Sakramen dari Singa Yehuda

oleh: Dr. Marcellino D’Ambrosio

Singa dari Yehuda bukan singa yang jinak. Tiada seorangpun bisa meramalkan.

Ketika berjalan sepanjang jalan Yerusalem suatu hari, Yesus melihat pemandangan Kota Kudus pada umumnya. Ada seseorang yang cacat, dipinggiran kota mengemis untuk sedekah (Yoh 9). Apa lagi yang orang malang itu lakukan? Dari lahir dia sudah buta, jadi kesempatan untuk mendapat pekerjaan sangat terbatas. Dia tidak memiliki kemampuan untuk melihat, tapi dia bisa bicara. Jadi dia berteriak untuk minta bantuan.

Para murid ingin menunjukkan dengan tepat penyebab suatu masalah secara teologi. Dosa siapa yang membawa penghakiman seperti ini diatas orang malang ini? Yesus lebih tertarik kedalam menyelesaikan masalah daripada menganalisa hal tersebut. Tapi tindakan yang Dia ambil adalah aneh kalo bisa dikatakan. Dia bisa saja dengan mudah mengumpulkan orang banyak, memberikan pidato, perintah pengucapan yang dramatis: “Sembuhlah.” Dia melakukan hal seperti ini dengan orang yang lain. Pastinya cukup bermartabat.

Tapi tidak, tindakannya adalah meludah di tanah, membuat pasta lumpur, dan mengoleskan pada mata orang malang itu, memerintahkan muridnya untuk mencuci pasta itu di Kolam Siloam.

Apa yang harus orang buta dan orang banyak pikirkan dalam jarak interval antara mengoles dan mencuci? kenapa Yesus memilih untuk melakukan hal seperti ini?

Karena Tuhan membuat debu dari bumi, dan melihat itu baik (Kej 1). Dan dari itu Dia membentuk  manusia pertama (Kej2) dimana Dia melihat adalah sangat baik. Meskipun banyak gerakan agama telah menjauhkan diri dari benda-benda materi sebagai dasar, unspiritual, dan bahkan jahat, Tuhan Israel muncul sebagai Ilahi yang bersahaja. Dia begitu nyaman dengan dunia fisik yang Dia bahkan mengijinkan diri-Nya untuk bersatu selamanya, Firman Ilahi menjadi daging didalam rahim Maria.

Tubuh ragawi Yesus adalah tanda yang tampak dari apa yang kita tidak bisa lihat: keIlahian-Nya yang mulia. Tapi ini lebih dari tanda kosong yang memanggil untuk mengingatkan sesuatu yang tidak ada disana. Itu membuat Keilahian yang tak terlihat, terlihat dan hadir sekarang ini. Dari tubuh Yesus keluar kekuatan Ilahi untuk menyembuhkan wanita yang mengalami pendarahan dan menghapus semua dosa dari orang yang lumpuh.

Tapi terkadang, Tuhan ingin menggunakan hal yang bersifat realitas duniawi untuk mengisi dan mengirimkan kekuatan-Nya untuk mengubah hidup. Anda tidak bisa mendapatkan lebih dari duniawi selain lumpur! Tapi jika Tuhan bisa menggunakan lumpur untuk menyembuhkan dan memberikan hidup baru, kenapa bukan air? kenapa bukan roti dan anggur? kenapa bukan minyak?

Apa yang Yesus lakukan untuk orang yang lahir buta itu adalah tanda dari seluruh Sakramental ekonomi dari Gereja yang Dia tetapkan. Simbol fisik datang untuk mengisi apa yang mereka simbolkan dan mengirimkan apa yang dikandung.

Tentu saja ini bukan hal baru. Ini sudah digambarkan lebih dahulu dan disiapkan didalam Perjanjian Lama. Minyak khusus disebut Krisma dibawa oleh Nabi Samuel ke kota Bethlehem digunakan untuk meminyaki raja baru. Filistin, bangsa yang kuat dari pantai laut dengan senjata yang unggul dan skil
militer, menindas bangsa Israel. Peran Raja adalah untuk mempertahankan rakyatnya dari musuh-musuh mereka, dan ini adalah lawan yang berat. Sang raja akan sangat memerlukan kekuatan hebat untuk memenuhi misinya, jadi dia harus di minyaki dengan Krisma Kudus, suci, minyak yang telah diberi wewangian terlebih dahulu digunakan untuk mentahbiskan imam. Dibawa di dalam tanduk cekung dari banteng, sebuah simbol dari kekuatan krisma ini dimaksudkan untuk di berikan. Paling kecil dan tampaknya lemah dari anak Isai di minyaki dengan minyak ini, dan mulai saat itu, kekuatan Tuhan bergegas diatas Daud, mengubah gembala ini menjadi Singa dari Yehuda yang pertama (1Sam16). Ini merupakan penggambaran awal dari Sakramen Krisma, dimana yang lemah akan dibuat menjadi tentara Kristus, berbagi didalam misi Gereja seperti raja untuk membawa semua pengabdian kepada Raja dari segala Raja.

Sakramen bukan hanya simbol, tapi benar-benar dikirimkan kekuatan yang luar biasa dari yang mereka kandung. Dan apa yang mereka kandung? Kerahiman kasih dari Tuhan yang membuat yang lemah menjadi kuat, rendah hati bijaksana dan orang biasa menjadi sungguh luar biasa.

Refleksi dari bacaan minggu ke-4 masa Pra Paskah, Tahun A (1Sam16:10-13; Mzm 23; Ef5:8-14; Yoh9:1-41)

sumber

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: