Gunakan Kata-Kata Jika Diperlukan

Anda tahu apa yang saya pikir adalah salah satu kutipan yang paling sering kita dengar di dalam Gereja Katolik?

“Wartakan Injil selalu. Gunakan kata-kata jika diperlukan”

Jenis quote ini, selalu sering dengan salah disematkan kepada St. Fransiskus dari Asisi, dan ini adalah alasan baiknya: ide bahwa kita perlu untuk hidup dengan cara bahwa orang tahu kita adalah orang Kristiani. Kita tentu saja harus melakukan itu. Alasannya saya pikir adalah ini dibuat karena banyak orang menghindar untuk mengkoreksi sebuah kesalahan demi kesopanan dan akan menyatakan quote ini sebagai pembenaran.

Begitu banyak pikiran yang berdosa, perkataan dan perbuatan yang sekarang diterima oleh dunia adalah yang lebih menarik dan menjadi lebih sopan lebih daripada lainnya – dan mereka yang kita sendiri sebut seorang Kristiani malahan yang sering melakukan hal ini. Kita tidak ingin melukai perasaan seseorang, jadi kita menyalah gunakan kasih demi mencari jalan lain.

Saya bisa menjadi orang yang buruk sama seperti semua orang ini – maksud saya, sungguh, siapa yang ingin menjadi orang Kristiani yang cerewet yang merusak kesenangan orang? Hal ini mudah (dan lebih aman bagi reputasi anda) untuk mengatakan bahwa anda hanya memimpin dengan contoh dan berharap bahwa seseorang akan mengikuti anda.

Saya pernah menjadi pendukung nyata dari quote ini, tapi kemudian saya sampai pada point dimana saya pikir hal ini sudah terlalu sering digunakan, dan pada akhirnya saya mulai untuk tidak percaya, karena hal ini sangatlah klise. Sekarang saya telah percaya bahwa sebenarnya quote ini menghancurkan misi kita – sejak saya mendengar bacaan ini pada saat Misa:

Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku.
Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! –dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.
Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu. (Yehezkiel 33:7-9)

Saya tidak bersedia untuk meletakkan jiwa saya ke dalam bahaya karena saya lebih memilih untuk sopan dan disukai. Sungguh kita perlu untuk melatih kehati-hatian – ada waktu dan tempat untuk segalanya, dan kita harus selalu bermaksud baik dan selalu membangun ketika kita menantang seseorang atas pandangan atau tindakannya yang keliru. Tapi kita harus berbicara soal kebenaran, atau kita akan di tuntut pertanggung jawaban karena telah melalaikan atau tidak peduli untuk menjaga.

Quote itu berbunyi, “Wartakan Injil selalu. Gunakan kata-kata jika diperlukan.” Pepatah ini tidak berkata “Jangan pernah menggunakan kata-kata.” Ketika jiwa-jiwa berada dalam bahaya (baik kita dan mereka), kata-kata kerapkali diperlukan.

sumber: integratedcatholiclife.org

About these ads

About Andreas

"In modico fidelis! — faithful in little things. Your job, my son, is not just to save souls but to bring them to holiness, day after day, giving to each moment — even to apparently commonplace moments — the dynamic echo of eternity." ~ St. Josemaria Escriva Lihat semua pos milik Andreas

One response to “Gunakan Kata-Kata Jika Diperlukan

  • angelusmore

    Kata-kata yang baik dan membangun adalah mutiara bagi hidup manusia. sebaliknya kata-kata yang buruk dan menyesatkan adalah batu sandungan dalam hidup manusia. Maka sebaiknya berpikir dahulu sebelum berkata-kata.

Pengunjung yang berkomentar bertanggung jawab atas tulisannya sendiri, semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengedit semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.573 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: