St. Justinus Martir, pelindung para apologist

"Karena kita menerima ini tidak sebagai roti ataupun minuman biasa; tetapi karena Yesus Kristus penyelamat kita menjadi daging dari sabda Allah dan memiliki daging dan darah demi keselamatan kita, maka sebagaimana telah diajarkan, makanan yang telah disucikan dalam Ekaristi melalui Doa Syukur Agung yang ditetapkan oleh-Nya, dan yang melalui perubahan yang olehnya darah dan daging kita disuburkan, adalah daging dan darah dari Yesus yang telah menjadi daging itu." (First Apology, 66)

Santo Yustinus, Martir 

Yustinus lahir dari sebuah keluarga kafir di Nablus, Samaria, Asia Kecil pada permulaan abad kedua kira – kira pada kurun waktu meninggalnya Santo Yohanes Rasul.

Yustinus mendapat pendidikan yang baik semenjak kecilnya. Kemudian ia tertarik pada pelajaran filsafat untuk memperoleh kepastian tentang makna hidup ini dan tentang Allah. Suatu ketika ia berjalan-jalan di tepi pantai sambil merenungkan berbagai soal. Ia bertemu dengan seorang orang tua. Kepada orang tua itu, Yustinus menanyakan berbagai soal yang sedang direnungkannya. Orang  tua itu menerangkan kepadanya segala hal tentang para nabi Israel yang diutus Allah, tentang Yesus Kristus yang diramalkan para nabi serta tentang agama Kristen. Ia dinasehati agar berdoa kepada Allah memohon terang surgawi. 

Di samping filsafat, ia juga belajar Kitab Suci. Ia kemudian dipermandikan dan menjadi pembela kekristenan yang tersohor. Sesuai kebiasaan jaman itu, Yustinus pun mengajar di tempat-tempat umum, seperti alun-alun kota, dengan mengenakan pakaian seorang filsuf. Ia juga menulis tentang berbagai masalah, tertutama yang menyangkut pembelaan ajaran iman yang benar. Di sekolahnya di Roma, banyak kali diadakan perdebatan umum guna membuka hati banyak orang bagi kebenaran iman Kristen.

Yustinus bangga bahwa ia menjadi seorang Kristen yang saleh, dan ia bertekad meluhurkan kekristenan dengan hidupnya. Dalam bukunya, “Percakapan dengan Truphon Yahudi”, Yustinus menulis: “Meski kami orang Kristen dibunuh dengan pedang, disalibkan, atau di buang ke moncong-moncong binatang buas, ataupun disiksa dengan belenggu api, kami tidak akan murtad dari iman kami. Sebaliknya, semakin hebat penyiksaan, semakin banyak orang demi nama Yesus, bertobat dan menjadi saleh.”

Di Roma, Yustinus ditangkap dan bersama para martir lainnya dihadapkan dihadapankan ke depan penguasa Roma. Setelah banyak disesah, kepala mereka dipenggal. Peristiwa ini terjadi pada tahun 165. Yustinus dikenal sebagai seorang pembela iman terbesar pada zaman Gereja Purba.

Sumber

3 komentar

  1. Thomas NR · · Balas

    aku sangat membutuhkan cerita singkat tentang awal mula munculnya heresy dan ajaran bapa-bapa gereja tentang penolakan terhadap heresy tersebut…..tolong dong dikirim ke email saya

    1. Shalom,

      Terima kasih sudah berkunjung di blog kami, mungkin saudara Thomas bisa lihat disini: http://www.catholic.com/library/Great_Heresies.asp

      Salam dan doa

      Andreas

    2. Shalom Thomas NR,

      Link berikut ini memberikan penjelasan singkat tentang bidah-bidah yang dihadapi Gereja Katolik sampai abad 21, namun tidak terdapat tanggapan dari Bapa Gereja terhadap heresi tersebut : http://indonesian-papist.blogspot.com/2011/06/daftar-bidaah-bidaah-dan-janji-yesus.html

      Sedangkan link berikut ini dari katolisitas, dimana terdapat tanggapan Bapa Gereja terhadap heresi dari abad 1-7 : http://katolisitas.org/2009/09/11/yesus-sungguh-allah-sungguh-manusia/#heresi-sepanjang-sejarah-gereja-dan-tanggapan-para-bapa-gereja

      Untuk penjelasan yang lebih komprehensif mengenai heresi, anda bisa berkunjung ke link newadvent (bahasa inggris) : http://www.newadvent.org/cathen/07256b.htm

      Semoga link-link diatas bisa membantu.

      Salam,

      Cornelius

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: