Kesaksian Palsu Angelica Zambrano

Banyak umat Katolik yang terkejut setelah membaca kesaksian dari Angelica Zambrano [link dihapus, silahkan anda search sendiri di google], bahkan sampai ada imannya yang goyah, yang sebenarnya tidak perlu sampai jadi seperti itu. Kesaksian-kesaksian seperti ini sudah banyak digunakan oleh para fundamentalis untuk menjatuhkan Gereja Katolik dan merebut domba-domba St. Petrus.

Bagaimana menjawab kesaksian yang ngawur itu? apakah benar Paus Yohanes Paulus II berada di neraka? Api Penyucian itu apakah Alkitabiah? Orang Katolik menyembah berhala?

Syukur kepada Allah, saya menemukan sebuah website ini [silahkan di klik dan juga dari katolisitas.org, terima kasih sdr. Alfredo] , semoga bisa menjawab keraguan atas apa yang kita imani.

Dan terima kasih kepada sdr. Doddy Prayogo atas apologetik yang telah anda buat di website tsb, semoga Tuhan memberkatimu.

pax tecum

About these ads

About Andreas

"In modico fidelis! — faithful in little things. Your job, my son, is not just to save souls but to bring them to holiness, day after day, giving to each moment — even to apparently commonplace moments — the dynamic echo of eternity." ~ St. Josemaria Escriva Lihat semua pos milik Andreas

27 responses to “Kesaksian Palsu Angelica Zambrano

  • netter

    ANGELICA ZAMBRANO cuba merampas takhta pengadilan Tuhan Yesus Kristus…:-( mirip dgn usaha iblis selama ini yg cuba mahu rampas dan mau miliki. St. Michael pun tidak menghakimi lucifer. YUDAS 1:9 Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: “Kiranya Tuhan menghardik engkau!”

  • Steven Bern Jr.

    shallom, sebelum kita mengatakan itu kesaksian palsu, berdoa pada Tuhan agar menunjuk kebenaran, dan jika hatimu tergerak dari pada pimpinan Roh Kudus, maka ia benar…..

    saudara, seperti kesaksian Angelica itu, bagi saya adalah benar…..Kita jangan hanya melihat daia dengan sebelah mata, kerana ramai orang kristian sekarang hanya indah pada luaran dan bukan pada hatinya, nah saudara, kebanyakan ramai orang terlalu terikat dengan gereja mereka, seperti Anglicen, Roman Chatolic, SDA, SIB dan banyk lagi pecahan aliran2 gereja di dunia….. Bnyak yang hanya melakukan iman mereka berdasarkan mengikuta aliran gereja mereka…… jadi itu aku mahu katakan disini, ramai orang yang sekarang hanya mengikut hukum taurat duniawi dan bukan hukum Taurat Allah, saudara mari saya ajak kamu buka dalam Galatia, Yeremia, Kitab Kejadian, Keluaran dan Ulangan….fahamkan semua itu…jika kamu menyatakan kesaksian Angelica itu palsu, berdoa sekarang, Apa benar hati mu sekarang tidak hipokrit kepada Bapa di sorga.?

  • tata

    knapa nak membela diri. jaganlah menipu diri sendiri. sedang kamu itu harus perlu diselamatkan. harus fikirlah Tuhan banyak cara supaya manusia berbalik kpadaNya.. bererti kamu sendiri yang menolak Tuhan so boleh dikatakan kmu yang egoooooo sangat…….. kalau saya percaya kesaksian angelica.. apa yang dia katakan semuanya btl… bahwa ketolik menyembah berhala…sdrala tidak semua greja yang dapat diselamatkan hnya org percaya dan mahu dikuduskan dan tidak melakukan dosa.. apa-apa lagi Tuhan mahu gerja yang melakukan pelayanan bersksi…

  • tata

    Tuhan banyak cara menjujukkan apa yang dia inginkan apa yang kita lakukan. tidak semestinya kita ini kristian tidak ada penghakiman dlm hidup kita, ttp Tuhan metuntu adalah kesetiaan kita melayani dan hidup kudus. itu yang Tuhan Yesus inginkan dalam hidup kita. so sedarlah dan bersiap sedialah.. Tuhan yang memberi NAFAS TETAPI TUHAN JUGA BOLEH MENGAMBILNYA KEMBALI……. SEMUA ITU ADALAH DARI TUHAN….

  • hana

    Yohanes 14
    14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
    Tuhan memberkati(^_^)

  • obeth

    TINGGIKANLAH DAN BERIMANLAH HANYA KEPADA JESUS KRISTUS BUKAN DENGAN YANG LAIN
    HANYA JESUS KRISTUS LAH JALAN KESELAMATAN.

  • Anna Claire

    Dengan pengetahuan saya yang dangkal, saya ingin berbagi pendapat… saya membaca Hidup Sejati Dalam Allah karya Vassula… banyak hal baik yg saya dapat dari sana.. tidak ada hal yg menghujuat kehidupan Katolik menurut saya… dan mengedepankan persatuan seluruh gereja
    Saya juga baru saja membaca kesaksian Angelica Zambrano… entah bebal entah saya percaya pada Allah yg berbelas kasih… saya tidak terpengaruh kesaksian Angelica Zambrano,
    Saya percaya api pencucian ada.. sesuai ajaran Katolik, sesuai kesaksian Maria Sima…

    Jadi menurut membaca buku yg menyesatkan jika kita membaca dengan bijak tentunya malah akan menguatkan keyakinan akan iman kita…
    Dan jika Tuhan menghitung-hitung kesalahan, siapakah yang mampu bertahan? (Mazmur 130)

    Jika Allah seperti yg diceritakan Angelica Zambrano,
    Bagaimana Daud yg mengirim Uria berperang karena menginginkan istrinya… bisa berada di surga?
    Bagaimana Musa yg peragu….. bisa berada di surga?

    Allah itu baik, Allah pengasih, Allah pengampun… maka dia memberika Putranya terkasih untuk menebus kita.

    Salam Damai,
    Anna Claire

  • Maria Robin

    coba baca wahyu Tuhan Yesus kepada Vasula Ryden ini , [link di edit]

    • Andreas

      Ada beberapa catatan untuk Vasula Ryden ini dari Ketua Kongregasi Ajaran Iman waktu itu, yaitu Kardinal Ratzinger [silahkan di klik], sekarang adalah Paus Benediktus XVI, agar kita lebih hati-hati dalam masalah ini

      1. Umat beriman harus tidak menganggap pesan dari Vasula Ryden ini sebagai wahyu ilahi, namun hanya sebagai renungan/ meditasi pribadi
      2. Renungan/ meditasi pribadi ini mempunyai aspek positif dan aspek negatif di dalam terang doktrin iman Katolik
      3. Maka dari itu Gembala serta umat beriman harus melakukan spiritual discernment yang serius dalam masalah ini dan memelihara kemurnian iman, moral dan kehidupan spiritual, tidak mengandalkan wahyu dugaan, tetapi dengan mengikuti Firman Allah yang telah diwahyukan dan instruksi dari Magisterium.

      Salam dan doa,

      Andreas

      • Maria Robin

        apa pak andreas sudah baca bukunya vasulla ryden yang versi indonesia “Hidup Sejati Dalam Allah”, tidak ada yang bertentangan dengan kitab suci di wahyu ini namun malah menjadi bukti dari apa yang sudah tertulis di kitab suci.
        jujur saja saya kembali ke agama saya katholik juga karena buku ini yang mengembalikan saya pada kasih Tuhan dan merasakan pengampunanNya.
        selama ini saya membaca buku ini dan kitab suci selama 2 th dan itu masih juga belum selesai dan terus terang saya lebih mudah memahami kitab suci sejak saya membaca wahyu itu, kalau pak andreas mau baca2 yo monggo lek dianggap sesat ya sudah, yang jelas bagi banyak orang buku ini membawa kembali mereka yang sudah tersesat kembali kepada Tuhan dan Bunda maria dan lebih memahami ajaran katolik dengan baik.
        oh ya ada lagi pak andreas nih gak jauh2 di indonesia saja ada kok wahyu pribadi seperti ini coba cek ini [edit] apakah ini juga termasuk yang perlu adanya spiritual discernment ?

        bagaimana pendapat anda tentang ini? [edit]

        thanks and gbu

      • Andreas

        Senang saya mendengar anda pulang kembali kerumah, welcome home. Soal buku itu saya belum pernah membacanya, dan sepertinya tidak tertarik untuk membacanya kedepan. Saya suka membaca buku tapi saya memilih buku-buku apa saja yang saya baca agar tidak teracuni oleh tulisan-tulisan yang bertentangan dengan ajaran iman.

        Oke soal wahyu pribadi ini, saya kutip apa kata Gereja

        Dalam peredaran waktu terdapatlah apa yang dinamakan “wahyu pribadi”, yang beberapa di antaranya diakui oleh pimpinan Gereja. Namun wahyu pribadi itu tidak termasuk dalam perbendaharaan iman. Bukanlah tugas mereka untuk “menyempurnakan” wahyu Kristus yang definitif atau untuk “melengkapinya”, melainkan untuk membantu supaya orang dapat menghayatinya lebih dalam lagi dalam rentang waktu tertentu. Di bawah bimbingan Wewenang Mengajar Gereja, maka dalam kesadaran iman, umat beriman tahu membedakan dan melihat dalam wahyu-wahyu ini apa yang merupakan amanat otentik dari Kristus atau para kudus kepada Gereja.
        Iman Kristen tidak dapat “menerima” wahyu-wahyu yang mau melebihi atau membetulkan wahyu yang sudah dituntaskan dalam Kristus. Hal ini diklaim oleh agama-agama bukan Kristen tertentu dan sering kali juga oleh sekte-sekte baru tertentu yang mendasarkan diri atas “wahyu-wahyu” yang demikian itu. [Katekismus Gereja Katolik, no.67]

        karena ini wahyu pribadi umat beriman tidak di wajibkan untuk mempercayainya, dan tidak berdosa jika tidak mengikuti wahyu pribadi ini.

        Kemudian saya juga senang anda mulai membaca Kitab Suci dengan rajin, tapi bagaimana seharusnya Kitab Suci itu dibaca? saya kutip Katekismus lagi [KGK 109-119, 137]

        III. * Roh Kudus Adalah Penafsir Kitab Suci

        109 Di dalam Kitab Suci Allah berbicara kepada manusia dengan cara manusia. Penafsir Kitab Suci harus menyelidiki dengan teliti, agar melihat, apa yang sebenarnya hendak dinyatakan para penulis suci, dan apa yang ingin diwahyukan Allah melalui kata-kata mereka Bdk. DV 12,1..

        110 Untuk melacak maksud para penulis suci, hendaknya diperhatikan situasi zaman dan kebudayaan mereka, jenis sastra yang biasa pada waktu itu, serta cara berpikir, berbicara, dan berceritera yang umumnya digunakan pada zaman teks tertentu ditulis. “Sebab dengan cara yang berbeda-beda kebenaran dikemukakan dan diungkapkan dalam nas-nas yang dengan aneka cara bersifat historis, atau profetis, atau poetis, atau dengan jenis sastra lainnya” (DV 12,2).

        111 Oleh karena Kitab Suci diilhami, maka masih ada satu prinsip lain yang tidak kurang pentingnya guna penafsiran yang tepat karena tanpa itu Kitab Suci akan tinggal huruf mati saja: “Akan tetapi Kitab Suci ditulis dalam Roh Kudus dan harus dibaca dan ditafsirkan dalam Roh itu juga” (DV 12,3).
        Untuk penafsiran Kitab Suci sesuai dengan Roh, yang telah mengilhaminya, Konsili Vatikan II memberikan tiga kriteria Bdk. DV 12,3.:

        112 1. Memperhatikan dengan saksama “isi dan kesatuan seluruh Kitab Suci “. Sebab bagaimanapun bedanya kitab-kitab itu, yang membentuk Kitab Suci, namun Kitab Suci adalah satu kesatuan atas dasar kesatuan rencana Allah yang pusat dan hatinya adalah Yesus Kristus. Sejak Paskah hati itu sudah dibuka Bdk. Luk 24:25-27.44-46.:
        “Ungkapan ‘hati Bdk. Mzm 22:15. Kristus’ harus diartikan menurut Kitab Suci yang memperkenalkan hati Kristus. Hati ini tertutup sebelum kesengsaraan, karena Kitab Suci masih gelap. Tetapi sesudah sengsara-Nya Kitab Suci terbuka, agar mereka yang sekarang memahaminya, dapat mempertimbangkan dan membeda-bedakan, bagaimana nubuat-nubuat harus ditafsirkan” (Tomas Aqu., Psal. 21,11).
        128, 368

        113 2. Membaca Kitab Suci “dalam terang tradisi hidup seluruh Gereja”. Menurut satu semboyan para bapa “Kitab Suci lebih dahulu ditulis di dalam hati Gereja daripada di atas pergamen [kertas dari kulit]“. Gereja menyimpan dalam tradisinya kenangan yang hidup akan Sabda Allah, dan Roh Kudus memberi kepadanya penafsiran rohani mengenai Kitab Suci… “menurut arti rohani yang dikaruniakan Roh kepada Gereja” (Origenes, hom. in Lev. 5,5). 81

        114 3. Memperhatikan “analogi iman”. Bdk. Rm 12:6. Dengan “analogi iman” dimaksudkan hubungan kebenaran-kebenaran iman satu sama lain dan dalam r-encana keseluruhan wahyu. 90

        Arti Ganda Kitab Suci

        115 Sesuai dengan tradisi tua, arti Kitab Suci itu bersifat ganda: arti harafiah dan arti rohani. Yang terakhir ini dapat saja bersifat alegoris, moralis, atau anagogis. Kesamaan yang mendalam dari keempat arti ini menjamin kekayaan besar bagi pembacaan Kitab Suci yang hidup di dalam Gereja.

        116 Arti harafiah adalah arti yang dicantumkan oleh kata-kata Kitab Suci dan ditemukan oleh eksegese, yang berpegang pada peraturan penafsiran teks secara tepat. “Tiap arti [Kitab Suci] berakar di dalam arti harafiah” (Tomas Aqu., s.th. 1,1,10 ad 1). 110

        117 Arti rohani. Berkat kesatuan rencana Allah, maka bukan hanya teks Kitab Suci, melainkan juga kenyataan dan kejadian yang dibicarakan teks itu dapat merupakan tanda.

        1. Arti alegoris. Kita dapat memperoleh satu pengertian yang lebih dalam mengenai kejadian-kejadian, apabila kita mengetahui arti yang diperoleh peristiwa itu dalam Kristus. Umpamanya penyeberangan Laut Merah adalah tanda kemenangan Kristus dan dengan demikian tanda Pembaptisan Bdk. 1 Kor 10:2..

        2. Arti moral. Kejadian-kejadian yang dibicarakan dalam Kitab Suci harus mengajak kita untuk melakukan yang baik. Hal-hal itu ditulis sebagai “contoh bagi kita… sebagai peringatan” (1 Kor 10:11) Bdk. Ibr 3:1-4:11..

        3. Arti anagogis. Kita dapat melihat kenyataan dan kejadian dalam artinya yang abadi, yang menghantar kita ke atas, ke tanah air abadi (Yunani: “anagog?”). Misalnya, Gereja di bumi ini adalah lambang Yerusalem surgawi Bdk. Why 21:1-22:5.. 1101

        118 Satu distikhon dari Abad Pertengahan menyimpulkan keempat arti itu sebagai berikut:
        “Littera gesta docet, quid credas allegoria
        Moralis quid agas, quo tendas anagogia”.
        (Huruf mengajarkan kejadian; apa yang harus kau percaya, alegori;
        moral, apa yang harus kau lakukan; ke mana kau harus berjalan, anagogi).

        119 “Merupakan kewajiban para ahli Kitab Suci: berusaha menurut norma-norma itu untuk semakin mendalam memahami dan menerangkan arti Kitab Suci, supaya seolah-olah berkat penyelidikan yang disiapkan, keputusan Gereja menjadi lebih masak. Sebab akhirnya semua yang menyangkut cara menafsirkan Kitab Suci itu berada di bawah keputusan Gereja, yang menunaikan tugas serta pelayanan memelihara dan menafsirkan Sabda Allah” (DV 12,3).
        “Saya tidak akan percaya kepada Injil sekalipun, seandainya bukan otoritas Gereja Katolik mendorong saya ke arah itu” (Agustinus, fund. 5,6).
        94, 113

        137 Penafsiran buku-buku yang diilhami terutama harus memperhatikan, apa yang hendak dikatakan Tuhan melalui penulis-penulis kudus demi keselamatan kita. “Apa yang berasal dari Roh, hanya dapat dimengerti sepenuhnya oleh karya Roh” (Origenes, hom.in Ex. 4,5).

        Maaf saya tidak mengijinkan anda untuk meletakkan link itu di blog ini, wahyu pribadi yang tidak di setujui oleh Hierarki lokal tidak diperkenankan untuk tampil disini, jadi terpaksa saya edit lagi.
        untuk ibu Agnes dan gerakannya itu, mungkin anda bisa membaca kritisi gerakan ibu agnes ini yang ditulis oleh F.X. Didik Bagiyowinadi,Pr [klik]

        Begitu juga link yang kedua yaitu “holy love ministry”, jelas-jelas ditolak oleh Uskup lokal disana, Uskup Richard Lennon dari Keuskupan Cleveland, berikut surat dekrit dari Uskup Richard [klik disini]

        Saya menyarankan agar anda untuk menjauhi kedua website ini, serta tidak mengikuti/ mendukung kedua gerakan tsb. Mari kita dengarkan dan taati apa yang Gereja katakan[Lukas 10:16].

        Salam dan doa,

        Andreas

  • TUKIEM

    daripada sling balas membalas tidak ada habisnya,toh kita juga belum lahir jaman dahulu,lbih baik menunggu ajal tiba,setelah mati baru bisa membuktikan yang mana yang benar dan SUDAH TERLAMBAT!!!!!….gitu aja kok repot..
    yang aku tau hanya nama Yesus yang bisa menolongku bila ku sebutkan namaNya tidak ada nama lain selain nama Yesus

    • Andreas

      Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Mat 7:21

      Salam dan doa,

      Andreas

    • obeth

      saudari ku yang terkasih…bukan balas membalas,kita sebagai anak BAPA,hendaklah kita memberitakan KEBENARANNYA dan bertanggung jawab dan membawa jiwa jiwa yang tersesat untuk di selamatkan. maka marilah kita ajak saudara dan saudari kita untuk menyembah hanya satu nama JESUS KRISTUS JURU SELAMAT DUNIA.

  • alea

    apapun yang orang/ dunia katakan ttg kesaksian ini, mengada ada,kebanykaan nonton harry potter, atau apapun . .

    saya tetap percaya,

    liat aja nanti, waktu Tuhan Yesus datang yang kedua kalinya, Yesus akan menyatakan kebenaran, dan orang-orang akan tau bahwa selama ini dirinya bebal dan mengandalkan logika sebagai manusia.

    sungguh suatu hal yang menyenangkan hati Tuhan saat kita berani menyatakan kebenaran, mau percaya tidak percaya, itu urusan manusia pribadi dengan Tuhan. setiap orang harus mempertanggungjawabkan setiap perbuatannya di hari penghakiman nanti.

    Hendaknya kita tidak perlu repot memperdebatkan apa yg menurut manusia salah, tetap lah percaya, dan persiapkan diri untuk hari dimana kita jadi mempelai dalam perjamuan abadi. kita harus terangkat, amen.

    • Cornelius

      Shalom Alea,

      Tentunya kita perlu mencari tahu apakah sebuah penglihatan itu berasal dari Allah atau bukan. Tuhan Yesus sudah mendirikan Gereja Katolik, dan berjanji bahwa alam maut tidak akan menguasinya (Mat 16 : 18). Oleh karena itu segala penglihatan atau wahyu pribadi harus diuji berdasarkan ajaran Gereja, karena Gereja adalah Tiang Penopang dan dasar kebenaran (1 Tim 3 : 15).
      Kitab Suci sendiri mengatakan :

      2 Kor 11 : 4 :”Iblis pun dapat menyamar sebagai malaikat terang”

      1 Yoh 4 : 1 :”Janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi palsu yang muncul dan pergi ke seluruh dunia”

      Jadi kita perlu menguji semuanya, apakah hal-hal seperti wahyu pribadi memang berasal dari Tuhan atau dari setan atau itu hanyalah imajinasi seseorang saja. Dan proses pengujian ini memakan waktu yang lama, karena Gereja selalu berhati-hati dan tidak sembarangan dalam menilai. Bahkan ketika Gereja menyetujui suatu wahyu pribadi ataupun penampakan Bunda Maria, umat beriman katolik tetap tidak terikat untuk mengimaninya, dan wahyu pribadi sama sekali tidak menambahkan apa yang sudah ada dalam wahyu umum ataupun deposit iman katolik.

      Salam,
      Cornelius.

  • hamba tidak berguna

    IBU MARIA

    Kita semua tahu siapa ibu Maria, dia hanya seorang hamba dan manusia biasa, yang bukan berasal dari keturunan Daud, tetapi suami nya : Yusuf yang merupakan keturunan langsung dari Daud.
    Lihat Matius 1 : 1 – 17

    Lukas 1:38 Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

    Rahim Maria dipinjam Tuhan untuk melahirkan Yesus, yang adalah Allah sendiri yang menjelma menjadi manusia, untuk menebus dosa manusia.

    Matius 1:18 – 25
    18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
    19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
    20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
    21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
    22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
    23 “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti: Allah menyertai kita.
    24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
    25 tetapi (Yusuf) tidak bersetubuh dengan dia (Maria) sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

    1. Apakah status dan hak Yusuf setelah Yesus lahir ? Tetap sebagai suami Maria kan ?

    2. Yusuf tidak menceraikan Maria sampai akhir hidupnya / Pisah Ranjang hidup sebagai suami istri.

    3. Apakah Yusuf sebagai suami tidak ingin bersetubuh dengan istrinya ? Setelah Yesus lahir.

    4. Apakah selama 30 tahun mengasuh dan membesarkan Yesus, di dalam Keluarga Kudus itu, Yusuf tidak pernah birahi dan menghampiri Maria ? Bukankah Maria istri yang sah dari Yusuf ?

    5. Mungkinkah Yusuf bukan laki-laki sejati, tidak punya nafsu dan birahi ?

    6. Apakah Maria sudah kehilangan nafsu birahi terhadap suaminya (Yusuf) ?

    7. Apakah mereka (Yusuf dan Maria) tidak normal sebagai pasangan suami istri ?

    8. Anda sudah berkeluarga ? Dan hidup sebagai suami istri ? Tidak pernahkah SEX menjadi keinginan dan kebutuhan Anda ?

    9. Tahukah Anda bahwa Maria dan Yusuf memiliki anak selain Yesus ?

    Mari kita lihat di dalam Alkitab, pada ke empat Injil tertulis jelas :

    Matius 12:46 – 47
    46 Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia.
    47 Maka seorang berkata kepada-Nya: “Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.”
    Markus 3:31 Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.

    Lukas 8:19 – 20 Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Orang memberitahukan kepada-Nya: “Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.”

    Yohanes 7 : 3 – 6
    3 Maka kata saudara-saudara Yesus kepada-Nya: “Berangkatlah dari sini dan pergi ke Yudea, supaya murid-murid-Mu juga melihat perbuatan-perbuatan yang Engkau lakukan.
    4 Sebab tidak seorang pun berbuat sesuatu di tempat tersembunyi, jika ia mau diakui di muka umum. Jikalau Engkau berbuat hal-hal yang demikian, tampakkanlah diri-Mu kepada dunia.”
    5 Sebab saudara-saudara-Nya sendiri pun tidak percaya kepada-Nya.
    6 Maka jawab Yesus kepada mereka: “Waktu-Ku belum tiba, tetapi bagi kamu selalu ada waktu.

    Jikalau Anda sebagai Yusuf, yang memang sudah bertunangan dan ingin menikahi Maria, yang cantik dan elok paras dan baik hati nya, tidakkah ingin bersetubuh dan memiliki keturunan sendiri ? Tidak perlu iman dan pengetahuan tafsir kitab suci yang tinggi untuk membaca tulisan dibawah ini.

    Matius 1 : 25 tetapi (Yusuf) tidak bersetubuh dengan dia (Maria) sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

    Tentulah Yusuf menepati janjinya kepada malaikat Allah untuk tidak bersetubuh dengan Maria, sampai Maria melahirkan Yesus yang dikandung dari Roh Kudus.

    Tapi apakah setelah Yesus lahir, Yusuf kebablasan menepati janjinya ? Sehingga Yusuf tidak berani bersetubuh dengan Maria ? Tentu tidak bukan …

    Buka hati dan pikiran kita akan kenyataan bahwa Maria hanya manusia biasa, sama seperti kita yang dipakai Tuhan sebagai Alat untuk menyatakan kemuliaanNya.

    Maria saat ini sudah berada di Sorga bersama Tuhan, dan kedudukannya tidak lebih tinggi daripada Tuhan atau sama dengan Tuhan. Tuhan bisa menciptakan dan melahirkan Yesus dari batu sekalipun, tapi akan terlihat aneh bukan jika Yesus lahir dari batu …

    Maria sama seperti orang-orang lain yang dipakai Tuhan secara luar biasa : Nuh, Henokh, Abraham, Musa, Yakub, Yusuf, Yunus, Hosea, Daud, Salomo, Daniel, Yesaya, Elia dan masih banyak lagi …

  • Lesmana

    Stand with St. Michael?? I thought we should stand with Jesus Christ, the living God.

    • Cornelius

      Shalom Lesmana,

      There is no problem if we as catholic stand with St. Michael. When the person said that he stands with St. Michael, doesn’t mean he ignores Jesus Christ. St. Michael can help us in our spiritual battle.

      Saint Michael the Archangel,
      defend us in battle.
      Be our protection against the wickedness and snares of the devil.
      May God rebuke him, we humbly pray;
      and do Thou, O Prince of the Heavenly Host –
      by the Divine Power of God –
      cast into hell, satan and all the evil spirits,
      who roam throughout the world seeking the ruin of souls.
      Amen.

      Cornelius.

  • Alfredo

    Boleh juga membaca di situs ini biar tidak guncang membaca wahyu2 pribadi yg memojokkan Gereja Katolik…. http://katolisitas.org/2011/04/27/mengapa-guncang-mendengar-wahyu-wahyu-pribadi-yang-memojokkan-gereja-katolik/

  • mikhael

    saya sudah membaca apologetica terhadap kesaksian angelica.
    pertama saya menyukai karena tersusun secara sistematis sehingga saya mampu memahaminya.
    saya hanya mau mengatakan bahwa kesaksian itu terlalu mengada-ada, terlalu banyak nonton sinetron dan baca buku harry potter ( banyak magic-magicnya). bagi uma katolik, sebaiknya lebih selektif dan kritis menghadapi kesaksian seperti itu, seperti saran dalam apologetica bahwa banyak tempat kita bisa bertanya.

    sekali lg thx karena lewat ini saya lebih belajar lagi.

  • palar siahaan

    yang tidak mampu menahan ego kebiasaannya memang ingin menonjolkan ego nya. selidikilah(setidaknya lewat nurani) egois atau tidakkah kesaksian yang didengar atau dibaca.

  • Vian

    Do not be afraid, strengthen your faith. God is always with you. Stand with St. Michael the Archangel.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.577 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: