Pengetahuan Dasar Iman Katolik

Kamu perlu tahu apa yang kamu percaya. Kamu perlu mengetahui imanmu dengan ketepatan yang sama seperti spesialis IT mengetahui kerja bagian dalam sebuah computer. Kamu perlu memahaminya seperti musisi yang baik yang mengetahui karya musik yang ia mainkan. Ya, kamu perlu diakarkan secara lebih mendalam dalam iman daripada generasi orang tuamu agar kamu bisa menghadapi tantangan-tantangan dan godaan-godaan zaman sekarang dengan kekuatan dan determinasi. Kamu membutuhkan pertolongan Allah, agar imanmu tidak kering seperti tetesan embun dalam matahari, agar kamu tidak menyerah terhadap godaan konsumerisme, agar cintamu tidak tenggelam dalam pornografi, agar kamu tidak akan mengkhianati orang lemah dan meninggalkan orang tak berdaya

 - Paus Benediktus XVI, Pengantar Youth Catechism of the Catholic Church

Dalam pengantar Youth Catechism, Bapa Suci Benediktus XVI menghendaki agar kaum muda katolik mengetahui apa yang mereka percaya dan imani, agar mereka sanggup bertarung melawan tantangan dan godaan dunia sekarang ini.

Tergerak oleh himbauan Bapa Suci, kami memutuskan untuk membuat sebuah kategori baru dalam blog ini, yaitu kategori pengetahuan dasar iman katolik, untuk membantu siapa saja dalam memahami iman katolik, entah itu orang katolik ataupun mereka yang ingin mengenal dan menjadi katolik. Disini kami akan menjelaskan hal-hal mendasar apa saja yang perlu diketahui orang katolik, juga akan menjawab pertanyaan yang umumnya sering ditanyakan pihak non katolik. Continue reading


Penjelasan Singkat Tentang Pentakosta

Berikut ini adalah terjemahan saya atas teks video tersebut :

Pentakosta dalam dua menit

Hari Pentakosta merupakan perayaan kedatangan Roh Kudus, dan terjadi 50 hari setelah Minggu Paskah.

Ingatlah…

Paskah adalah seluruh musim ketika umat Kristen merayakan kemenangan Yesus atas kematian, kebangkitan ke dalam kehidupan baru, kenaikan-Nya ke surga, dan pemberian Roh, secara spesifik…adalah pemberian Roh Kudus.

Apakah Roh Kudus itu? Ingatlah…

Roh Kudus adalah pribadi Ketiga dari Tritunggal Mahakudus, yang bersama Bapa dan Yesus Sang Putra.

Roh Kudus adalah kasih..yang ditumpahkan bagi kita dari Bapa dan Putra. Pentakosta mengingatkan kita akan hal ini. Continue reading


Audrey Assad : “Saya Bernyanyi karena Dia mencintai Saya”

Audrey Assad

“Saya berusaha untuk sungguh berterus terang dan jujur terhadap apa yang saya percayai” – Audrey Assad

“Semua lagu worship pada album saya bersifat vertikal. Semuanya ditujukan langsung kepada Allah, tapi tidak selalu dimaksudkan untuk dinyanyikan di dalam Gereja.” – Audrey Assad

Lux Veritatis 7 akan mulai memperkenalkan para penyanyi lagu-lagu pop rohani, hanya bedanya adalah para penyanyi tersebut adalah orang katolik. Tujuannya agar umat katolik sendiri menyadari bahwa saudara seiman mereka juga ada yang merupakan penyanyi lagu2 pop rohani yang berkualitas. Nah, penyanyi pertama yang akan kita perkenalkan adalah Audrey Assad.

Audrey Assad merupakan seorang penyanyi dan penulis lagu dan artis musik kristiani kontemporer. Ia juga merupakan seorang katolik. Lahir pada 1 Juli 1983 dalam sebuah keluarga dengan latar belakang Protestan. Ia memutuskkan untuk masuk ke dalam Gereja Katolik pada tahun 2007. Beberapa album yang telah ia liris antara lain :

  • Firefly EP (2008)
  • The House You’re Building (Sparrow Records, 2010)
  • iTunes Live from SoHo (Sparrow Records, 2011)
  • Heart (Sparrow Records, 2012)

Sekilas Tentang Audrey Assad

Berikut ini adalah pengakuan Audrey saat ia berusia 19 tahun : Continue reading


7 Kutipan Katolik

Pope Francis Quote 1

“Janganlah puas menjalani kehidupan Kristiani yang biasa-biasa saja. Berjalanlah dengan kebulatan tekad disepanjang jalan kekudusan” – Paus Fransiskus

“Mulailah dari sekarang…percayalah padaku, jangan menunggu sampai besok untuk mulai menjadi orang kudus” – St. Theresia Lisieux

“Ketika anda berkata “YA” kepada Allah tanpa syarat, anda tidak akan tahu seberapa jauh “YA” tersebut akan membawa anda” – Hans ur Von Baltashar Continue reading


7 Kutipan Katolik tentang Penderitaan

“…setiap momen dalam hidup kita memiliki tujuan, bahwa setiap tindakan kita, tidak peduli betapa menjemukan atau rutin atau sepele kelihatannya, tetap ada martabat dan kepantasan yang melampaui pemahaman manusia…Karena ini artinya bahwa tidak ada momen yang sia-sia, tidak ada kesempatan yang terlewatkan, karena setiap kesempatan dalam kehidupan manusia, memiliki tujuan dalam rencana Allah. Pikirkanlah harimu, sekarang dan kemarin. Pikirkanlah pekerjaan yang kamu lakukan, orang-orang yang kamu temui, momen demi momen. Apa artinya bagimu – dan apa artinya itu bagi Allah? Apakah pertanyaan ini terlalu sederhana untuk dijawab, atau kita hanya takut untuk menanyakannya karena rasa takut akan jawaban yang harus kita berikan?” – Romo Walter Ciszek

“Diambang batas itu aku takut untuk menyeberanginya, hal-hal tiba-tiba tampak begitu sederhana. Hanya ada satu visi, Allah, yang adalah segala didalam segala; hanya ada satu kehendak yang mengarahkan segala hal, yaitu kehendak Allah. Saya hanya harus melihatnya, membedakannya dalam setiap situasi dalam diri saya, dan membiarkan diri saya dipimpin oleh-Nya. Allah ada dalam segala hal, menopang segala hal, mengarahkan segala hal. Untuk membedakannya dalam setiap situasi dan kondisi, untuk melihat kehendak-Nya dalam segala hal, artinya menerima setiap situasi dan kondisi dan membiarkan diri dibimbing dalam keyakinan dan kepercayaan yang sempurna. Tidak ada yang bisa memisahkan saya dari-Nya, karena Ia ada dalam segala hal. Tidak ada bahaya yang mengancam saya, tidak ada rasa takut yang menggoncangkan saya, kecuali rasa takut akan kehilangan pandangan akan Ia. Masa depan yang tersembunyi, tersembunyi dalam kehendak-Nya dan karenanya dapat saya terima tidak peduli apapun yang ia bawa. Masa lalu, dengan segala kegagalannya, tidak dilupakan; ia tetap ada untuk mengingatkan saya akan kelemahan kodrat manusia dan kebodohan dalam menempatkan iman dalam diri. Tapi hal ini tidak lagi menekan saya. Saya tidak lagi melihat kepada diri saya untuk membimbing saya, tidak lagi bergantung padanya dalam cara apapun, sehingga ia tidak dapat membuat saya gagal. Dengan menyangkal, secara menyeluruh dan terakhir, saya merasa lega dari konsekuensi semua tanggung jawab. Saya dibebaskan dari kecemasan dan kegelisahan, dari setiap ketegangan, dan dapat mengapung tenang pada gelombang penyelenggaraan Allah dalam kedamaian jiwa yang sempurna” – Romo Walter Ciszek

“Bila Allah memberikan kamu panenan cobaan yang melimpah, ini merupakan tanda kekudusan besar yang Ia kehendaki untuk kamu capai. Apakah kamu ingin menjadi orang kudus yang besar? Mintalah Allah mengirimkanmu banyak penderitaan. Api Kasih Ilahi tidak pernah bangkit lebih tinggi ketika diberi makan oleh kayu Salib, yang adalah kasih tak terhingga yang digunakan Penyelamat kita untuk menyelesaikan pengorbanan-Nya. Semua kesenangan dunia tidak ada apa-apanya dibandingkan kemanisan yang ditemukan dalam empedu dan cuka yang ditawarkan kepada Yesus. Itulah, hal-hal yang sulit dan menyakitkan yang ditahan untuk Yesus Kristus dan bersama Yesus Kristus.” – St. Ignatius Loyola Continue reading


Salib di Tengah-Tengah Altar

Kompedium Katekismus Gereja Katolik menanyakan sebuah pertanyaan: “Apa itu liturgi?” dan jawabannya:

Liturgi adalah perayaan misteri Kristus, dan secara khusus misteri kebangkitan-Nya. Dengan melaksanakan imamat Yesus Kristus, liturgi menyatakan dalam tanda-tanda dan membawa pengudusasn bagi umat manusia. Pemujaan kepada Allah dilaksanakan oleh Tubuh Mistik Kristus, yaitu oleh kepala dan para anggotanya. (no. 128)

Dari definisi ini, dapat kita mengerti bahwa Krsitus adalah Imam Mahatinggi yang Kekal dan Misteri Paskah dari Sengara-Nya, Kematian-Nya dan Kebangkitan-Nya adalah puat dari tindakan liturgi Gereja. Liturgi haruslah dirayakan secara jelas dari kebenaran teologis ini. Selama berabad-abad simbol yang dipilih oleh Gereja untuk mengarahkan hati dan tubuh selama liturgi digambarkan dari Yesus yang Tersalib. Continue reading


Katekese Tahun Iman : Ia akan Datang dengan Mulia, Menghakimi Yang Hidup dan Mati

Katekese Tahun Iman dari Paus Fransiskus berikut ini diterjemahkan oleh katolisitas.org

Saudara saudari terkasih, Selamat Pagi!

Dalam Syahadat kita mengakui bahwa Yesus “akan datang lagi dalam kemuliaan untuk mengadili yang hidup dan yang mati”. Sejarah manusia dimulai dengan penciptaan pria dan wanita sesuai gambar Allah dan berakhir dengan Penghakiman Terakhir Kristus. Kedua kutub sejarah ini sering dilupakan; dan khususnya iman akan kedatangan Kristus kembali dan Penghakiman Terakhir, kadang-kadang tidak begitu jelas dan tegas dalam hati orang-orang Kristen. Dalam kehidupan-Nya di depan umum, seringkali Yesus merefleksikan kebenaran dari Akhir Kedatangan-Nya. Hari ini saya ingin merefleksikan tiga teks Injil yang membantu kita untuk menembus misteri ini: [yaitu] tentang sepuluh gadis, tentang talenta dan tentang Penghakiman Terakhir. Ketiganya merupakan bagian dari wacana Yesus tentang akhir zaman yang dapat ditemukan dalam Injil Matius.

Mari kita ingat pertama-tama dari semua, bahwa dalam peristiwa Kenaikan ke Surga Allah Putra membawa kepada Bapa kemanusiaan kita yang mana telah dikenakanNya, dan bahwa Ia ingin menarik semua [umat manusia] kepadaNya, memanggil seluruh dunia untuk disambut dalam pelukan Allah sehingga pada akhir dari sejarah keseluruhan realitas dapat diserahkan kepada Bapa. Namun ada “waktu segera” antara Kedatangan Kristus yang Pertama dan yang Terakhir ini, dan itu adalah waktu yang benar-benar yang di dalamnya kita hidup. Perumpamaan tentang sepuluh gadis pas sesuai dalam konteks dengan waktu “segera” ini (bdk. Mat 25:1-13). Mereka adalah sepuluh gadis muda yang sedang menunggu kedatangan Mempelai Pria, tapi ia terlambat dan mereka jatuh tidur. Saat mendadak diumumkan bahwa Mempelai Pria datang, mereka segera mempersiapkan diri untuk menyambutnya; sementara lima dari mereka, yang bijaksana, memiliki minyak untuk  menyalakan pelita mereka, sedangkan yang lain, yang bodoh, telah kehabisan minyak hingga pelita mereka padam. Saat sementara mereka pergi untuk mendapatkan minyak lagi, sang Mempelai Pria tiba dan gadis-gadis yang bodoh itu menemukan bahwa pintu ke balai pesta pernikahan telah ditutup. Continue reading


7 Kutipan dari Paus Fransiskus

Pope Francis Quote

“Orang muda terkasih,  jangan mengubur talenta-talenta, karunia yang diberikan Allah padamu. Jangan takut memimpikan hal-hal besar “

“Namun identitas Kristen bukanlah sebuah kartu identitas :  Identitas Kristen menjadi menjadi milik Gereja, karena semua ini merupakan milik Gereja, Bunda Gereja. Karena tidaklah mungkin menemukan Yesus diluar Gereja.  Paulus VI yang agung berkata: “Ingin hidup dengan Yesus tanpa Gereja, mengikuti Yesus diluar Gereja, mencintai Yesus tanpa Gereja adalah dikotomi yang tidak masuk akal.” Dan Bunda Gereja-lah yang memberi kita Yesus, memberi kita identitas yang bukan sekedar materai, melainkan suatu kepemilikan. Identitas berarti kepemilikan. Menjadi milik Gereja ini merupakan hal yang indah.”

“Seluruh perjalanan kehidupan adalah perjalanan untuk persiapan. Terkadang Tuhan harus melakukannya dengan cepat, seperti yang Ia lakukan terhadap pencuri yang baik : ia hanya memiliki beberapa menit untuk bersiap-siap dan ia melakukannya…Tapi, Bapa, saya menemui seorang filsuf dan ia berkata bahwa semua pemikiran ini adalah pengasingan, bahwa kita diasingkan, bahwa kehidupan ini konkret, dan tak seorangpun tahu apa yang ada diluar kehidupan ini…’ Beberapa berpikir demikian…tetapi Yesus memberitahu kita bahwa tidaklah demikian dan Ia berkata,’Percayalah padaku’. Yang kukatakan ini adalah kebenaran : Aku tidak berbohong, Aku tidak menipu “

“Perhatikanlah, teman-teman muda : berenang melawan arus merupakan hal yang baik bagi jantung, tapi kita memerlukan keberanian untuk berenang melawan arus. Yesus memberikan kita keberanian ini!”

“Bersama Tuhan, kita bisa melakukan hal-hal besar; Ia akan memberikan kita sukacita dalam menjadi murid-Nya, saksi-Nya…Kita orang Kristen tidak dipilih oleh Tuhan untuk hal-hal kecil, majulah terhadap prinsip-prinsip tertinggi!”

“Tetapi kesulitan dan pencobaan adalah bagian dari jalan yang menuju kemuliaan Allah, sama seperti hal tersebut bagi Yesus, yang dimuliakan diatas salib; kita akan selalu bertemu dengan kesulitan dan pencobaan dalam kehidupan! Jangan patah semangat! Kita memiliki kuasa Roh Kudus untuk mengatasi pencobaan-pencobaan ini!”

“Apakah kalian punya keinginan untuk menjadi rasul Yesus? Masa muda harus dijalankan sebaik-baiknya untuk mencapai cita-cita yang tinggi. Apakah kalian pikir begitu? Apakah kalian setuju? Mintalah Yesus apa yangdiinginkanNya dari kalian dan jadilah pemberani! Jadilah berani, mintalah kepada-Nya! Di balik dan dibelakang setiap panggilan imamat atau hidup bakti, selalu ada doa yang kuat dan terus-menerusdari seseorang: nenek, kakek, ibu, ayah, komunitas … Itulah sebabnya Yesus bersabda, “Berdoalah kepada Tuhan yang empunya tuaian, yaitu Allah Bapa – supayamengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian-Nya” (bdk Mat 9:38). Panggilan dilahirkan dalam doa dan dari doa, dan hanya dalam doa mereka bisa bertahan dan berbuah!”


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.170 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: