Pada waktu Misa Krisma, Uskup memberkati Minyak suci pada Kamis Putih

Minyak Suci adalah Sakramental dimana hanya bisa diberkati oleh Uskup yang sah dan biasanya setahun sekali pada waktu Misa Krisma pada Kamis Putih.

Ada tiga macam Minyak Suci: Minyak untuk Katekumen, Minyak Krisma, dan Minyak untuk orang sakit. Yang pertama dan ketiga murni dari minyak zaitun; Minyak Krisma mengandung campuran dari balsam.

Penggunaan minyak untuk digunakan pada Sakramen-Sakramen tertentu seperti Babtis, Krisma, Imamat, perminyakan pada orang sakit, tidak diragukan lagi berasal dari Gereja perdana.

Bukti ini ditemukan di dalam Kitab Suci, dimana tertulis:

“Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.” (Yak 5:14-15)

Secara berkala, juga digunakan untuk bermacam-macam konsekrasi dan pemberkatan. Penggunaannya disebutkan berkali-kali didalam Perjanjian Lama. Pemberkatan minyak untuk masing-masing keuskupan menggambil hari pada Kamis Putih di Gereja Katedral, dekat pada akhir dari Misa Krisma. Diberikan oleh Uskup, dimana dihadiri oleh dua belas Imam.

Praktek ini berasal dari abad ke 6. Minyak Suci diawetkan di dalam botol logam dimana disimpan didalam ambry yang merupakan kotak terkunci yang ditempelkan di dinding Sanctuary, biasanya di sebelah Injil.

Minyak untuk Katekumen di beri nama O.C (Oelum Catechumenorum – Minyak untuk Katekumen) atau; biasanya, seperti digambar ini yang mengandung semua ketiga minyak, diberi nama O.S (Oleum Sanctum – Minyak Suci). Minyak Krisma diberi nama S.C. (Sanctum Chrisma – Holy Chrism). Minyak untuk orang sakit diberi nama O.I. (Oleum Infirmorum – Minyak untuk orang sakit). Oleum Sanctum dan Sanctum Chrisma juga digunakan didalam upacara Pembabtisan.

Untuk orang sakit, minyak disimpan didalam suatu silinder logam bundar, yang disebut “stok minyak”, sesudah Kamis Putih setiap tahun minyak yang tidak digunakan dibakar didalam lampu sanctuary, seperti minyak biasanya.

Minyak, karena merupakan makanan dan obat, merupakan simbol dari makanan spiritual dan mengobati. Karena minyak memberikan terang, hal itu menandakan Terang dari Rahmat. Karena minyak digunakan untuk obat gosok, hal itu menunjukkkan memberikan kekuatan.

Balsam didalam Minyak Krisma merupakan simbol dari bau manis dari kebajikan. Balsam juga digunakan diobat. Secara umum dipertimbangkan menjadi bahan yang bisa menyembuhkan dan menenangkan.

About these ads

About Andreas

"In modico fidelis! — faithful in little things. Your job, my son, is not just to save souls but to bring them to holiness, day after day, giving to each moment — even to apparently commonplace moments — the dynamic echo of eternity." ~ St. Josemaria Escriva Lihat semua pos milik Andreas

One response to “Pada waktu Misa Krisma, Uskup memberkati Minyak suci pada Kamis Putih

Pengunjung yang berkomentar bertanggung jawab atas tulisannya sendiri, semua komentar harus dilandasi oleh cinta kasih Kristiani. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Kami berhak untuk tidak menampilkan atau mengedit semua komentar yang masuk.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.621 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: