruhan prosedur cukup tidak menyenangkan untuk memunculkan protes periodic dari orang Spanyol (39).” Mereka yang melaksanakan penyiksaan bukanlah imam, seperti yang sering digambarkan dalam representasi artistik, namun adalah professional yang biasanya digunakan dalam pengadilan sekuler. Penyiksaan tidak dapat menyebabkan pertumpahan darah atau berakibat hilangnya kehidupan atau mutilasi. Tujuan penyiksaan, tidak seperti pengadilan sekuler, adalah untuk memperoleh informasi atau pengauan, bukan penghukuman. Penyiksaan digunakan hanya dalam sedikit kasus, dan biasanya sebagai pertolongan terakhir.(40)

 

Karena bukti dan saksi dikumpulkan sebelum penangkapan, inkuisisi tidak berfungsi sebagai sidang untuk menentukan bersalah atau tidaknya seseorang. Tersangka ditangkap dengan tujuan memperoleh pengakuan. Tersangka biasanya diberikan tiga kesempatan untuk mengakui kesalahannya, kemudian prosekutor akan membaca tuduhan dan tersangka harus segera menanggapi. Tidak seperti inkuisisi abad pertengahan, tersangka diizinkan [menggunakan] pengacara sah, walaupun pengacara ini adalah pejabat inkuisisi dan tidak membantu atau dapat dipercaya. Tersangka kemudian dapat menghimpun pembelaan berdasarkan kesaksian saksi, atau pembelaan dari situasi yang meringankan, seperti dalam keadaan mabuk. Badan yang disebut consulta de fe,yang terdiri dari inkuisitor, sebuah perwakilan uskup lokal dan konsultan teologis akan mengeluarkan keputusan.

 

Mereka yang terbukti bersalah dihukum dengan berbagai tingkat penitensi yang dapat berjalan dari pemakaian sabenitopakaian kuning penitensial yang dipakai setiap kali di muka umum, untuk bekerja paksa diatas kapal Spanyol. Seperti pada inkuisisi abad pertengahan, sebagian besar kasus tidak melibatkan kesesatan. Tuduhan-tuduhan seperti bigamy, perzinahan, kehidupan cabul dan penghujatan adalah mayoritas masalah. Hanya heretik yang tidak mau bertobat atau heretik yang melakukan kesesatannya lagi yang dapat “diistirahatkan” – diserahkan – kepada otoritas sekuler untuk dibakar di tiang pancang. Setelah penganiayaan pahit conversos pada 20 tahun pertama inkuisisi, pada abad 17 dan 18 lebih sedikit tiga orang setahun dieksekusi diseluruh Spanyol. (41) Faktanya, sebagian besar orang [akan]  hanya dibakartelah sebelumnya meninggal atau melarikan diri dari negara.

 

Auto de fe yang terjadi setelah sidang adalah yang paling jahat, dan disalahpahami, merupakan bagian dari inkuisisi Spanyol. Sebuah Auto de fe adalah aspek unik inkuisisi Spanyol, “tindakan iman” liturgis dan umum. Biasanya diadakan di public square, sebuah Auto de fe meliputi doa, misa, prosesi umum dari mereka yang bersalah dan pembacaan hukuman mereka. Peristiwa ini dengan pasti membutuhkan keseluruhan hari dan publik didorong untuk menyaksikannya. Representasi artistik dari Auto de fe oleh pembuat propaganda biasanya melibatkan gambar-gambar penyiksaan dan pembakaran tersangka. Mereka menjadi sumber utama, untuk menciptakan gambar dalam pikiran populer inkuisisi Spanyol. Bagaimanapun, tidak ada aktivitas yang terjadi selama apa yang essensial tindakan religius yang menekankan “rekonsiliasi” dari tersangka dengan Gereja. Tidak ada penyiksaan karena sidang telah disimpulkan, dan jika eksekusi terjadi, mereka terpisah dari Auto de fe dan dilaksanakan di tempat yang kurang terbuka. (42).

 

Inkuisisi Spanyol memang unik. Berawal dari kepausan, lalu dikendalikan oleh monarki Spanyol. Tujuannya, pasti, adalah untuk memelihara orang katolik Spanyol, tapi penggunaannya terutama berpusat pada conversos katolik Yahudi, dan, kemudian, keturunan Muslim. [Inkuisisi Spanyol] tentu saja adalah kekuatan yang menahan pemikiran protestan – dan, Pencerahan – keluar dari Spanyol, walaupun jumlah mereka yang sebenarnya disiksa karena aktivitas tersebut sangat kecil. Hal ini bertahan dengan berbagai aktivitas sampai abad 17 dan 18, walaupun auto de fe menjadi kurang sering. Luapan besar yang terjadi tiba-tiba dalam aktivitas sekali lagi ditujukan pada Judaizing tertuduh diantara conversos pada 1720an. Hal ini secara formal diakhiri oleh monarki tahun 1834, meskipun telah berakhir secara efektif tahun-tahun sebelumnya.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: