Aku adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

oleh: Dr. Marcellino D’Ambrosio

Aku adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup — Apa maksud Yesus Kristus ketika Ia berkata ini Yoh 14:1-12? Apakah tidak ada banyak jalan kepada Allah, banyak kebenaran?

“Selama kamu percaya didalam Allah dan mencoba untuk menjadi orang yang baik, apapun agamamu tidaklah masalah.”
“Ada banyak jalan yang berbeda naik menuju ke gunung yang sama, tapi semuanya mengarah menuju ke puncak.”

Seberapa sering anda mendengar orang-orang berbicara seperti ini? Ini kebijaksanaan yang umum. Dari sudut pandang politik benar. Toleran. Masuk akal.

Tapi salah. Yesus dengan berani berkata “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Jalan raya ke surga telah ditutup selama berabad-abad. Allah tidak membuat penghalang jalan. Kita yang membuat. Tapi penghalang yang kita dirikan tidak dapat digerakkan. Setidaknya oleh kita sendiri. Allah-lah satu-satunya yang bisa membuka jalan itu.

Sebelumnya terdapat masalah dengan kebenaran dan hidup. Tentu saja, orang memiliki ide tertentu tentang Allah. Tapi ide tersebut gelap, tidak lengkap dan bercampur dengan kekeliruan. Semua orang di dunia jaman purba mengetahui bahwa ada Pencipta yang wajib untuk di sembah. Tetapi beberapa berpikir penghormatan membutuhkan pengorbanan manusia. Dan kebanyakan berpikir bahwa Allah itu banyak. Sedikit, seperti Aristoteles, menyadari bahwa hanya ada satu Allah. Tetapi ia meng-imajinasikan Allah ini jauh dan penyendiri, tidak perduli dengan perkara manusia.

Akhirnya terdapat persoalan dari hidup, kehidupan Ilahi. Bahkan orang Yahudi, yang memiliki banyak kebenaran tentang Allah, memiliki masalah disini. Mereka tahu apa yang Allah wajibkan. Tapi bahkan orang yang terbaik dari antara mereka tidak memiliki kuasa untuk melakukan itu. Ambil Daud sebagai contoh. Ketika kepingan undian dibawah, ia membuktikan tidak berdaya melawan kekuatan nafsu, penipuan dan bahkan pembunuhan.

Yesus adalah jalan. Tentu saja Ia adalah jalan dua arah. Di dalam-Nya, Allah datang untuk bertemu dengan kita, tidak menahan diri, menawarkan segalanya tetang siapa diri-Nya dan apa yang dimiliki-Nya. Melalui Dia dan Dia seorang, kita memiliki akses kepada Allah untuk point tersebut sekarang kita bisa memanggil Ia Abba, Bapa.

Yesus adalah kebenaran. Tidak hanya beberapa kebenaran tetapi seluruh kebenaran. Ia adalah Allah sesungguhnya dan Firman yang sempurna mengekspresikan siapa Allah, apa yang Ia suka, siapa kita, dan apa yang perlu kita lakukan untuk selamat dari penderitaan dan kesia-siaan

Dan Yesus adalah hidup. Ia memberikan kita tidak cuma perintah-perintah dan teladan mulia, tapi juga kekuatan untuk menjalani hidup, kekuatan untuk menjadi orang baru. Kekuatan itu adalah Tuhan dan Sang Pemberi Kehidupan Ia sendiri, yaitu Roh Kudus, dimana Yesus mencurahkan kepada mereka yang menerima Ia.

Jadi hanya ada satu Jalan, satu Kebenaran, satu Hidup dan satu Imam yang menawarkan kesempurnaan pengorbanan untuk dosa-dosa. Jadi bagaimana kita bisa dipanggil imamat rajawi (1 Petrus 2:9)? Bagaimana bisa kita yang percaya kepada-Nya bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada Dia? (Yohanes 14:11-12)

Mudah. Sekali setelah kita dibabtis, tidak ada lagi pemisahan diantara kita di satu sisi dan Dia disisi lain. Kita dibabtis kedalam Dia, menjadi anggota dari Tubuh-Nya, jadi Ia mulai menjalani hidup-Nya dan memberi contoh keimamamatan-Nya melalui kita.

Jika kita membiarkan-Nya, Ia akan menggunakan bibir kita untuk menyebarkan kebenaran, cara hidup kita untuk menunjukkan jalan, dan cinta kita untuk memberi sesama sebuah kehidupan. Dan pekerjaan-pekerjaan-Nya akan diselesaikan melalui kita akan lebih jauh melewati apa yang telah Ia lakukan didalam tiga tahun-Nya yang singkat dalam pelayanan publik. Banyak orang kelaparan akan diberi makan, banyak orang sakit disembuhkan, banyak buku akan ditulis. Tirani, kerajaan ateis akan diruntuhkan. Kabar Baik akan disebarkan tidak hanya di Galilea, tetapi seluruh dunia, bukan hanya satu pribadi, tapi akan menyentuh jutaan … melalui radio, TV, dan internet.

Tetapi pekerjaan yang besar yang akan Ia selesaikan melalui kita adalah untuk mengajarkan kita untuk menjadi imam. untuk menawarkan pengorbanan spiritual dari kehidupan kita sendiri (Roma 12:2) kepada Bapa melalui Dia, dengan Dia, dan didalam Dia. Arti dari hidup manusia adalah untuk mengasihi, dan hadiah terbesar yang kita terima dari-Nya adalah kekuatan untuk memberikan diri kita sendiri.

sumber

2 komentar

  1. eman keo · · Balas

    “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
    yang menjadi inti dari tulisan Dr. Marcellino D’Ambrosio di atas adalah Yesus adalah jalan, Yesus adalah kebenaran dan Yesus adalah hidup. manusia bisa selamat kalau sudah dibaptis dalam nama Yesus dan mengikuti perintahNya. Kedatangan Yesus kedunia untuk menebus dosa manusia 2016 tahun yang lalu. Manusia hidup di bumi sejak (jutaan?) tahun yang lalu. pertanyaannya: manusia yang hidup sebelum kedatangan Yesus (yang tidak mengenal pribadi Yesus) tetapi berbuat baik, mencintai Penciptanya, sesama dan lingkungannya sesuai dengan ajaran Yesus, apakah mereka diselamatkan pada hari penghakiman atau dicampakan ke dalam neraka? di dalam injil Matius 7:21-23, berbunyi,
    7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
    7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
    7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

    Kesimpulan saya: yang masuk sorga bukan yang selalu menyebut nama Tuhan, tetapi yang melaksanakan perintah-Nya termasuk manusia yang sudah mati sebelum kedatang Yesus.

    1. Tuhan itu adil
      Keadilannya tidak bisa lepas dari kebenarannya
      Bgaimana nasib jiwa org2 benar sebelum Yesus? Jawabny di saat Tuhan wafat, Tuhan Yesus turun ketempat penantian utk membebaskan mereka.
      Kita diselamatkan karena rahmat, bukan karena melakukan perbuatan2 baik saja (pelagianisme). Rahmat Allah memampukan kita utk melakukan hal2 yg baik utk memuliakan Tuhan dan sesama.

      Mungkin bisa dibaca2 lagi soal topik keselamatan di blog ini yg sudah sering dibahas, silahkan di search. Semoga sedikit membantu.

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: