Kontrasepsi – Katekismus Gereja Katolik

2399 Pengaturan kehamilan merupakan salah satu aspek dari sifat orang-tua yang bertanggung jawab. Juga apabila maksud dari suami isteri itu baik, mereka tidak dibenarkan, memakai sarana-sarana yang tidak diizinkan secara moral (umpamanya sterilisasi langsung atau alat kontrasepsi).

2370 Pantang berkala, demikian juga metode-metode pengaturan kehamilan yang berdasarkan pengamatan diri dan pilihan periode tidak subur pada wanita itu Bdk. HV 16., sesuai dengan kriteria obyektif moral. Metode-metode ini menghormati tubuh suami isteri, membesarkan hati mereka untuk kemesraan dan mendukung pendidikan ke arah kebebasan yang sejati. Sebaliknya “tiap tindakan harus ditolak, yang sebelum sanggama atau dalam pelaksanaannya, atau sesudahnya pada konsekuensi-konsekuensi alamiahnya, bermaksud mencegah terjadinya pembiakan, entah sebagai tujuan entah sebagai upaya” (HV 14).
“Sementara persatuan seksual menurut kodratnya mengungkapkan penyerahan diri secara timbal balik seutuhnya antara suami dan isteri, dengan alat kontrasepsi ia menjadi isyarat yang secara obyektif ambivalen, artinya tidak menyerahkan diri sepenuhnya. Tindakan itu tidak hanya membawa kepada penolakan positif untuk terbuka bagi kehidupan, tetapi juga kepada pemalsuan kebenaran inti cinta kasih suami isteri, yang diarahkan kepada penyerahan diri seutuhnya”. Perbedaan antropologis dan moral antara kontrasepsi dan pemanfaatan irama siklus, “menyangkut dua paham pribadi manusia dan seksualitas manusiawi yang tidak dapat diselaraskan” (FC 32).

3 komentar

  1. Theresia · · Balas

    saya sedang hamil ketiga…dan berencana untuk steril….apakah diperbolehkan [Penjelasan lengkapnya bisa dibaca disini : http://katolisitas.org/2441/bolehkah-sterilisasi-dan-nonton-blue-film ]

  2. Saya sudah cesar 3 kali dengan persalinan jarak dekat2, slama ini saya tidak ber kb (buatan), sy ber kb alami, tapi ternyata gagal jg, krn siklus menstruasi yg tak teratur.
    Maka dgn alasan masa pemulihan cesar dan agar tak hamil dlm tempo dekat, saya dianjurkan dokter untuk memakai kb.
    Saya bingung dan takut dosa karna kb (buatan), bagaimana solusi nya, apakah saya harus ber kb (buatan) atau tidak?
    Trims.

    1. Salut atas keputusan anda yang tetap ber kb-alami, simpati saya mendengar pilihan sulit ini, atas pertanyaan ini saya coba bantu sebisa saya, di dalam dokumen Humanae Vitae no 15, Gereja mempertimbangkan untuk memperbolehkan terapi kontrasepsi yang bertujuan untuk memulihkan kesehatan.

      Humanae Vitae
      15 On the other hand, the Church does not consider at all illicit the use of those therapeutic means necessary to cure bodily diseases, even if a foreseeable impediment to procreation should result there from—provided such impediment is not directly intended for any motive whatsoever.

      Demikian jawaban yang dapat saya berikan, saran saya cobalah untuk konsultasi dengan Pastor Paroki anda agar anda dapat mendapatkan jawaban yang memuaskan dan dengan detail.

      Terima kasih sudah bertanya semoga sedikit membantu dan juga saya berdoa semoga kesehatan anda cepat pulih.

      salam,

      Andreas

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: