Homily from Votive to the Sacred Heart

oleh Romo Kyle Schnippel

Homiliku dari Solemn Mass Jumat malam dalam Forma Ekstraordinari (NB : Forma Ekstraordinari adalah sebutan untuk Misa Latin Tradisional atau Misa Tridentine), dimana saya memberikan sedikit pembelaan kenapa saya berusaha keras untuk mengambil alih tugas ini:

Sebagaimana saya memulai, Saya ingin memberikan sebuah ucapan terima kasih dan penghargaan saya kepada Romo Juarez, Pastor dari St. Mary, untuk menjadi host Misa pada bulan ini dan untuk mengijinkan saya untuk melayani lebih sering dalam bulan-bulan terakhir dan “berdiri di tengah” pada malam ini. Atas nama semua, [saya ucapkan] terima kasih karena sudah membuat Gereja yang indah ini bisa menyediakan tempat untuk liturgi ini.

Juga, MC pada Misa malam ini [memberikan bantuan] yang  tidak ternilai dalam mempersiapkan saya untuk peristiwa ini. Tuan Paver, terima kasih untuk waktunya untuk berjalan bersama dengan saya melalui proses ini, untuk menyediakan masukan yang konstruktif dan dorongan semangat; Saya sangat menghargainya. Seperti yang telah kukatakan kepadamu setelah Misa Perjamuan Terakhir selama Pekan Suci : Misa ini adalah proses yang membantu saya mengubah pemahaman saya tentang imamat dan Misa, dan saya berterima kasih.

Seperti yang telah saya siapkan untuk perayaan ini, saya telah memiliki, pada perayaan, sejumlah pertanyaan kenapa saya, atau begitu banyak saudaraku sesama imam (dan seminarian) begitu ingin merayakan Misa ini menurut Ritusnya, atau Forma. Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk memberikan sedikit “apologia” atau pembelaan kenapa saya berjuang melakukan ini, seperti yang telah saya sebutkan, hal ini telah menjadi proses transformatif bagi saya, dan saya ingin agar semua bisa mengerti.

Apa yang pada awalnya membuat saya tertarik kepada Forma dari Misa ini, pertama kali ketika saya hadir di Seminari Tinggi di Josephinum, adalah “keduniawian lain” dari pendekatan kepada Misa. Untuk memasuki misteri ini adalah untuk benar-benar keluar dari waktu. Indra fisik kita mencegah dari menyerap sepenuhnya apa yang terjadi sehingga indra spiritual kita bisa menjadi selaras dengan misteri yang kita rayakan:[Bahasa] Latin memaksa otak untuk relaks dan mengambil kedalam, daripada mengikuti sebuah teks  tanpa berpikir, ketersembunyian dari seorang imam merayakan dengan menghadap ke altar, bukan menghadap umat, menekankan bahwa kita tidak bisa “melihat” apa yang terjadi, tetapi hanya bisa mengalami; keheningan dan  kesunyian dari sekian banyak yang telah terjadi bisa mengakibatkan sedikit reaksi ketika kita terbiasa terlibat dalam segala hal yang kita lakukan, hal ini sedikit berbeda, hal ini abadi, ini bukan “hiburan”, ini “penyembahan”. Ketika kita bingung terhadap dua konsep, kita telah gagal secara dramatis.

Sebagai seorang Imam, bahkan ada yang lebih dari ini. Dalam terjemahan yang sekarang dari Misa Forma Ordinari (NB : Forma Ordinari adalah sebutan untuk Misa Novus Ordo, misa yang sekarang dirayakan setiap minggu), bahasa yang digunakan terkadang, umm…., presumtif . Bahkan setelah hanya tujuh tahun sebagai Imam, ada sebuah ide bahwa saya mengatakan kata-kata itu dan hal itu terjadi. Sebagai seorang imam, saya tidak bangga untuk mengakui, tetapi itu bisa sewaktu-waktu dengan mudah menutup pikiran, dan hanya mengikuti gerakan.

Ketika seseorang merayakan Misa ini, dua jebakan ini: anggapan dan penghafalan tak bermakna, sangatlah tidak mungkin Ketika saya menyelesaikan merayakan Misa ini, bahkan ketika diucapkan secara pribadi, Saya tahu sesuatu telah dilakukan. Diperlukan konsentrasi, ketepatan, dan dedikasi untuk merayakan Misa ini dengan baik dan secara kompeten. Ketika saya mendengar bahwa biasanya [misa] diucapkan didalam 12 menit, dengan terburu-buru dan tidak ada homili dan sangat terlepas dari kehidupan dari umat, saya hanya menjawab: hal itu tidak perlu. Dan ,sejujurnya, apakah bentuk forma yang lebih baru sering diucapkan sangat berbeda?

Lebih penting lagi, bagaimanapun, adalah kurangnya ketidaksopanan pada bagian imam. Ketika saya terus belajar doa pribadi imam dari Misa ini, saya terus terbentur oleh, umm…, doa permohonan yang ada didalamnya. Kami memohon dan memohon bahwa Korban yang dipersembahkan ini bisa berkenan kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, aspek yang sangat kurang dalam Forma Ordinary ini, sebaliknya akan dengan gembira  dikembalikan dengan implementasi terjemahan baru yang akan datang di masa adven nanti.

Ada satu doa yang ingin saya garis bawahi yang mencontohkan perbedaan ini, “Placeat tibi” yang diucapkan saat pembubaran dan hanya sebelum pemberkatan. Dalam bahasa inggris, doa itu diterjemahkan:

Semoga penghormatan dari tugas yang merupakan panggilan saya ini menyenangkan-Mu, Oh Tritunggal Mahakudus, dan korban yang telah saya berikan, walaupun aku tidak layak, yang telah dipersembahkan di hadapan keagungan-Mu, dapat diterima oleh-Mu, dan melalui kerahiman-Mu menjadi perdamaian untukku dan untuk semua yang telah saya persembahkan. Melalui Yesus Tuhan kami. Amen

Ketika saya membaca dan mendoakan doa ini pada akhir Misa, apa yang diperjuangkan dibenak saya saat itu adalah perlunya kerendahan hati. Kerendahan hati diperlukan untuk merayakan Misa ini, hal ini bukan tentang saya sebagai imam, tetapi soal menyembah Allah. Kerendahan hati yang diperlukan untuk melayani Misa ini, bahwa saya disini bukan untuk dihibur, tetapi untuk bersatu kepada Kristus, dan Ia disalibkan. Kerendahan hati diperlukan bagi kita semua untuk mendekati Tuhan kita dan Allah dalam takut dan gentar.

Saat kita mendekati implementasi terjemahan baru dari Forma Ordinari, semoga perayaan dari Forma Ekstraordinari memimpin kita ke arah yang lebih mendalam dalam menghargai misteri yang kita rayakan, membantu kita semua untuk mendekati Tuhan kita didalam roh kerendahan hati dan doa, dan akhirnya menguatkan kita semua untuk menjadi seperti Kristus didalam dunia ini sehingga kita bisa bersama dengan-Nya selamanya di dunia yang akan datang.

sumber

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: