Sebutan Maria, Bunda Allah

Bagaimana mungkin Maria disebut Bunda Allah? makhluk yg diciptakan menjadi Ibu Tuhan?

itulah pertanyaan yang sering dipertanyakan oleh orang-orang protestan, mereka berkata orang Katolik sungguh keterlaluan,  terlalu berlebihan dalam menghormati Maria
“Bukankah Maria harus ada terlebih dahulu sebelum Tuhan membuat Maria menjadi ibunya?” itu alasan mereka.
Panggilan Maria “Bunda Allah” bukan bermaksud seperti Allah, atau asal ke-Ilahian Yesus itu dari Maria. Maria menjadi Bunda Allah karena melahirkan Allah-manusia, Yesus,  Firman sudah menjadi daging  (Yoh 1:1)Gelar Bunda Allah dinyatakan sebagai Dogma pada Konsili Efesus (431) dan ajaran ini mengandung dua hal
1. Maria sungguh-sungguh adalah seorang ibu. Sejak Yesus tidak memiliki ayah duniawi, Maria memberikan kontribusi kepada semua hal untuk memformulasikan kodrat manusia-Nya. Seperti yang Paus Yohanes Paulus II dalam Ensiklik nya Redemtoris Mater (Bunda Penebus) tuliskan. “daging dan darah Yesus dari Maria!” (KGK 485)

2. Maria mengandung dan melahirkan Pribadi Kedua dari Trinitas, Menyatakan Nestorian (yang menyangkal kesatuan yang tak terpisahkan dua kodrat dari pribadi Yesus) sebuah bidaah, beberapa protestan mempertahankan Maria hanya sebagai Bunda Yesus dari kodrat manusiawinya saja. Tapi seorang ibu tidak melahirkan kodrat; melainkan melahirkan pribadi. Karena Yesus merupakan pribadi Ilahi,  masuk akal jika disebut Bunda Allah (bhs Yunani, Theotokos), meskipun misteri ini diluar pengertian manusia.

Seperti Katekismus Gereja Katolik ajarkan,

KGK 495

Dalam Injil-injil Maria dinamakan “Bunda Yesus” (Yoh 2:1; 19:25) Bdk. Mat 13:55 dll.. Oleh dorongan Roh Kudus, maka sebelum kelahiran Puteranya ia sudah dihormati sebagai “Bunda Tuhan-Ku” (Luk 1:43). la, yang dikandungnya melalui Roh Kudus sebagai manusia dan yang dengan sesungguhnya telah menjadi Puteranya menurut daging, sungguh benar Putera Bapa yang abadi, Pribadi kedua Tritunggal Maha kudus. Gereja mengakui bahwa Maria dengan sesungguhnya Bunda Allah [Theotokos, Yang melahirkan Allah] Bdk. DS 251..

Kata Theotokos juga bisa membantu kita untuk memahami ajaran ini sedikit lebih baik. Secara harfiah berarti “pembawa Allah,” bukan “menurunkan Allah.” Kristen dahulu kala (yaitu, Gereja Katolik dan Ortodoks) benar-benar percaya bahwa Maria melahirkan Allah (dalam pribadi Yesus Kristus) dalam rahimnya. Yesus tidak “menjadi Tuhan” ketika Dia meninggalkan rahimnya.

Untuk menyangkal Maria sebagai Bunda Allah, berarti menyangkal keilahian Yesus.

Sumber : Catholic Education.

One comment

  1. Yang pernah merasa menjadi seorang ibu pasti tahu dan maklum akan rasa ini…betapa Bunda sungguh terpuji diantara kami para wanita, karena tidak semua wanita mau dan sanggup seperti itu…sampai detik ini pun saya sebagai seorang ibu belum bisa tuntas membayangkan perasaan Bunda Maria pada saat itu. Sungguh awal dan akhir yang memiriskan dan diterimanya dengan penuh kerelaan dan penyerahan. Sedikit saja menetes ke saya rasa itu, seumur hidup saya sangat berbahagia…

Pengunjung bertanggung jawab atas tulisannya sendiri. Semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengubah seperlunya semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: