Bila saya melihat seseorang melakukan kesalahan, apakah sebaiknya saya segera menegurnya atau mendiamkannya saja?
Ingatlah injil Yohanes, bila saudaramu melakukan kesalahan, tegurlah dia dibawha 4 mata. Apa maksudnya? Maksudnya adalah tegurlah dia secara pribadi, hanya berdua dan tidak di tempat umum. Bila ia masih bersikeras dengan kesalahannya, bawalah seorang saksi. Bila ia tetap tidak mau berubah, maka biarkanlah.. Kita tidak bisa memaksa seseorang. Kita mencari keselamatan dalam kebebasan, dan Tuhan sendiri tidak pernah memaksa.
Tapi apakah menegur di tempat umum selalu salah? Pada umumnya, seseorang akan cenderung bereaksi secara negatif, karena kita menyatakan kesalahan mereka di tempat umum. Akan lebih baik bila kita menuruti nasehat injil Yohanes.
Jika seorang katolik memiliki pasangan yang protestan ataupun non katolik, dan ingin melanjutkan hubungannya ke jenjang yang lebih serius, apa yang sebaiknya dilakukan pihak katolik? Saya tahu bahwa Gereja memberikan dispensasi untuk pernikahan beda agama dan beda gereja, tapi saya merasa cemas bila nantinya pihak katolik meninggalkan iman katoliknya. Apa yang harus saya lakukan?
Pihak katolik sebaiknya mengupayakan agar pasangannya mulai mengenal iman katolik. Bila pasangannya protestan, kita bisa berkata “Mari mengenal Gereja Katolik, kan sama-sama mengimani Yesus”. Kita mulai mengajak dari persamaan ini, namun kita tidak boleh melupakan perbedaan yang ada. Hanya Yesus yang menjamin keselamatan manusia. Nabi Muhamad, Martin Luther tidak bisa menjamin keselamatan manusia. Keselamatan mudah didapat dalam Gereja Katolik. Ada seseorang yang pernah bercerita kepada saya, bahwa ia menjadi lebih terbuka setelah bergabung dengan Gereja Katolik. “Ternyata di dalam Gereja Katolik banyak hal-hal bagus dan indah” katanya. Jadi inilah yang harus dilakukan, mengenalkan iman katolik pada pasangan yang bukan katolik, dan sedapat mungkin mengupayakan mereka untuk bergabung dengan Gereja Katolik.
Tanya Jawab diatas dikembangkan dari diskusi dengan seorang Romo SCJ









