Arsip Tag: Kristus

Simbolisme dalam Seni Katolik : Burung Pelikan

 

 

Pelikan

Artikel berikut di copy/paste dari page Gereja Katolik, ditulis oleh Admin Deo Duce.

 
Selamat hari Minggu, sahabat-sahabat GK yang terkasih.

Mungkin kita sudah paham betul dengan simbol salib sebagai simbol Tuhan kita Yesus Kristus, serta sebagai simbol Kekristenan secara umum. Tapi apakah kita tahu tentang simbol BURUNG PELIKAN sebagai salah satu simbol Kristus?

Simbol pelikan dalam hal ini secara spesifik menggambarkan seekor induk pelikan yang sedang memberi makan anak-anaknya (biasanya ada 3 ekor). Apabila dicermati, si induk pelikan tampak menunduk dan merobek dirinya sendiri, memberikan DARAHNYA sendiri sebagai makanan anak-anaknya.

Simbol ini berasal dari legenda kuno bahwa pada musim kelaparan, seekor induk pelikan akan melukai dirinya sendiri agar bisa memberikan darahnya supaya anak-anak pelikan tidak kelaparan. Konon, hal ini dilakukan tidak jarang sampai si induk mati. Continue reading


Apa sih untungnya ikut kegiatan-kegiatan OMK?

Pertanyaan diatas pernah ditanyakan oleh temanku kepada diriku, karena dia melihat aktifitasku yang mulai sering berkumpul-kumpul bersama dengan teman-teman muda katolik di parokiku.

Sebelumnya saya tidak dapat menjawab pertanyaan itu secara langsung, saya hanya jawab dengan senyuman saja, tapi pertanyaan tersebut terus muncul dikepala dan saya mulai berpikir untuk mencari jawaban dari pertanyaan ini “apa si untungnya ikut kegiatan-kegiatan OMK (Orang Muda Katolik)?”

Setelah beberapa bulan saya masih belum mendapatkan jawaban ini, dan tiba-tiba terpikir dan terlintas dipikiran (mungkin Tuhan mendengar doa saya), kenapa tidak saya tanyakan saja kepada temen-temen yang ikut OMK di parokinya masing-masing (pertanyaan ini saya lempar di sebuah page katolik di facebook dan grup OMK di sebuah paroki di palembang), kan pasti ada benang merahnya, pasti ada motivasinya.

Dan apa yang saya lakukan itu BOMMM!! jawaban-jawaban spektakuler mengalir begitu banyak, ada beberapa benang merah yang saya dapatkan dari jawaban-jawaban teman-teman muda Katolik tentang pertanyaan “apa sih untungnya ikut OMK?” yang akan saya jabarkan disini, dan semoga jawaban-jawaban dari teman-teman muda ini, bisa membuat teman-teman muda yang lain, khususnya yang katolik, yang belum atau tidak mau bergabung di dalam kegiatan-kegiatan OMK dia parokinya masing-masing, mau ikut bergabung dan terlibat lebih dalam: Continue reading


7 Kutipan Dari Paus Fransiskus

“Kita dapat melakukan perjalanan sebanyak yang kita inginkan, kita dapat membangun banyak hal, tapi jika kita tidak mengakui Yesus Kristus, ada sesuatu yang salah. Kita akan menjadi sebuah LSM bukan Gereja, Mempelai Kristus…” - Homili, Kapel Sistine, 14 Maret

“Ketika kita tidak mengakui Yesus Kristus, kita mengakui keduniawian iblis, keduniawian dari setan.” - Homili, Kapel Sistine, 14 Maret

“Ketika kita melakukan perjalanan tanpa salib, ketika kita membangun tanpa salib dan ketika kita mengakui Kristus tanpa salib, kita bukan murid Tuhan: kita bersifat duniawi, kita adalah para uskup, imam, kardinal, paus, tetapi bukan murid Tuhan.” - Homili, Kapel Sistine, 14 Maret

Continue reading


Kutipan dari Paus Emeritus Benediktus XVI

Pope Emeritus

Lux Veritatis 7 mengumpulkan seluruh kutipan dan tulisan yang berasal dari Paus Benediktus XVI. Semoga apa yang ditulis beliau bermanfaat bagi kita semua!

———————————————————–

“Saya sekarang menghadapi bab terakhir kehidupan saya dan saya tidak tahu apa yang menanti saya. Namun saya tahu bahwa terang Allah ada, bahwa Ia bangkit, bahwa terang-Nya lebih kuat daripada kegelapan apapun, bahwa kebaikan Allah lebih kuat daripada kejahatan apapun didunia ini. Dan hal ini membantu saya untuk melangkah maju dengan pasti. Semoga hal ini membantu kita untuk melangkah maju, dan disaat ini saya sepenuh hati berterima kasih kepada mereka yang terus membantu saya memahami “Ya” kepada Allah melalui iman mereka.”

“Keberanian untuk berdiri kokoh dalam kebenaran adalah tuntutan yang tak terhindarkan dari mereka yang dikirim Tuhan sebagai domba diantara serigala. “Mereka yang takut akan Tuhan tidak akan takut”, kata kitab Sirach (34:16). Takut akan Allah membebaskan kita dari takut akan manusia. Ia membebaskan.”

“Gereja adalah tempat pertemuan dengan Putra Allah yang hidup dan karenanya menjadi tempat pertemuan diantara diri kita. Inilah sukacita yang diberikan Allah : bahwa Ia membuat diri-Nya menjadi satu diantara kita.”

“Kekudusan bukanlah kemewahan, bukanlah hak istimewa beberapa orang, sebuah tujuan yang tidak mungkin bagi orang biasa; kekudusan sebenarnya adalah tujuan akhir bersama semua manusia yang dipanggil menjadi anak-anak Allah, panggilan universal semua orang terbaptis.” Continue reading


Kesaksian Dr. Peter Kreeft

Video kesaksian Peter Kreeft yang menjelaskan kenapa ia memilih untuk menjadi seorang Katolik:

*Peter Kreeft, Ph.D., adalah seorang profesor filsafat di Universitas Boston dan Universitas King (Empire State Building), di kota New York. Ia adalah kontributor tetap di beberapa publikasi Kristiani, sering diminta sebagai pembicara, dan seorang penulis yang menulis lebih dari 67 buku.


Salam dari Seorang Ibu. Refleksi Scott Hahn Minggu 4 Adven

Bacaan

Mikah 5:1-4
Mazmur 80:2-3, 15-16, 18-19
Ibrani 5:5-10
Lukas 1:39-45
______________________________________________

Pada Minggu terakhir sebelum Natal, Liturgi Gereja menyatakan identitas Penyelamat kita yang sebenarnya:
Ia adalah, seperti di Bacaan Pertama katakan, “penguasa…yang asal mulanya sudah sejak…purbakala.” Ia akan datang dari Betlehem, dimana Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai dan raja yang diurapi” (lih. Rut 4:11-17; 1 Samuel 16:1-13; 17:1; Matius 2:6).

Allah menjanjikan bahwa pewaris takhta Daud akan berkuasa pada singgasananya untuk selama-lamanya (lih. 2Samuel 7:12-13; Mazmur 89; Mazmur 132:11-12).

Yesus adalah pewaris itu, Dialah yang para nabijanjikan akan mengumpulkan suku-suku Israel yang terpencar kedalam kerajaan baru (lih. Yesaya 9:5-6; Ezekiel 34:23-25, 30; 37:35). Ia adalah “gembala Israel,” yang dinyanyikan dalam Mazmur hari ini. Dari takhtaNya di surga, Ia telah “datang untuk menyelamatkan kita.” Continue reading


Kisah Nyata : Pelayanan Seorang Romo Michel-Marie

Ini adalah kisah seorang imam di Paris, Romo Michel-Marie, yang sangat mendedikasikan diri bagi pelayanan umatnya. Ia selalu menggunakan cassock agar ia dikenali sebagai seorang imam dan agar ia bisa berteman dengan siapa saja. Ia selalu ada di ruang pengakuan dosa, dari sore hingga tengah malam.

Hal apa lagi yang ia lakukan demi melayani umatnya?

Silakan membaca kisah berikut untuk lebih lengkapnya, dan mari kita berdoa agar semakin banyak imam yang seperti Romo Michel-Marie ini. Artikel tersebut saya dari artikel yang berjudul Fr. Michel-Marie, a Cassock in deep Marseille (silakan diklik), dengan pengubahan seperlunya.

—————————————————————–

Paus Benar : Segala Sesuatu harus Dimulai Secara Baru dari Kristus

Oleh Marina Corradi

[Seseorang dengan] tunik hitam yang bergerak kesana kemari di sepanjang Rue Canabiere, diantara kerumunan yang Father Michel Marielebih [kelihatan seperti] Maghrebi daripada Prancis, membuatmu berbalik. Lihat, seorang imam, dan berpakaian seperti dahulu, di jalan-jalan Marseille. Pria berambut gelap, tersenyum, namun dengan sesuatu yang monastik dan formal tentangnya. Dan kisah yang ada dibalik itu : Ia bernyanyi di klub malam di Paris, ditahbiskan 8 tahun yang lalu dan sampai sekarang telah menjadi Pastor disini, di Santo Vincent de Paul.

Tapi kenyatannya kisahnya lebih rumit : Michel-Marie Zanotti-Sorkine, 53 tahun, keturunan dari kakeknya yang Rusia Yahudi, yang berimigrasi ke Perancis dan putrinya dibaptis sebelum perang. Satu dari beberapa putrinya, yang meloloskan diri dari Holocaust, melahirkan ke dunai Romo Michel-Marie, yang dari sisi Ayahnya adalah setengah Corsican dan setengah Italia…Tapi bila di hari Minggu kamu memasuki Gerejanya yang penuh dan mendengar bagaimana ia berbicara tentang Kristus dengan bahasa sehari-hari, dan bila kamu mengamati kelambatan religiusnya saat pengangkatan Hosti, dan dalam keheningan absolut, kamu bertanya pada dirimu siapakah imam ini, dan apa yang ada didalam dirinya yang menarik orang-orang, membawa kembali mereka yang berada jauh disana.

Akhirnya kamu berada di depannya, di dalam rectory monastiknya yang putih. Ia tampak lebih muda dari usianya; Ia tidak memiliki keriput kepahitan yang menandai wajah pria seusianya. Ada kedamaian padanya, sukacita yang mengejutkan, Tapi siapakah kamu? Anda akan segera bertanya padanya.

Dua orang tua yang mulia. Ibunya, dibaptis katolik tapi hanya secara formal, mengijinkan putranya pergi ke gereja. Iman diteruskan kepadanya oleh “seorang imam tua, seorang Salesian dengan Cassock hitam, pria yang murah hati dengan iman yang tak terhingga”. Hasrat untuk menjadi imam ada padanya di usia 8 tahun. Pada usia 13 ia kehilangan ibunya :”Luka ini menghancurkanku. Namun aku tidak pernah meragukan Allah”. Masa remaja, musik, dan suara yang indah. Piano bars di Paris, yang tampak sedikit cocok untuk menyadari panggilan rohaninya. Namun, sementara keputusan [untuk menjadi imam] menjadi matang secara perlahan, Bapa Rohani Michel-Marie memberitahu ia untuk tetap menyimpannya selama kehidupan malam di Paris : karena ada juga tanda yang diperlukan. Akhirnya panggilannya terbukti. Pada tahun 1999, di usia 40, keinginan masa kanak-kanaknya menjadi kenyataan : Seorang imam, dan dengan cassock, seperti imam tua Salesian. Continue reading


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.244 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: