Arsip Tag: moralitas

2. Peran Iman Dalam Agama

Satu penjelasan yang diberikan pada kata “religion (agama)” yang didalam bahasa latin disebut religare artinya “relationship (hubungan)” – hubungan dengan Allah.

Semua agama-agama mempunyai tiga aspek: creed, cult, dan code; words, worship, dan works; teology, liturgi, dan moralitas.
Jadi ada tiga bagian didalam agama Katolik: 1) apa yang Katolik Percaya, 2) bagaimana Katolik berdoa, dan 3) bagaimana Katolik hidup.

Hal ini juga menjadi tiga perhatian dalam Katekismus Gereja Katolik. (Katekismus membagi perhatian yang kedua kedalam dua bagian: public worship-penyembahan umum dan private prayer-doa pribadi; maka dari itu menjadi empat bagian.)

Seluruh agama berakar dari iman. Moralitas adalah menghidupi iman. Liturgi adalah perayaan dari iman. Doa adalah apa yang iman lakukan.

Iman Katolik diringkas didalam dua belas pasal dari Syahadat Para Rasul.
Liturgi Katolik diringkas didalam Misa dan tujuh sakramen.
Doa Katolik diringkas didalam tujuh petisi dari doa Bapa Kami.
Moralitas Katolik diringkas didalam Sepuluh Perintah Allah.

Syahadat Para Rasul adalah ajaran dari Kristus dan rasul-Nya. Hal itu menetapkan apa yang kita percayai ketika kita percaya ajaran-ajaran Kristus.
Sepuluh Perintah Allah menetapkan jalan untuk mentaati dua perintah besar Kristus: untuk mengasihi Allah dan sesama.
Misa membuat Kristus benar-benar hadir dan sakramen-sakramen adalah tindakan-Nya.
Doa Bapa Kami adalah jawaban Kristus atas permintaan para murid-Nya: “Ajarkan kami untuk berdoa.”
Jadi seluruh iman Katolik jika diringkas semuanya didalam Kristus.

sumber terjemahan dikutip dari booklet The Luke E Hart Series; Basic Element of the Catholic Faith; Part One: Faith; by Peter Kreeft.


Bagaimana caranya agar saya berhenti melihat gambar porno?

oleh: Jason Evert

Yakinlah dimana dosa bertambah banyak, disana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah (Rm 5:20). Saya menyarankan empat langkah berikut ini yang akan membantumu melawan godaan ini di masa yang akan datang.

Pertama, anda harus menjadi seorang manusia pendoa. Berdoa adalah intisari untuk mereka yang ingin bertekun didalam kemurnian (hal ini juga berlaku untuk wanita). Secara khusus, pergi Misa sesering mungkin, menerima Sakramen Pengakuan Dosa bilamana anda jatuh, dan mengembangkan devosi yang kuat pada rosario dan kepada St. Yoseph. Hal ini merupakan one-two-three punch untuk melawan godaan. Continue reading


Kenapa Saya Harus Merubah Cara Saya Berpakaian? Jika Seorang Pria Memiliki Imajinasi Yang Buruk, Itu Masalah Dia.

oleh: Jason Evert

Jika anda muak dengan cara kaum pria sering memperlakukan kaum perempuan dan berpikir apa yang bisa dilakukan untuk mengembalikan rasa hormat, berpakaian dengan sopan (modesty) adalah solusinya. Masalahnya adalah ini: Banyak pria sekarang ini tidak mengetahui bagaimana berelasi dengan wanita. Bagian dari obat untuk penyakit ini terletak di tangan-tangan kaum wanita. Wendy Shalit berkata, “Pada akhirnya, tampaknya hanya pria yang bisa mengajarkan pria lainnya bagaimana caranya untuk bersikap didekat wanita, tetapi pria-pria tersebut harus terinspirasi oleh wanita terlebih dahulu; cukup terinspirasi untuk berpikir wanita tersebut patut untuk dihormati.” [1]

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Baiklah, banyak wanita muda sadar bahwa mereka mempunyai kekuatan untuk mengoda seorang pria, tetapi sedikit perempuan tidak sadar bahwa kewanitaan mereka juga mempunyai kekuatan untuk mendidik seorang pria. Cara seorang perempuan berpakaian (tidak mencantumkan caranya berjalan, menari dan seterusnya) memiliki kemampuan luarbiasa untuk membantu membentuk seorang pria menjadi seorang gentleman atau menjadi seorang monster. Continue reading


Menangani Tekanan dari Teman Sebaya, Petunjuk Untuk Remaja

Semua orang menghadapi tekanan negatif dari teman sebaya pada suatu waktu atau lainnya. Inilah beberapa saran untuk menangani tekanan negatif dari teman sebaya:

1. Kembangkan moralitas Kristianimu. Semakin engkau tahu tentang apa yang Allah mau, makin kurang engkau akan didesak untuk melakukan sesuatu yang salah.

2. Jangan bertindak karena ditantang, atau menantang orang lain untuk melakukan sesuatu. Tantangan bisa melibatkan kebiasaan untuk melakukan dosa – tindakan yang berbahaya dan menyakitkan.

3. Ingatlah bahwa engkau tidak harus melakukannya hanya karena semua orang melakukannya. Kita semua ingin menyesuaikan diri, tapi harga yang dibayar terlalu tinggi jika hal itu harus merusak hubungan kita dengan Allah dan sesama.

4. Katakan tidak dengan jelas dan tegas. Engkau tidak memiliki hutang kepada siapapun sebuah penjelasan karena tidak melakukan sesuatu yang salah. Hak terbaik yang sering dilakukan ketika menghadapi tekanan negatif dari teman sebaya adalah katakan saja tidak dan pergi menjauh.

5. Ganti grup teman sebayamu. Jika “teman”-mu secara konstan mendorongmu untuk melakukan sesuatu yang salah, mereka bukalah benar-benar temanmu. Pilihlah untuk menghabiskan waktumu dengan orang-orang yang menghargaimu.

6. Cari pertolongan. Hal ini sangatlah penting jika kamu ditekan terus menerus dengan ancaman atau kekerasan nyata. Laporkan masalah ini kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang bisa engkau percaya.

sumber: Walking by Faith, By Rev. T. M. Odien, MA, Rev. M. D. Place, STD and Dr. A. Lorraine Walker, SSND


Apa Salahnya Menonton Pornografi? Kan Tidak Seperti Menghamili Perempuan atau Menyebarkan Penyakit Seks Menular?

Yesus memperingatkan bahwa siapapun yang melihat penuh dengan nafsu terhadap perempuan, melakukan dosa dengannya di dalam hati (Mat 5:28), Dia mengucapkan dengan jelas, hal itu tidak cukup untuk menghindari kehamilan atau penyakit seks menular. Hal itu bahkan tidak cukup untuk menghindari kontak seksual yang tidak murni; kita juga harus melawan seksual yang tidak murni melalui pikiran dan pandangan.

Masalah yang dihadapi dengan penggunaan pornografi, seperti memanjakan nafsu dengan berbagai cara, sebenarnya mengebiri pria, merendahkan wanita, menghancurkan perkawinan, dan menghina Tuhan. Anda mungkin berpikir: “Bukankah menurutmu, hal ini sudah sedikit berlebihan? maksudku, apa salahnya dengan melihat sedikit situs-situs internet?” Lihatlah efek dari pornografi, dan anda akan melihat kenapa pria yang sejati tidak menggunakannya.

Apa yang pornografi lakukan terhadap pria? Sebagai awalnya, pornografi merampok kapasitasnya sebagai pria. Intisari dari kedewasaan terdiri dari kesiapan untuk menyangkal diri sendiri untuk kebaikan orang yang dicintai. Inilah kenapa St.Paulus mengingatkan para suami didalam suratnya kepada Jemaat di Efesus bahwa cinta mereka harus seperti Kristus, yang mengijinkan diri-Nya untuk disalib , demi orang yang dicintainya, yaitu Gereja (Ef 5:21:33)

Pornografi mengalahkan panggilan ini. Daripada menyangkal diri sendiri untuk kebaikan dari wanita, seorang pria, melalui penggunaan pornografi, menyangkal martabat wanita agar memuaskan nafsunya. Hanya cinta yang memuaskan. Pornografi membantu perkembangan ketidak tanggung jawaban dan keburukan (Tanya pada dirimu sendiri: Bukankah anda akan marah jika ada seorang pria menatap anak perempuanmu atau isterimu dengan cara yang sama ia melihat pornografi?)

Pornografi secara berangsur-angsur melumpuhkan kemampuan pria untuk mencintai. Adalah tidak mungkin untuk mencintai fantasi, tapi hidup didalam dunia fantasi mengijinkan pria untuk lari dari kenyataan dan menghindari permintaan dari cinta yang sejati. Dari satu sudut pandang, faktanya bahwa pornografi mengijinkan pria untuk memanjakan nafsu mereka tanpa harus khawatir tentang kehamilan atau penyakit seks menular adalah bagian dari masalahnya. Itu mendorongnya untuk hidup didalam dunia dimana sekualitas menawarkan hanya kesenangan tanpa arti atau akibatnya, di mana “tak seorang pun akan ada yang hamil, tak seorang pun akan ada yang terkena penyakit, tak seorang pun menunjukkan ada tanda dari rasa bersalah, penyesalan yang mendalam, keadaan yang memalukan, atau ketidak percayaan. Tak seorang pun menderita dari aktivitas seksual dari orang lain dan pria, setidaknya, selalu bebas dari tanggungjawab, tidak dapat menahan diri……….prioritas dari mencintai melindungi pasangan sedikit mendapat perhatian didalam pornografi karena tidak menyakiti sepertinya mungkin.”[1]

Analisa terakhir, pornografi adalah penolakan akan cinta. Seperti penulis Christopher West katakan, “pornografi mencari untuk membantu mengembangkan lebih tepatnya penyimpangan dari keinginan seksual kita, bahwa kita harus berjuang keras melawan itu, dalam rangka untuk mencari cinta sejati.”[2] Kepada seseorang yang mengemari pornografi, tujuan dari seks menjadi kepuasan dari “keperluan” nafsu birahi, bukan komunikasi antara kehidupan dan cinta. Pornografi membawa pria untuk menilai wanita hanya dari apa yang wanita berikan kepada pria, daripada untuk pribadi wanita itu.

Beberapa orang akan mengupas semua hal ini, lalu berkata, “laki-laki tetaplah laki-laki,” atau “saya hanya menghargai kecantikan dari kaum wanita,” atau “saya suka artikel di majalah itu.” Terkadang mereka akan menyadari betapa tidak meyakinkan argumen ini, dan mereka akan menjadi marah, lalu berkata, “anda ingin menekan seksualitas dan merampok kebebasan wanita. Sangat tidak sehat bagimu untuk memiliki sedikit rasa menghargai terhadap wanita!” Sikap defensif ini jelas muncul dalam cara klub penari telanjang mengiklankan diri mereka sendiri sebagai “klub gentlemen” untuk “hiburan orang dewasa.” Kenapa pria butuh untuk pembenaran atas kebiasaannya itu sebagai orang dewasa atau gentleman? Orang dewasa biasanya tidak perlu mengingatkan orang, bahwa mereka sudah mature (dewasa), pun apakah pria perlu untuk mengumumkan bahwa ia adalah seorang gentleman. Tindakan berbicara bagi diri mereka sendiri.

Namun meskipun ketika pria kurang bisa mengontrol dirinya membuat ia seperti anak-anak dan tindak tanduknya tidak bisa di damaikan kembali dengan julukan “gentleman”, ia merasakan masih harus memerlukan identitas dengan keaslian kejantanannya. Tidak perduli seberapa sering kita jatuh, Kristus masih tertanam didalam diri kita, panggilan untuk mencintai seperti Dia. Jika kita tidak membelokkan kebohongan dan dengan rendah hati datang kepada Tuhan didalam keadaan terluka, Dia akan membangkitkan kita dan membuat kita menjadi pria sejati.

Sekarang apa yang pornografi lakukan terhadap wanita? Karena itu membuat pria berpikir wanita sebagai objek yang akan digunakan daripada pribadi yang harus dicintai, laki-laki berbicara tentang mereka sebagai objek, dan memperlakukan mereka sebagai objek. Ketika pria mempelajari “cinta” mereka melalui video dan majalah, mereka menerima ide bahwa wanita yang “tidak” sebenarnya adalah “ya” dan bahwa ia menikmati karena diperalat. Ini bisa memimpin ke arah mental seorang pemerkosa.

Mengingat, sebagai contoh, sebuah studi telah dilakukan di area kota Oklahoma. Ketika 150 bisnis yang berorientasi seksual ditutup, angka pemerkosaan menurun 27% dalam 5 tahun, ketika angka di kota lainnya meningkat 19%. Di Phoenix, disekitar Arizona dengan outlet pornografi mempunyai 15% lebih serangan seksual, dari pada kota sebelah yang tidak memiliki outlet seksual.[3]

Ted Bundy memperkosa dan membunuh lusinan wanita. Dia dihukum mati di kursi listrik dan meminta wawancara terakhirnya dengan Dr. James Dobson, pendiri dari “Focus on the Family”. Didalam pertemuan itu, Bundy berbicara hanya tentang pornografi dan memberi tahu Dr. Dobson bahwa semua perjuangannya bermula dari sana. Dia menjelaskan bahwa obsesi terhadap pornografi memberikan perhatian terhadap semua sesama tahanan yang termotivasi untuk kejam seperti dia. Majalah porno dan video meletakkan akar dari pemerkosaan dan pembunuhan yang banyak sekali. Tidak ada yang bisa mengatakan kepada suami, saudara, anak, dan ayah dari wanita yang diperkosa dan meninggal, bahwa pornografi itu tidak berbahaya.

Apa yang pornografi lakukan terhadap pernikahan? Terus terang, pornografi adalah cara yang sempurna untuk menembak pernikahan kalian dimasa depan tepat dikepala. Bayangkan bahwa seorang orang muda mempunyai kebiasaan menggunakan pornografi, dan ia tidak mengungkapkannya kepada tunangannya. Ia berharap bahwa sekali ia telah menikah, keinginan gairah seksual yang illicit (melanggar hukum) akan mereda. Tapi jadi seperti apa nafsunya sesudah ia menikahinya? hal itu tidak hilang, hal itu menyelinap atas istrinya. Pornografi telah melatihnya untuk bereaksi terhadap nilai seksual seorang wanita, dan tak ada yang lain. Ia telah melatih dirinya sendiri untuk percaya bahwa wanita harus secara fisik tidak ada cacat dan secara konstan secara seksual dapat selalu diperoleh. Bahkan jika pria menolak hal ini dengan berbagai alasan, faktanya tetap bahwa daya tariknya dan respon telah dikondisikan dan dibentuk oleh pornografi – fantasi inspirasi.

Memperlengkapi istrinya sebagai boneka barbie yang hidup dengan pasukan make up artis dan penata rambut yang mengikutinya dirumah, mungkin akan berjalan mulus dalam beberapa waktu. Tetapi ketika kenyataan berhadapan dengan fantasi, sang pria akan tinggal dalam kekecewaan, dan citra diri sang wanita akan menderita. Penyakit gangguan hasrat dan fantasi ini tidak akan pernah bisa dipenuhi oleh wanita dikehidupan nyata. Mereka fokus semata-mata atas kepuasan yang berpusat pada diri sendiri daripada saling memberi dan bergembira dalam memuaskan pasangan. Salah satu wanita menjelaskan, jika seorang pasangan pria dikehidupan nyata tidak selalu ada secara seksual dan wanita harus bersedia melakukan apa yang pria inginkan seperti yang ia fantasikan tersebut, ia boleh menyalahkan wanita karena menjadi pemalu, jika ia terlihat normal, dan tidak seperti model yang ia puja, ia mungkin akan dituduh karena menjadi gemuk. Jika wanita sedang menginginkan, tidak seperti gambar pasif didalam majalah, maka sang wanita nampak terlalu menuntut bagi sang pria.[4]

Dalam kata lain, sang pria akan lebih cepat untuk menyalahkan gangguan penyakitnya kepada sang wanita, fantasinya akan merampas kemampuan untuk menjadi benar-benar intim dengan istrinya. Salah satu alasan ia tidak mampu untuk intim secara sehat dengan istrinya karena keintiman bukanlah pelarian dari kenyataan, tetapi kapasitas untuk melihat kecantikan dari orang lain. Kehadiran dari nafsu yang sangat kuat didalam hati dari sang pria mem-blok kemampuannya untuk melihat wanita itu sebagai pribadi. Ia telah menurunkan wanita itu hanya sebagai objek, dan mengabaikan nilainya sebagai pribadi wanita. Ketika ini terjadi, ia kehilangan cinta, dan keintiman sejati hal yang mustahil.

Inilah kenapa bagian dari masalah dengan pornografi bukanlah semudah bahwa ditunjukkan terlalu banyak, tapi hal itu ditunjukkan terlalu sedikit. Itu mengurangi seorang wanita tidak lain hanya sebuah badan. Jadi, seorang pria akan mengasumsikan bahwa makin bagus tubuhnya, makin bagus nilai dari wanita tersebut. Dengan pola pikir seperti ini, pria tidak hanya menerima istri masa depan mereka untuk terlihat tidak kurang dari pada Miss September, mereka juga tidak menghargai wanita sebagai yang tercantik dan kualitas yang berharga, sejak subjek dari display fotografi gagal untuk menyoroti ini. Hal ini membuat pria untuk mencari ditempat lain didalam permintaan yang mustahil untuk memuaskan selera gangguan penyakit mereka. Bagaimana pun juga, pornografi membantu perkembangan mentalitas yang salah, bahwa hal ini bukanlah hal serius, seks yang tidak terikat adalah yang paling lengkap dan menyenangkan. Siapa yang tidak ingin dilengkapi?

Satu dari semua-juga-tanggapan umum yang paling sering atas pernikahan yang tidak memuaskan sering disebabkan oleh kebiasaan pornografi yang sebenarnya membawa pornografi kedalam tempat tidur. Ini adalah usaha yang sia-sia pada bagian dari pria untuk memiliki kegembiraan ilicit yang telah ia bentuk sebagai alat pelengkap. Istri yang malang akan mengijinkan hal ini, tetapi kegembiraan dari mencintai telah lari dari sang pria, yang dimana tidak lagi melihat nilai dari pribadi orang tersebut dan kebutuhan untuk memberi dirinya kepada sang wanita. Pasangan yang telah menikah yang menggunakan pornografi menemukan bahwa problem dalam perkawinan bertambah buruk. Jika seorang suami membutuhkan istrinya menjadi orang lain dalam rangka dirinya agar bergairah, maka ia akan menjadi kurang dan kurang menarik perhatian pada wanita. Disaaat bercinta dengannya, sang pria malah sedang menghancurkan cinta diantara mereka.

Karena efek dari pornografi sangatlah hebat, pria Kristiani memiliki kewajiban harus membuang hal ini dari hidup mereka. Menurut Paus Paulus Yohanes II, “[Tuhan] telah menugaskan sebuah tugas setiap pria kehormatan dari setiap wanita.”[5] Ketika kita melakukan hal yang bertentangan dengan kehormatan wanita, kita bertindak bertentangan dengan kehormatan kita sendiri dan panggilan sebagai pria. Atas alasan ini, Bapa Suci mengatakan, “setiap pria harus melihat dalam dirinya sendiri untuk melihat apakah ia yang telah dipercaya kepadanya sebagai seorang saudara perempuan dalam kemanusiaan, sebagai pasangan, tidak menjadi kan didalam hatinya sebuah objek dari perzinahan.”[6]

Meskipun pornografi efek yang tidak merugikan pada masyarakat, kita harus tidak boleh melupakan bahwa dosa bukanlah hanya masalah sosial. Kita berhutang kepada sesama untuk mengasihinya, tapi kita juga berhutang kepada Allah untuk menghormati Tuhan didalam semua tindakan kita dan pikiran kita. Untuk bernafsu terhadap anak perempuannya adalah dosa berat, meskipun ia tidak menjadi hamil sebagai hasil dari imajinasi. “Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.” ( 2Tim 2:22)

catatan kaki:

1. Wetzel, op. cit., p. 72.
2. Good News About Sex and Marriage, p. 84.
3. U. S. Department of Justice, “Child Pornography, Obscenity, and Organized Crime” Feb, 1988.
4. Laurie Hall, “When Fantasy Meets Reality” http://www.pureintimacy.org
5. General audience of November 24, 1982. As quoted in Theology of the Body, p. 346.
6. Pope John Paul II, Mulieris Dignitatem, 14. As quoted in Theology of the Body, p. 464.

sumber


Janganlah Menghakimi, Agar Kamu Tidak Dihakimi

oleh Dr. Marcellino D’Ambrosio

“Kasihi musuhmu dan berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain.” “Janganlah menghakimi, agar kamu tidak dihakimi” (Luk 6:27-38). Kedengarannya mengagumkan untuk beberapa orang. Tapi bagi beberapa orang, hal itu kedengaran tidak masuk akal. Seorang filsafat abad 19 dari Jerman, Friedrich Nietzsche mengajarkan hal berpikir seperti ini memimpin komunitas kepada masyarakat yang benar-benar lemah. Karl Marx mengajarkan perkataan Yesus ini membantu para kapitalis menjaga si tertindas dibawah kontrol mereka. Apakah Yesus menginginkan kita menjadi keset kaki, orang tolol yang mengijinkan diri kita sendiri dimanfaatkan oleh setiap penggertak, diktator, dan gangster yang akan datang menyerang?

Mari kita lihat kehidupan Yesus dan Daud. Daud tidak membunuh Saul, yang diurapi Tuhan (1Sam 26). Tapi dia juga tidak menyerahkan dirinya sendiri. Dia menentang ketidakadilan dari Raja yang gelisah, bahkan ketika dia menghormatinya dan menolak untuk pengucapan yang menjadi kebencian. Ketika masyarakat dari Nazaret menginginkan untuk melempar Yesus dari tepi bukit yang curam, Dia menyelinap melalui kerumunan dan melarikan diri (Luk 4:29-30). Waktu-Nya belum tiba. Ketika Henry VIII menceraikan isterinya, lalu menikah dengan yang lain, dan menyatakan dirinya sebagai kepala dari Gereja, kanselirnya Thomas More diam-diam mengundurkan diri dan melakukan apa saja yang dia bisa secara etis untuk menghindari dirinya dipenjara dan di hukum mati (tontonlah film A Man for All Seasons).

Tapi ketika akhirnya kesaksian palsu mendorong kepada penghukuman dan hukuman mati bagi Tuhan Yesus dan murid abad ke 16-Nya, Thomas More, sudah waktunya untuk memberikan kesaksian kepada kebenaran dengan darah mereka. Sudah waktunya untuk memberikan pipimu yang lain.

Perhatikan sikap Tuhan kita terhadap orang yang menyiksa-Nya – “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Luk 23:34). Dan perkataan Thomas More kepada sang algojo, memberinya sebuah tip: “Jangan ragu untuk melakukan tugasmu, karena kamu mengirimku kepada Tuhan.”

Cinta yang baik sekali terkadang meminta kita mengatakan perkataan yang keras. Yesus memanggil para Farisi munafik dan mengekspos didepan umum bagaimana mereka membodohi diri mereka sendiri dan melanggar hukum Allah (Mrk 7). Setelah kalimat itu dibacakan di persidangannya, Thomas More dengan lantang memproklamirkan keseisi ruang sidang yang penuh sesak, bahwa Raja tidak memiliki hak untuk menyatakan dirinya sebagai Kepala Gereja dari Inggris.

Tapi tunggu sebentar. Bukankah itu menghakimi? Bukankah Yesus mengatakan untuk tidak menghakimi atau mengutuk?

Apa yang manusia bisa atau harus lakukan adalah menghakimi kedudukan pokok orang tersebut sebelum Allah, berdasarkan motivasi dari dalam hati. Orang bisa melakukan hal yang buruk sekali berdasarkan ketakutan, luka atau misinformasi. Mengingat perkataan Yesus: “mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.” Tapi apa yang mereka lakukan itu buruk sekali, namun. Hanya Tuhan yang berkompeten untuk menghakimi hati. Kita bisa dan harus menghakimi apakah tujuan kelakuan seseorang itu buruk atau baik, benar atau salah. Dan terkadang menjadi tugas kita untuk memberitahukan kepada mereka bahwa itu salah dan mengutuki hal tersebut. Aborsi adalah salah. Tapi bukan berarti wanita ini atau dokter ini jahat, terpisah dari Tuhan, dan akan pergi ke neraka. Dan bukan berarti saya lebih baik dan lebih bijak daripada wanita ini atau dokter. Yesus berkata siapa yang diberi banyak, akan dituntut lebih banyak. Mungkin wanita ini dan sang dokter pulang kerumah dari klinik aborsi telah melakukan lebih dengan apa yang telah mereka berikan daripada saya. Itu bukan tugas saya untuk mencari tahu. Itu panggilan Tuhan.

Panggilan saya untuk mengasihi dan benar-benar peduli kepada mereka untuk berbicara tentang kebenaran kepada mereka, dan membantu mereka untuk mendapatkan dukungan yang mereka perlukan untuk hidup menurut kebenaran itu sendiri.

Dr. Bernard Nathanson, pelaku pendukung aborsi, dan Norma McCorvey, si “Roe” dari  Roe vs Wade, adalah aktivis pro-life sekarang ini. Kenapa? Karena mereka bertemu para pro-life yang hidup berdasarkan etika Injil, yang walaupun membenci dan mengutuk dosa, sungguh-sungguh mencintai orang yang berdosa.

Cinta seperti itu adalah supernatural. Hal ini hanya mungkin bagi Allah dan bagi mereka yang membiarkan cinta-Nya bekerja melalui mereka. Apakah cinta seperti itu merubah seseorang? Contoh dari Yudas dan para Farisi berpendapat tidak. Namun contoh dari Norma McCorvey dan Dr. Nathanson menunjukkan bahwa bagi mereka yang hatinya terbuka, cinta seperti itu tidak dapat dikendalikan.

sumber


Kitab Didakhe – Pengajaran Tuhan melalui Duabelas Rasul untuk Semua Bangsa.

Bab 1. Dua Jalan dan Perintah Pertama. Ada dua jalan, yang pertama adalah jalan kehidupan dan yang kedua adalah jalan kematian, dan ada perbedaan yang besar diantara kedua jalan ini. Jalan kehidupan, adalah seperti ini : Pertama, cintailah Allah penciptamu; kedua, cintailah sesamamu seperti engkau mencintai dirimu sendiri, dan jangan melakukan kepada sesamamu, apa saja yang kau pun tak ingin mereka lakukan padamu. Dan dari sabda ini, inti pengajarannya adalah : Berkatilah mereka yang mengutukmu dan berdoalah bagi musush-musushmu dan berpuasalah bagi orang-orang yang menganiayamu. Apakah pahalanya bagimu bila engkau hanya mencintai orang-orang yang mencintaimu? bukankan orang kafir juga berbuat demikian? Tetapi cintailah orang-orang yang membencimu, dengan demikian engkau tidak akan memiliki seorang pun musuh. Jauhkanlah dirimu dari nafsu daging dan duniawi. Jika ada yang menampar pipi kirimu, berikanlah pipi kananmu juga, dan kamu akan disempurnakan. Jika seseorang memintamu untuk menemaninya sejauh satu mil, pergilah bersamanya sejauh dua mil. Jika ada yang mengambil pakaianmu, berikanlah jubahmu juga. Jika apa yang menjadi milikmu diambil oleh orang lain, janganlah memintanya kembali, karena sebenarnya engkau memang tidak berhak. Berikanlah kepada semua orang yang meminta darimu, dan jangan pernah memintanya kembali, karena sesuai keinginan Bapa bahwa akan diberikan kepada semua orang berkatnya sendiri sendiri. Berbahagialah orang yang memberi sesuai Perintah Allah, karena ia tanpa noda.

Berdukalah orang orang yang menerima; jika ia menerima karena ia membutuhkan, ia tidak berdosa; tetapi ia yang menerima padahal ia tidak membutuhkan, maka ia hendaknya membayar hukumannya, mengapa ia menerima dan untuk apa. Di dalam tahanan, ia akan diperiksa atas segala perbuatannya dan ia tidak akan dibebaskan sampai ia melunasi semua hukumannya. Mengenai hal ini juga ada dikatakan, Biarlah sedekahmu basah tergenggam dalam tanganmu sampai engkau tahu siapa yang patut kau beri.

Bab 2. Perintah Kedua : Dosa Berat Yang Dilarang. Dan dalam Perintah kedua diajarkan : Jangan terlibat pembunuhan, jangan  terlibat percabulan, jangan terlibat pengkhianatan, jangan terlibat perjantanan (semburit), jangan terlibat perzinahan, jangan mencuri, jangan melakukan praktek-praktek gaib, sihir, jangan membunuh nyawa bayi melalui aborsi atau membunuh bayi yang lahir, Jangan mengingini (iri dengan) milik tetanggamu, jangan bersumpah, jangan bersaksi dusta, jangan berkata kotor,  kamu tidak boleh menyimpan dendam. Kamu tidak boleh mempunyai pikiran ganda atau lidah ganda, karena lidah ganda berarti jaring kematian. Apa yang engkau ucapkan tidak boleh asal asalan, atau omong kosong belaka, tapi dipenuhi dengan niatan. Kamu tidak boleh cemburu, tamak ataupun rakus, dikuasai keinginan iblis, ataupun congkak. Kamu tidak boleh memberikan nasihat jahat (menghasut) kepada tetanggamu. Kamu tidak boleh membenci manusia manapun; namun beberapa hendaknya kamu beri kritik, dan beberapa orang yang lain hendaknya kamu doakan, dan beberapa yang lain lagi perlu engkau kasihi lebih dari nyawamu sendiri.

Bab 3. Dosa-Dosa Lain Yang Dilarang. Anakku, menjauhlah dari semua hal yang jahat, dan semua yang mirip dengannya. Jangan mudah marah, karena kemarahan dapat merangsang nafsu untuk membunuh. Jangan cemburu atau suka mendebat, emosional, karena dari sinilah pembunuhan dimulai. Anakku, jangan hidup dalam kenafsuan, karena nafsu menggiringmu pada percabulan. Jangan suka bicara kotor, atau liar matamu, karena dari semua inilah percabulan dimulai. Anakku, jangan menjadi pengamat perbuatan yang baik, karena itu akan membawamu pada pengidolaan (pemujaan semu=berhala). Jangan menjadi si pemikat, atau ahli nujum, atau seorang purifier, ataupun tertarik untuk melihatnya, karena dari sinilah pengidolaan dimulai. Anakku, jangan menjadi pembohong, karena kebohongan membuatmu menjadi pencuri. Jangan menggilai harta, atau sombong karena gengsi, karena dari sini semua pencuri dilahirkan. Anakku, jangan suka menggosip, karena ini menjadi awal fitnah. Jangan cepat berprasangka atau punya pikiran jahat, ini semua juga menjadi awal fitnah.

Namun, rendah hatilah, karena orang yang rendah hati mewarisi bumi. Jadilah pemaaf, mudah berempati, berterus terang dan lembut dan baik dan selalu tergerak oleh perkataan yang kamu dengar. Kamu tidak boleh memuji diri sendiri, atau jiwamu penuh percaya diri. Janganlah jiwamu bermegah, tetapi dengan jiwa jiwa yang adil dan sederhana-lah jiwamu hendaknya dipersatukan. Terimalah semua yang terjadi atasmu sebagai hal baik, karena tidak ada satupun yang dapat menandingi Allah.

Bab 4. Beberapa Petunjuk. Anakku, ingatlah siang malam akan mereka yang mengajarkan perkataan Allah padamu, hormatilah mereka seperti kamu menghormati Allah. Karena dimanapun hukum Allah diwartakan, Allah sendiri hadir disitu. Dan carilah setiap hari wajah para kudus, supaya kamu menjadi tenang karen perkataan mereka. Jangan tercerai berai, melainkan berlomba lombalah mencari kedamaian. Putuskanlah dengan benar, dan jangan menghormati orang orang yang suka mengutuki kesalahan. Kamu tidak boleh tidak punya pendirian walaupun sulit. Jangan menjadi perpanjangan tangan untuk menerima atau pengumpul untuk memberi. Kalau kamu memiliki sesuatu, melalui tangan tanganmu lah kamu harus membuat silih atas dosa dosamu. Jangan pernah ragu ragu untuk memberi, atau suka menggerutu ketika kamu memberi; karena kamu harus mengenal tuan pengupah yang selalu baik terhadap hamba hambanya. Jangan memalingkan muka dari mereka yang membutuhkan, tetapi, bagilah segala sesuatunya dengan saudaramu, dan jangan mengklaim semuanya milikmu. Karena jika kamu sudah ambil bagian dalam keabadian, ada berapa banyak lagi yang tersisa yang masih dapat musnah?

Jangan mengalihkan tanganmu (perhatianmu) dari anak anakmu, namun, ajarkan pada mereka untuk takut akan Allah sejak masa kanak-kanak. Jangan memberikan perintah saat kamu sedang sedih / gusar pada anak buah atau pembantumu, yang juga mendambakan keselamatan dari Allah yang sama, karena mereka bisa berbalik membenci Allah yang menaungi kalian; karena Ia tidak datang dengan membedakan penampilan luar, tapi bagi mereka yang telah dipersiapkan oleh Roh. Dan kamu para pengikut hendaknya memandang tuan tuanmu sebagai suatu type Tuhan, dalam kerendah hatian dan segan. Kamu hendaknya membenci orang orang yang munafik dan semuanya yang tidak menyenangkan bagi Tuanmu. Janganlah mengabaikan perintah Tuanmu; tapi simpanlah apa yang sudah kamu terima, jangan menambahkan atau mengambil darinya. Dalam gerejalah kamu bisa memahami kesalahanmu, dan kamu tidak boleh datang mendekat pada pendoa-mu dengan hati (kesadaran/niatan) yang jahat. Inilah jalan kehidupan.

Bab 5. Jalan Kematian. Dan jalan kematian adalah seperti ini : Pertama tama jalan ini jahat dan dikutuk: pembunuh, percabulan, hawa nafsu, perzinahan, pencurian, pengidolaan (pemujaan semu=berhala), hal hal yang berbau mistis, sihir, pemerkosaan, kesaksian palsu, kemunafikan, berhati ganda, kebohongan, kecongkakan, kebejatan, keras kepala, ketamakan, berbicara kotor, kecemburuan, terlalu percaya diri, keangkuhan, suka pamer; penyiksa kaum yang benar, membenci kebenaran, mencintai dusta, tidak mengenal upah dari kebenaran, tidak bergantung pada kebaikan atau keputusan yang benar, bukan melihat yang baik, melainkan yang jahat; yang menjauhkanmu dari kerendah-hatian dan keteguhan, mencintai kesia-siaan dunia, menyimpan dendam, tidak mengasihani orang yang miskin, tidak memperkerjakan yang susah, tidak mengenal Dia yang telah menciptakan mereka, pembunuh anak-anak, pemusnah pekerjaan tangan Allah, memalingkan diri dari mereka yang membutuhkan, menjatuhkan mereka yang sedang berkesusahan, membela kaum kaya, sewenang wenang terhadap orang miskin, pendosa sejati. Menjauhlah, anak anakku, dari semuanya ini.

Bab 6. Melawan Ajaran Palsu, dan Makanan Untuk Berhala. Ketahuilah bahwa tidak ada yang dapat membuatmu bersalah dengan cara pengajaran yang demikian, karena mereka mengajarkannya kepadamu diluar Tuhan. Karena jika kamu mampu menanggung semua beban Tuhan, kamu adalah sempurna; tapi karena kamu tidak mampu melakukannya, lakukanlah yang bisa kamu lakukan. Dan mengenai makanan (yang diberikan untuk berhala), pikulah apa yang kamu mampu, tapi melawan persembahan kepada berhala bersikaplah sangat hati hati; karena ini adalah upacara untuk Allah yang mati (dewa kematian).

Bab 7. Mengenai Pembabtisan. Dan mengenai pembabtisan, babtislah dengan cara ini: Pertama tama, babtislah dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus, dengan air kehidupan. Tapi jika tidak ada padamu air kehidupan, baptislah kedalam air yang lain, dan kalau kamu tidak dapat melakukannya dalam air dingin, lakukanlah dengan yang hangat. Tapi kalau kamu tidak juga punya semua itu, curahkanlah air tiga kali diatas kepala dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Namun sebelum pembabtisan hendaknya pembabtis berpuasa, dan yang dibabtis, dan siapapun yang dapat melakukannya, tapi kamu harus meminta orang yang akan dibabtis untuk berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya.

Bab 8. Puasa dan Berdoa (Doa Bapa Kami). Tapi janganlah puasamu seperti orang orang munafik (farisi), karena mereka hanya berpuasa pada hari kedua dan kelima dalam satu minggu. Sebaliknya, berpuasalah pada hari keempat dan pada hari Persiapan (Jumat). Jangan berdoa seperti orang orang munafik (farisi), sebaliknya seperti yang diperintahkan Tuhan dalam GerejaNya, seperti ini :
Bapa Kami yang berada di dalam surga, dimuliakanlah nama Mu. Datanglah kerajaan Mu. Jadilah kehendak Mu diatas bumi, seperti didalam surga. Berilah kami rejeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah membawa kami kepada pencobaan, tapi jauhkanlah kami dari yang jahat; karena segala Kekuasaan dan Kemuliaan adalah milikmu untuk selama lamanya.

Bab 9. Ekaristi. Sekarang mengenai Ekaristi, berterimakasihlah dengan cara ini. Pertama tama mengenai piala:
Kami berterima kasih Tuhan, Bapa kami, untuk anggur suci Daud hamba Mu, yang Engkau berikan kepada kami melalui perantaraan Yesus, bagi Mu lah kemuliaan untuk selama lamanya.
Dan mengenai pemecahan roti:
Kami berterima kasih Tuhan, Bapa kami, untuk kehidupan dan pengetahuan yang Engkau berikan kepada kami melalui perantaraan Yesus;  bagi Mu lah kemuliaan selama lamanya. Meskipun roti ini berasal dari dari bukit bukit, dan dikumpulkan dan menjadi satu, biarlah Gereja Mu dipersatukan dari ujung-ujung dunia kedalam kerajaan Mu; karena milik Mu-lah segala Kemuliaan dan Kekuasaan melalui Yesus Kristus untuk selama lamanya…

Tapi jangan memperbolehkan seorangpun makan atau minum dari Ekaristi mu, sebelum mereka dibabtis dalam nama Tuhan; karena mengenai ini juga Tuhan telah berkata, “Jangan memberikan apa pun yang suci kepada anjing anjing.”

Bab 10. Doa setelah Komuni. Dan setelah kamu makan, berterima kasihlah dengan cara ini:
Kami berterima kasih kepada Mu, Bapa yang Kudus, untuk nama Mu yang Kudus, keajaiban Mu membuat tabernakel (tempat tinggal Allah) di dalam hati kami, dan untuk pengetahuan dan iman dan kekekalan, yang engkau berikan kepada kamu melalui perantaraan Yesus; bagi Mu lah kemuliaan untuk selama lamanya. Engkau, Allah yang maha kuasa, keajaibanmu menciptakan segala hal untuk kemuliaan nama Mu; Engkau berikan makanan dan minuman untuk dinikmati manusia, sehingga mereka bisa berterima kasih kepada Mu; tapi bagi kami oleh keajaibanmu Engkau memberikan makanan roh dan minuman dan kehidupan kekal melalui perantara Mu. Untuk semuanya ini kamu berterima kasih kepada Mu karena engkaulah yang maha kuasa; bagi Mu lah kemuliaan untuk selama lamanya.

Ingatlah, ya Tuhan, akan Gereja Mu, hindarkanlah dari semua kejahatan dab sempurnakanlah dalam cinta Mu, dan kumpulkanlah dari keempat penjuru, kuduskanlah kerajaan Mu yang telah Engkau persiapkan untuk itu; karena segala Kekuasaan dan Kemuliaan adalah milikmu untuk selama lamanya. Biarlah rahmatmu tercurah, dan bumi ini musnah. Hosana untuk Allah putera Daud!  Jikalau ada seseorang yang kudus, biarlah ia datang; jika tidak, biarlah dia menyesal. Maranatha. Amin.

Tapi ijinkan Para Nabi untuk mengucapkan kata syukur sebanyak yang mereka mau.

Bab 11. Mengenai Para Pengajar, Pewarta dan Nabi. Siapapun, yang datang dan mengajar kamu semua hal yang telah dikatakan sebelumnya, terimalah dia. Namun jika pengajar itu sendiri berbalik dan mengajarkan doktrin lain yang menghancurkan ajaran itu sendiri, janganlah mendengarkan dia. Namun jika ia mengajar sedemikian rupa untuk meningkatkan kebenaran dan pengetahuan akan Tuhan, terimalah pengajarannya seperti anda menerima ajaran Tuhan.  Namun mengenai Para Pewarta dan Nabi, bersikap dan berbuatlah sesuai dengan perintah Gereja. Biarlah setiap Pewarta yang datang padamu diterima sebagai pewartaan Tuhan.  Tapi dia tidak boleh tinggal lebih dari satu hari; atau dua hari, kalau diperlukan. Namun kalau dia tetap ada setelah tiga hari, dia adalah pewarta palsu. Dan ketika Pewarta tersebut pergi, jangan memberinya apa-apa kecuali roti sebagai bekal perjalanan. Jikalau ia meminta uang, ia juga seorang pewarta palsu. Dan setiap Pewarta yang berbicara dalam bahasa Roh engkau tidak boleh mencobai ataupun menghakimi; karena setiap dosa akan diampuni, tapi dosa seperti ini tidak. Tapi tidak semua orang yang berbicara dalam bahasa Roh adalah seorang Pewarta; melainkan hanya jika dia mengajarkan jalan Tuhan.  Karenanya dari ajarannyalah kita dapat mengenal para pewarta dan nabi palsu. Dan setiap pewarta yang meminta makanan dalam Roh tidak memakannya, kecuali ia benar benar nabi yang palsu. Dan setiap pewarta (nabi), yang terbukti benar, berusaha menjelaskan misteri Gereja di dunia, dan tidak mengajarkan untuk melakukan apa yang dia sendiri lakukan, hendaknya tidak kamu hakimi, karena Tuhan lah yang akan menghakiminya; sama seperti para nabi jaman dahulu. Namun siapapun berkata kata dalam Roh, berilah aku uang, atau yang lain, engkau hendaknya tidak mendengarkannya. Tapi jika ia mengatakan padamu untuk memberikan milikmu bagi orang yang membutuhkan, janganlah menghakiminya.

Bab 12. Menerima Orang Kristen. Namun terimalah semua orang yang datang dalam nama Tuhan, dan buktikan dan kenalilah dia kemudian; karena hendaknya kamu bisa mengenali kanan dan kiri. Jika ia datang sebagai pengelana, bantulah dia sebisamu; namun dia tidak boleh tinggal bersamamu lebih dari dua atau tiga hari, kalau diperlukan. Namun kalau ia ingin tinggal bersamamu, dan ia bisa bekerja, biarkan dia bekerja dan makan. Namun kalau ia tidak punya kemampuan apa-apa, seperti penilaianmu, lihatlah bahwa, sebagai seorang Kristen, dia tidak boleh tinggal denganmu tanpa melakukan apapun. Dan kalau ia menolak, dia adalah seorang Christ-monger. Perhatikan bahwa kamu harus menghindar dari orang-orang yang seperti ini.

Bab 13. Dukungan Untuk Para Pewarta (Nabi). Namun setiap pewarta (nabi) sejati yang ingin tinggal di antara kamu hendaknya hidup dengan usahanya sendiri. Sehingga seorang pewarta (nabi) sejati layak disebut demikian, seperti seorang pekerja, menghidupi dirinya sendiri. Setiap ‘buah-pertama’, dari pemerasan anggur dan penumbukan (padi / biji-bijian), dari lembu dan domba, harus kamu bawa dan berikan kepada pewarta-pewarta (nabi-nabi) tersebut, karena mereka adalah imam agung mu. Namun jika engkau tidak mempunyai (pewarta/nabi/imam), berikanlah kepada mereka yang miskin. Jika kamu memiliki uang berlebih, sisihkanlah dan berikan kepada yang patut menerima sesuai dengan urutannya. Sehingga ketika engkau membuka sebotol anggur atau minyak, sisihkanlah (ambilah buah-pertamanya=first fruit) dan berikanlah kepada pewarta (nabi); dan tentang uang (perak) dan pakaian dan setiap milikmu, sisihkanlah yang terbaik menurut kamu, dan berikanlah kepada yang patut menerima sesuai dengan urutannya.

Bab 14. Orang Kristiani berkumpul pada hari Tuhan. Namun pada setiap hari milik Tuhan, berkumpulah bersama, pecahlah roti, dan saling berterima kasihlah setelah kamu mengakui kesalahanmu, sehingga korbanmu dapat disucikan. Dan jangan biarkan siapapun yang bermusuhan dengan sahabatnya berada bersamamu, sampai mereka saling memaafkan, sehingga korbanmu tidak menjadi najis. Karena inilah perkataan Tuhan: “Di setiap tempat dan kesempatan, persembahkanlah padaku korban yang suci; karena Aku lah Raja yang agung, kata Tuhan, dan nama Ku indah diantara bangsa bangsa.”

Bab 15. Uskup dan Diakon; Cara Orang Kristen Mengkritik/Memberi Tahu  . Tunjuklah, karenanya, untukmu, para uskup dan diakon yang layak dihadapan Tuhan, orang-orang yang sederhana, dan tidak gila harta, yang berbuah dan sudah terbukti; untuk memberikan kepadamu pelayanan seperti para nabi dan guru. Karenanya janganlah membenci mereka, karena mereka adalah orang orang yang patut kamu hormati, sama seperti para nabi dan guru. Dan saling mengkritiklah satu sama lain, tidak dalam kemarahan, tapi dalam damai, seperti yang telah kamu dapat di dalam Gereja. Tapi untuk orang yang berbuat jahat kepada sesamanya, jangan biarkan siapapun berkata kata, atau membiarkan dia mendengar apapun dari kamu, sampai ia menyesal. Namun biarkanlah doamu, dan sedekahmu dan semua perbuatanmulah yang melakukannya, seperti engkau mengalaminya di dalam Gereja Tuhan.

Bab 16. Berjaga-jagalah; Kedatangan Tuhan. Berjaga-jagalah demi Nyawamu sendiri. Jangan sampai pelita-mu padam, atau ikat pinggangmu terjuntai; tapi selalulah siap siaga, karena kamu tidak tahu pada jam berapa Tuhanmu akan datang. Dan berkumpulah bersama, untuk mencari hal hal yang sesuai bagi jiwamu: karena imanmu seumur hidup tidak akan berguna bagimu, kalau tidak engkau sempurnakan pada akhirnya. Karena pada hari hari terakhir nabi nabi palsu dan para koruptor akan digandakan, dan domba domba akan berubah menjadi serigala, dan cinta akan berubah menjadi kebencian; karena ketika ketidak pastian hukum meningkat, mereka akan membenci dan menindas dan saling berkhianat satu sama lain, dan kemudian penipu dunia akan muncul sebagai Anak Allah, dan akan membuat tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban, dan dunia ini akan diserahkan kedalam tangannya, dan dia  akan melakukan tindakan tindakan jahat yang tidak pernah dilakukan sejak semula. Dan kemudian penciptaan manusia akan sampai kepada api pencucian, dan banyak yang akan gagal dan musnah; tapi mereka yang bertahan dalam imannya akan diselamatkan dari kutukan. Dan kemudian akan nampak tanda kebenaran: pertama, surga akan terbuka, kemudian akan terdengar suara terompet. Dan yang ketiga, kebangkitan orang orang mati – namun tidak semua, tapi seperti yang tertulis: “Tuhan akan datang dan semua orang suci akan bangkit bersama Nya.” Kemudian dunia akan melihat Allah datang dalam awan surga.

sumber


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.245 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: