Arsip Tag: Katolik

7 Pelajaran Yang Harus Para Ayah Berikan Kepada Anaknya

Baca artikelnya disini: 7 PELAJARAN YANG HARUS PARA AYAH BERIKAN KEPADA ANAKNYA


Gambar Kutipan – Doa Sri Paus Clement ke XI

Untitled-1


Kutipan Bunda Teresa tentang Hati Kudus Yesus

Mari kita sebarkan devosi kepada Hati Kudus.

Engkau harus belajar dari Hati Yesus. Itulah mengapa Yesus berkata: “Belajarlah daripadaKu” — bukan dari buku.

Hati Yesus adalah hati yang terbuka. Habiskan waktumu di sana. Itu bukan sebuah sekolah biasa… tetapi sekolah Yesus di mana engkau datang untuk belajar dan untuk mengetahui Hati Yesus — di mana gurunya adalah Ibu-Nya dan Dia. Apa yang harus kita pelajari? Untuk menjadi patuh dan rendah hati; jika kita patuh dan rendah hati, kita akan belajar untuk berdoa. Jika kita belajar untuk berdoa, kita akan menjadi milik Yesus. Jika kita menjadi milik Yesus, kita akan belajar percaya; dan jika kita percaya, kita akan belajar mencintai; dan jika kita mencintai, kita akan belajar untuk melayani. Continue reading


Doa Penyerahan Pribadi Kepada Hati Kudus Yesus (St. Margaret Mary Alacoque)

Aku ………….. menyerahkan dan mempersembahkan diriku, hidup, karya, usaha serta penderitaanku kepada Hati Kudus Yesus. Sejak saat ini, dengan segala kekuatanku aku akan berusaha menghormati, memuji dan mencintai Hati Kudus Yesus. Dengan seluruh tenagaku aku akan berusaha menjadi milik-Nya. Aku menolak segala perbuatan yang tidak berkenan di hati-Nya. Aku memilih Hati Kudus Yesus sebagai devosi utama penghormatanku, sebagai pelindung hidup dan jaminan keselamatanku, sebagai obat untuk menyembuhkan kekurangan serta kegoyahan sikapku, untuk menyilih dosa-dosa dari seluruh hidupku dan untuk memperoleh bantuan pada saat ajalku. Continue reading


Heri Kartono OSC: Ksatria Templar, Antara Legenda Dan Realita

Tulisan ini saya dapatkan sewaktu saya membaca diskusi seseorang tentang Ksatria Templar, teman tersebut mempostingkan sebuah artikel yang menurut saya bagus untuk saya share kembali. Sebenarnya ini artikel lama yang pernah dimuat di majalah HIDUP: 23 Juli 2006.  Artikel ini ditulis oleh Romo Heri Kartono, OSC (R.I.P 16/5/13).

=====================================================

Ksatria Templar menjadi populer lewat buku Da Vinci Code. Kelompok ini didirikan dengan penuh kesahajaan, berkembang amat pesat namun berakhir secara tragis. Ada banyak legenda di seputar kelompok ini. Siapakah mereka dan sejauh mana kaitannya dengan Gereja Katolik?

Ksatria Berjiwa Rahib.

Ksatria Templar atau Knights Templar didirikan oleh Hughes de Payens, veteran Perang Salib Pertama bersama 8 orang sahabatnya pada tahun 1118. Di hadapan Patriach Yerusalem, mereka mengucapkan sumpah setia untuk membela agama Kristiani. Raja Baldwin II dari Yerusalem menerima mereka dan memberi mereka sebuah markas di bukit Kenisah (Temple Mount). Konon di atas bukit tersebut pernah berdiri Kenisah Salomon. Nama Ksatria Templar yang lengkapnya Poor Knights of Christ and the Temple of Solomon, diambil dari lokasi markas mereka ini.

Kelompok baru ini mengambil aturan Santo Bernardus dari Clairvaux, biarawan Ordo Cistercian sebagai cara hidup mereka. Karenanya, Para Ksatria Templar mengucapkan tiga kaul seperti layaknya biarawan biasa. (Sebagai biarawan kelompok  ini sering juga disebut Ordo Templar). Selain tiga kaul, merekapun mengucapkan sumpah lain, yaitu janji setia sebagai Ksatria Perang Salib. Seorang Ksatria Templar mengenakan jubah putih meniru jubah biarawan Cistercian, hanya mereka menambahkan sebuah salib merah besar pada jubah mereka. Pemimpin tertinggi Ksatria Templar disebut Grand Master atau Guru Agung. Jabatan ini disandang seumur hidup. Grand Master pertama adalah Hughes de Payens sendiri, sang pendiri yang berasal dari Perancis.

Tugas utama Ksatria Templar adalah menjaga keamanan para peziarah di tanah suci, khususnya di Yerusalem. Pada waktu itu banyak orang Kristiani dari Eropa datang ke Yerusalem untuk berziarah. Banyak orang mempercayakan harta bendanya kepada kelompok ini sebelum mereka melakukan peziarahan. Dalam perkembangannya, kelompok ini dikenal sebagai tempat penitipan harta benda yang aman dan bisa dipercaya (semacam bank penyimpanan). Karenanya tidak mengherankan bahwa dalam perjalanan waktu, Ksatria Templar banyak memiliki peninggalan harta benda dalam jumlah yang besar. Continue reading


“Liturgi kreatif…mengasingkan kita dari Allah dan menarik kita lebih dekat kepada dosa”

Dari wawancara bersama Mgr. Nicola Bux (bahasa Italia)

Maka dari itu, tidaklah terlalu mengejutkan, ia menegaskan: “kesadaran tentang dosa telah dilemahkan oleh pelemahan kesakralan dalam liturgi. Ada hubungan yang dekat antara ethos dan penyembahan (worship).” Apa maksud anda? “Bahwa sekarang kita telah kehilangan nilai karena kita sering tidak memberikan Allah sebuah penyembahan (worship) yang layak pada saat Misa. Dan begitu banyak ateis sebaliknya juga hidup seakan-akan jika Allah itu ada” (E molti anche atei dovrebbero vivere come se Dio esistesse) Tapi mari kita kembali kepada aspek liturgis: Continue reading


Salib di Tengah-Tengah Altar

Kompedium Katekismus Gereja Katolik menanyakan sebuah pertanyaan: “Apa itu liturgi?” dan jawabannya:

Liturgi adalah perayaan misteri Kristus, dan secara khusus misteri kebangkitan-Nya. Dengan melaksanakan imamat Yesus Kristus, liturgi menyatakan dalam tanda-tanda dan membawa pengudusasn bagi umat manusia. Pemujaan kepada Allah dilaksanakan oleh Tubuh Mistik Kristus, yaitu oleh kepala dan para anggotanya. (no. 128)

Dari definisi ini, dapat kita mengerti bahwa Krsitus adalah Imam Mahatinggi yang Kekal dan Misteri Paskah dari Sengara-Nya, Kematian-Nya dan Kebangkitan-Nya adalah puat dari tindakan liturgi Gereja. Liturgi haruslah dirayakan secara jelas dari kebenaran teologis ini. Selama berabad-abad simbol yang dipilih oleh Gereja untuk mengarahkan hati dan tubuh selama liturgi digambarkan dari Yesus yang Tersalib. Continue reading


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.244 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: