Menerima Komuni Kudus Dua Kali dalam Sehari… Itu Tidak Biasa Kata Roma

Can. 917 – Qui sanctissimam Eucharistiam iam receipt, potest eam iterum eadem die suscipere solummodo intra eucharisticam celebrationem cui participat, salvo praescripto can. 921, § 2.

Can. 917 Yang telah menyambut Ekaristi mahakudus, dapat menerimanya lagi hari itu hanya dalam perayaan Ekaristi yang ia ikuti, dengan tetap berlaku ketentuan Kanon 921 § 2.

Umat katolik sering diberitahu bahwa mereka bisa menerima Komuni Kudus dua kali dalam sehari tanpa persyaratan. Tampaknya “benar” untuk menerima Komuni Kudus dua kali dalam sehari, tidak peduli apapun situasinya. Jika kita melihat dalam hukum Gereja tentang ini, maka akan tersingkap sesuatu yang berbeda. Pertama, Kitab Hukum Kanonik mendasarkan kanon 917 pada sebuah dokumen dari Sacred Congregation for the Discipline of the Sacraments berjudul Immensae caritatis, yang dalam bahasa inggris : “The witness of immeasurable charity (immensae caritatis) which Christ the Lord left to his Church, his bride…” (Acta Apostolica Sedis, 65 [1973] 267 – 268) . Dokumen ini mendiskusikan hal-hal sangat penting tentang disiplin Gereja mengenai mulianya Sakramen : Hal-hal seperti distribusi Komuni Kudus oleh pelayan luar biasa Komuni Kudus, fakultas yang lebih luas – bukan yang terbatas – untuk penerimaan Komuni Kudus dua kali dalam sehari, pengurangan puasa Ekaristi untuk orang sakit dan tua dan akhirnya, kesucian dan penghormatan terhadap Sakramen Maha Kudus ketika umat beriman menerima Hosti di tangan. Hal-hal yang amat penting dan sayangnya saya tidak sanggup membahas semuanya. Namun, kita kembali pada pertanyaan tentang menerima komuni dua kali dalam sehari dan membiarkan hal lainnya untuk dibahas di lain waktu.

Supaya aku tidak memaksakan gagasanku tentang hal ini, ijinkan aku mengutip secara lengkap sebuah paragraph penting dari  Immensae caritas,

“Seperti provident mother, Gereja telah mendirikan praktek lama yang berusia ratusan tahun dan menerimanya ke dalam hukum kanonnya, sebuah norma yang berdasarkan [hukum kanon], adalah sah bagi umat beriman untuk menerima komuni hanya sekali dalam sehari. Norma ini tetap tidak berubah dan tidak untuk diacuhkan secara sederhana untuk alasan-alasan devosi. Keinginan yang tidak bijaksana apapun untuk mengulang [menerima] komuni harus dibalas dengan kebenaran bahwa semakin sungguh-sungguh seseorang mendekati meja kudus, semakin besar kekuatan sakramen yang memberi makan, menguatkan, dan mengekspresikan iman, kasih, dan kebajikan-kebajikan lainnya. (Cfr. S. Thomas, Summa Theol. III, q. 79, a. 7 ad 3 et a. 8 ad 1.). Karena umat beriman ke luar dari perayaan liturgis untuk melakukan karya-karya kasih, agama, dan apostolate “agar apa yang mereka terima melalui iman dan sakramen dalam perayaan ekaristi akan merka pertahankan melalui cara mereka hidup” 7 (S. Congr. Rituum, Instr. Eucharisticum mysterium, 25 maii 1967, n. 13: A.A.S. 59 (1967), p. 549.)

Pertama, harus dinyatakan dengan jelas bahwa ada praktek lama dalam menerima Komuni Kudus hanya sekali dalam sehari dalam Gereja; hal ini tetap tidak berubah menurut Magisterium Gereja. St. Thomas memberikan pelajaran pada poin ini : Jawaban pada keberatan 3 : Menerima adalah hakekat sakramen, tapi mempersembahkan adalah hakekat kurban : konsekuensinya, ketika seseorang atau beberapa orang menerima tubuh Kristus, tidak ada pertolongan yang bertambah bagi yang lain. Dengan cara serupa bahkan ketika imam mengkonsekrasi beberapa hosti dalam satu misa, efek sakramen ini tidak meningkat, karena hanya ada satu kurban; karena tidak ada kekuatan lebih dalam beberapa hosti dibandingkan dalam satu hosti, karena hanya ada Satu Kristus hadir dalam semua hosti dan dalam satu. Oleh karena itu, tidak ada yang akan menerima efek yang lebih besar dari sakramen dengan mengambil banyak hosti terkonsekrasi dalam satu misa. Tapi persembahan (oblation) kurban bertambah dalam beberapa misa, dan karenanya efek kurban dan sakramen bertambah”

Keperluan yang serius dibutuhkan untuk menerima Komuni Kudus dua kali dalam periode satu hari. Tahta Suci mendaftar beberapa contoh :

“1. Pada ritual Misa-misa dimana sakramen baptis, krisma, pengurapan orang sakit, imamat, dan pernikahan dilaksanakan, juga pada misa dimana ada komuni pertama;

2. pada Misa-misa untuk konsekrasi gereja atau altar, untuk pengakuan religius, untuk conferral dari sebuah “misi kanonis”;

3. pada Misa-misa untuk orang meninggal pada acara pemakaman, berita kematian, penguburan terakhir, atau peringatan setahun;

4. pada misa prinsipal yang dirayakan di katedral atau gereja paroki pada Solemnitas Corpus Christi dan pada hari kunjungan pastoral; pada Misa yang dirayakan pada hari kunjungan kanonis superior major religious pada rumah religius tertentu atau chapter;

5. pada Misa principal pada kongres ekaristi atau kongres Maria, apakah internasional, regional, atau diosesan;

6. pada Misa principal dari jenis pertemuan, perziarahan, atau misi umat;

7. Pada pelaksanaan viaticum, ketika komuni diberikan kepada anggota keluarga dan teman dari orang sakit yang hadir.

8. Dari kasus-kasus yang disbutkan diatas, Ordinary [Keuskupan] lokal diijinkan untuk memberikan pada acara tunggal fakultas untuk menerima komuni dua kali pada hari yang sama, kapapun, sungguh karena situasi-situasi khusus. Penerimaan [komuni] yang kedua dibenarkan atas dasar instruksi ini”

Paragraf terakhir bersifat informatif karena untuk menerima komuni kedua kalinya selama keseluruhan hari membutuhkan fakultas Ordinary Lokal jika tidak ada satu situasi-situasi diatas atau situasi lain yang dibuat hukum lokal oleh Ordinary Lokal. Lebih lanjut, frase “situasi-situasi special (special circumstances)” adalah terjemahan yang menarik dari “pecularia adiuncta” yang adalah “situasi-situasi tertentu”

Pelajaran dari semua ini adalah bahwa umat katolik harus berhenti menerima Komuni Kudus dua kali selama satu hari kecuali mereka berada dalam satu dari situasi-situasi diatas [NB : Jadi, bila ingin menerima komuni untuk kedua kalinya, maka salah satu dari 8 syarat diatas harus terpenuhi. Misalnya saya sudah misa jam 7 pagi, tapi menghadiri misa dimana dilaksanakan pemberian sakramen krisma, maka saya boleh menerima komuni untuk kedua kalinya] atau mereka telah menerima fakultas spesifik untuk melakukannya dari Ordinary Lokal.

Sumber

About these ads

About Cornelius

"The day will come, dear boy, when you must decide whether to die within the Church or outside the Church. I have decided to die within the Church." - Malcolm Muggeridge Lihat semua pos milik Cornelius

3 responses to “Menerima Komuni Kudus Dua Kali dalam Sehari… Itu Tidak Biasa Kata Roma

  • Yetti Juliana

    Dear, Sdr. Cornelius…
    Menanggapi perihal di atas, bagaimana kalau kita bertugas sebagai lektor, dimana kita telah mengikuti M-2, dan tiba-tiba kita diminta menggantikan lektor yang tidak dapat bertugas pada M-3. Berarti pada M-3 tersebut kita tidak perlu menerima komuni lagi?
    Terima kasih sebelumnya…

    • Cornelius

      Shalom Yetti Juliana,

      Benar sekali bahwa anda tidak perlu menerima Komuni lagi jika sebelumnya sudah mengikuti misa. Namun, jika ternyata di misa kedua yang anda ikuti terdapat ritual pemberian sakramen baptis, atau krisma, dst sesuatu dengan syarat yang ditentukan diatas, maka anda boleh menerima Komuni untuk kedua kalinya. Jika hanya misa biasa, maka tidak perlu maju untuk menyambut Komuni.

      Semoga membantu.

      Salam,

      Cornelius.

  • Susy Bastiaans

    Trima kasih Pak Kris penjelasannya. Sebelumnya sy pernah mendapatkan satu flyer dari KAJ yang berjudul “Tahukah anda bahwa boleh menerima Komuni 2 Kali dalam sehari?”. Saya lupa dimana flyer tsb sekarang ini (sudah lama sekali). Berdasarkan info tsb saya memberanikan diri dan bahkan menganjurkan ke beberapa teman/umat untuk tidak ragu menerima komuni berturut-turut dalam Misa pertama dan kedua
    (karena bertugas koor misalnya) atau karena perbedaan ujud misa (Misa harian dan misa pemberkatan nikah, misalnya). Dalam flyer tsb memang tidak ada penjelasan secara rinci, mengapa kita boleh menerima komuni 2 x dalam sehari.
    Dengan penjelasan anda diatas, kini saya jadi mengerti kapan / dalam sitausi apa kita boleh menerima
    komuni 2x dalam sehari. Sekali lagi terima kasih. Berkah Dalem.

Pengunjung yang berkomentar bertanggung jawab atas tulisannya sendiri, semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengedit semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.621 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: