Mukjizat Lordes yang dialami Gabrial Gargan

Gabriel Gargan berusia 30 tahun, seorang juru surat di French Postal Service. Ia bekerja memilah surat di kereta dan pada 17 Desember 1899 kereta dimana ia sedang bekerja mengalami kecelakaan. Gabriel terluka sangat parah, ia lumpuh dari bagian pinggang ke bawah dan hampir mati ketika penyelamat datang menolongnya.

Gabriel selamat namun cedera berat. Setelah 8 bulan perawatan, beratnya hanya 78 pounds dan luka yang berkembang di kakinya menyebabkan kelumpuhan. Dia makan melalui tube (yakni, selang makanan dari hidung langsung ke lambung) dan hanya mampu melakukannya sekali sehari.

Ketika keluar dari rumah sakit, Gabriel sama sekali tidak mampu melakukan apapun untuk dirinya sendiri dan membutuhkan perawatan 24 jam. Para dokter melihat bahwa tidak ada harapan terhadap perkembangan kondisinya. Dia menuntut perusahaan kereta api, yang memperjuangkan setiap jengkal klaim melalui pengadilan. Namun, setelah mendengar kesaksian beberapa dokter mengenai prognosa yang tak ada harapan, dia akhirnya mendapat sejumlah uang yang cukup untuk mendukungnya dan membayar perawatannya.

Gabriel adalah seorang lapsed Catholic (yakni orang yang telah berhenti mempraktekkan imannya – Katolik KTP) dan tidak pernah masuk gereja selama sekitar 15 tahun sebelum kecelakaan. Namun bibinya adalah seorang biarawati Ordo Hati Kudus dan menyarankan dia untuk mengunjungi Lourdes. Gabriel menolak tetapi bibinya terus mendesak dia untuk melakukan ziarah ke Lourdes. Penampakan Lourdes telah terjadi 42 tahun sebelumnya dan banyak mujizat penyembuhan telah diklaim selama periode ini.

Ibunya bergabung dengan sang suster-bibi dalam usaha untuk membuat Gabriel setuju untuk mengunjungi Lourdes dan, akhirnya, dia setuju. Dua tahun setelah kecelakaan itu, Gabriel berangkat ke Lourdes dengan tandu. Dia tidak meninggalkan rumahnya sejak keluar dari rumah sakit dan upaya pemindahan ke kereta membuatnya pingsan. Di titik inilah para pembantunya menolak usaha-usaha mereka untuk membawanya karena mereka berpikir dia akan mati dalam perjalanan. Namun ibunya bersikeras bahwa dia melakukan perjalanan tersebut.

Sesampai rombongan itu di Lourdes, Gabriel mampu pergi mengaku dosa dan menerima komuni. Setelah itu, dia dibawa ke mata air itu dan diletakkan di perairan. Setelah mengerahkan tenaga, Gabriel pingsan dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Para perawatnya menyimpulkan bahwa dia sudah mati, lalu menutupi wajahnya dan siap untuk memindahkan jenazahnya ke tempat yang sesuai. Ketika mereka siap untuk bergerak, seorang imam melintas sambil membawa Sakramen Mahakudus dalam prosesi.

Prosesi berhenti dan imam memberkati sang jenazah dan para pembantu Gabriel. Pada titik ini – yang membuat takjub semua orang – tubuh itu bangkit dari atas tandu, dan dengan masih tertutup kain, Gabriel mengatakan bahwa dia ingin bangun. Orang-orang dalam ombongan ini berpikir bahwa ini adalah hasil dari mengigau akibat demam dan perjuangan terakhir tubuhnya sebelum mati. Namun dia turun dari tandu, mengambil beberapa langkah dan mengumumkan bahwa dirinya disembuhkan!

Para peziarah datang berkerumun karena tersebarnya berita tentang apa yang sedang terjadi. Gabriel dibawa kembali ke penginapannya. Dia tidak memiliki pakaian kecuali piyama (atau baju tidur) dan dia sementara mengenakan jubah sehingga perlu meminjam pakaian untuk dia kenakan. Meskipun selama ini dia makan hanya makanan dalam bentuk cair melalui tube sejak kecelakaan itu, dia kini minta makanan biasa dan menyantapnya secara normal. Dia sembuh total dan sama sekali tidak menunjukkan dampak cedera dari kecelakaan itu.

Tidak kurang dari 60 dokter terkemuka mengumumkan bahwa Gabriel dalam kesehatan yang sempurna dan hal ini disahkan pada tanggal 20 Agustus 1901. Sejak saat itu, sebagai ucapan syukur atas kesembuhannya, Gabriel menghabiskan hidupnya membantu peziarah cacat di Lourdes.

Diterjemahkan dari artikel The Lourdes Miracles of Gabriel Gargan (silakan diklik) dan diedit oleh Hendy dan Paul Miki.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: