Misa Beatifikasi Paus Yohanes Paulus II
Tentang Andreas
9 Tanggapan to “Misa Beatifikasi Paus Yohanes Paulus II”
Pengunjung yang berkomentar bertanggung jawab atas tulisannya sendiri, semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani serta menghormati kebenaran, komentar harus tetap pada topik, diskusi harus dilakukan terutama dari perspektif iman Katolik, sekedar pendapat dibolehkan, pernyataan fakta harus didukung dengan bukti. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengedit semua komentar yang masuk. Batalkan balasan
Cari Artikel

"Saya mengumumkan tahun yang spesial ini dalam surat Apostolik Porta Fidei (Pintu Kepada Iman), agar Gereja dapat memperbaharui antusiasme dalam percaya kepada Yesus Kristus, satu-satunya Penyelamat dunia, agar Gereja dapat membangkitkan sukacita dalam berjalan di jalan yang telah Ia tunjukkan kepada kita, dan agar Gereja dapat menjadi saksi yang nyata bagi kekuatan iman yang mengubah " - Paus Benediktus XVI
Yesus Kristus
Bunda Maria
Lima Luka Suci Kristus
Franciscus PP.
Blessed John Henry Newmann

“Allah telah menciptakanku untuk melakukan suatu pelayanan yang pasti bagi-Nya; Ia telah mempercayakan suatu pekerjaan kepadaku yang tidak ia percayakan kepada yang lain. Aku memiliki misiku sendiri – Aku mungkin tidak pernah mengetahuinya dalam hidup ini, tapi aku akan diberitahu tentang itu selanjutnya…Aku memiliki bagian dalam karya agung; Aku adalah mata rantai dalam rantai, sebuah ikatan hubungan diantara pribadi-pribadi"
Francis Cardinal Arinze

"Orang-orang sering datang ke Misa karena mereka memiliki kebutuhan untuk dihadirkan dihadapan Allah. Ini tidak salah. Tapi prioritasnya adalah adorasi, pujian, syukur, dan penebusan, bukan diri kita dan apa yang kita butuhkan. Bahkan lebih salah lagi bila orang-orang datang Misa untuk menikmati musik, mengagumi pengkhotbah, untuk menunjukkan talentanya, atau untuk berhadapan dalam kekaguman dan afirmasi timbal balik antara imam dan umat. Bila kita mengijinkan Ekaristi Kudus memberikan kekuatan agungnya dalam panggilan dan misi Kristen kita, kita harus belajar untuk melihatnya, pertama dan terutama sebagai tindakan penyembahan yang diarahkan kepada Allah "
Venerable Fulton John Sheen

"Ada kurang dari 100 orang di dunia yang benar-benar membenci Gereja Katolik, namun ada jutaan orang yang membenci apa yang mereka mengerti secara salah sebagai Gereja Katolik“
G. K. Chesterton

"Kita tidak membutuhkan agama untuk memberitahu hal yang benar ketika kita benar. Apa yang kita butuhkan adalah agama yang memberitahu kita apa yang benar ketika kita melakukan kesalahan"
Kalender Liturgi
Tulisan Teratas
- Sebuah Kisah Nyata : Salam Maria adalah Doa yang Hebat
- Katekese Tahun Iman
- Kutipan Katolik Terbaik
- Penjelasan Singkat Tentang Pentakosta
- 5 Luka Suci Kristus
- 20 Tips Mengaku Dosa yang Baik oleh Romo John Zulsdorf
- Kesaksian Palsu Angelica Zambrano
- Mengapa Bulan Mei disebut Bulan Maria
- PD : Kristologi Katolik : Sebuah Pengenalan Teologis
- Persiapan Batin Sebelum Pengakuan Dosa
Komentar Terakhir
Ignatius Budhi Harto… on 7 Kutipan dari Paus Frans… Stefanus Tribudi on Katekese Tahun Iman : Ia akan… Chiko on 7 Kutipan dari Paus Frans… Cornelius on 7 Kutipan dari Paus Frans… Friesca on 7 Kutipan dari Paus Frans… Andreas on Apa sih untungnya ikut kegiata… Djatiwati on Apa sih untungnya ikut kegiata… StPaulusPku on Apa sih untungnya ikut kegiata… Andreas on Apa sih untungnya ikut kegiata… Cornelius on Doa Novena Hati Kudus Yes… Johanes AS on Doa Novena Hati Kudus Yes… jordan on 7 Perkataan Terakhir Yesus Kri… Cornelius on Tentang Blog Ini 
Kutipan (@KutipanKat… on Tentang Blog Ini 
Servasius Noenk (@NI… on Tanda Salib Tag
Adven Allah apologetik Bapa Benediktus XVI berlutut cinta Doa dosa ekaristi gereja Gereja Katolik hati Homili imam iman kasih Katolik kebangkitan Kebenaran kemurnian Keselamatan Kitab Suci Komuni Kristus kudus Kutipan Katolik Liturgi Maria Misa Misa Tridentine moralitas Natal Opus Dei Paus Penderitaan Pra-Paskah rahmat roh kudus Sakramen salib Sejarah Gereja St. Josemaria Yesus yesus kristusLV7 on facebook
LV7 on twitter
- RT @KatolikMenjawab: "Misa Kudus itu panjang," katamu, dan aku menjawab: "Sebab cintamu sedikit." ~St Josemaria Escriva 7 hours ago
- “Dari Maria kita belajar untuk menyerahkan segala hal kepada kehendak Allah. Dari Maria kita belajar untuk percaya... fb.me/LRikNiS1 8 hours ago
- LIVE Broadcast Is About To Start! Tune-In NOW: radiopa.caster.fm fb.me/InOVvKig 10 hours ago
- Holiness does not consist in not making mistakes or never sinning. Holiness grows with capacity for conversion,... fb.me/1GcHNfRdN 14 hours ago
- Kamis, 23 Mei 2013 Sto. Desiderius, Sto. Yohanes Baptista di Rossi, Sta. Eufrosiana Bacaan I (Sirakh 5:1-8) 5:1... fb.me/FERo3L3a 14 hours ago
- Doa Malaikat Tuhan Maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan, bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus. Salam... fb.me/2hbkE58Jp 16 hours ago
- LIVE Broadcast Is About To Start! Tune-In NOW: radiopa.caster.fm fb.me/1E8ytmDsl 1 day ago
- Ada tiga hal penting untuk keselamatan manusia, yaitu: mengetahui apa yang harus ia yakini, yang ia inginkan, dan... fb.me/1HmRh5lPa 1 day ago
- Bacaan Injil (Markus 9:38-40) 9:38 Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita... fb.me/1MRSjTRtr 1 day ago
- Rabu, 22 Mei 2013 St. Rita dari Cascia, St. Rosa, St. Yoakima de Vedruna, St. Renate, Beato Yohanes Baptista... fb.me/1MxCccIaO 1 day ago
Blog Views
- 347,702 hits





Desember 21st, 2012 at 15:50
Dear Bapak Cornelius, mau bertanya 1 lagi, Dalam iman katolik bila seseorang sudah di beatifikasi menjadi Santo atau Santa, apakah jiwanya langsung lepas dari api pencucian dan langsung masuk surga ? Terima kasih .
Desember 21st, 2012 at 16:09
Kita tidak dapat mengetahui dengan pasti, apakah jiwanya langsung keluar dari api penyucian dan masuk ke surga, karena setahu saya beatifikasi dan kanonisasi pertama-tama tidak membuat seseorang langsung masuk ke surga, melainkan menyatakan bahwa selama hidupnya orang tersebut telah hidup dengan kudus, yang artinya, maka orang tersebut sangat mungkin berada di surga setelah meninggalnya. Namun hal yang perlu diingat adalah ini : bahwa kita dapat percaya kalau orang tersebut telah dibeatifikasi, maka orang tersebut berada di surga. Ini saya kutipkan penjelasan dari katolisitas.org (silakan klik) :
Desember 21st, 2012 at 16:33
Dear Cornelius, Terima kasih banyak Penjelasannya Bapak. GBU
Desember 21st, 2012 at 13:21
Dear Romo, Dalam video itu saya melihat 2 biarawati membawa sesuatu dihadapan Bapa Suci Paus, itu benda apa ya Romo..? Terima kasih .GBU.
Desember 21st, 2012 at 15:01
Shalom Yohanes 777,
Maaf karena video ini durasinya agak panjang, bisa tolong ditunjukkan di menit ke berapa kamu melihat 2 biarawati itu?
Desember 21st, 2012 at 15:21
Terima Kasih Romo, didalam video itu dimenit 1:54. Terima Kasih Romo. GBU
Desember 21st, 2012 at 15:49
Oke sudah saya lihat, yang dibawa oleh Suster tersebut adalah relikui darah Beato Yohanes Paulus II. Darah tersebut ada di dalam tabung yang dibawa suster yang memakai pakaian berwarna hitam.
Desember 21st, 2012 at 15:55
Dear Bapak Cornelius, terima kasih untuk pencerahannya, jadi setiap seseorang yg menjadi Paus, selalu diambil darahnya untuk disimpan ya ?
Terima Kasih.
Desember 21st, 2012 at 16:03
Tidak selalu seperti itu saya kira. Tapi saya memang belum mencari tahu lebih banyak apakah hal tersebut memang sudah menjadi tradisi, ataukah bukan. Namun memang Umat Gereja perdana dulu juga suka menyimpan tulang ataupun pakaian para kudus ataupun martir yang telah meninggal, dimana hal tersebut nantinya disebut sebagai relikui. Silakan dibaca artikel tentang relikui disini : http://katolisitas.org/1144/relikwi-mengantar-kita-kepada-tuhan